Sabtu, 27 Mei 2017

Cara Membuat Anak Paham Tentang Arti Kreativitas

Cara Membuat Anak Paham Tentang Arti Kreativitas - Ketika kita menyaksikan kekayaan karya yang telah diciptakan manusia selama berabad-abad di setiap bidang - dalam seni, sains, filsafat, musik, sastra, dan ranah lain - kita melihat pencapaian orang-orang yang karya kreatifnya telah teruji oleh waktu.

Manusia berhubungan dengan dunia melalui berbagai cara, dan karenanya mereka juga mengekspresikan ide imajinatif mereka dengan berbagai cara pula. Melalui gerakan, tulisan, dan drama. Melalui teknologi dan juga bisnis, serta setiap bidang usaha.
Baca juga: Pengertian dan Karakteristik Orang Kreatif dan Inovatif
Kreativitas bersifat kontekstual dan individualistik dalam esensi dan bentuknya. Dengan memilih untuk menjadi kreatif (dengan bertahan dan memperluas pemikiran kreatif), kita berkontribusi terhadap pembelajaran dan pertumbuhan pribadi kita - dan akhirnya, terhadap dunia secara keseluruhan.


Anak-anak mungkin mengalami kesulitan untuk memahami apa itu kreativitas dan relevansinya dengan kehidupannya. Orangtua dapat menjelaskan bahwa kreativitas adalah sesuatu yang dapat membantu orang memecahkan masalah, menawarkan kebahagiaan dan pengayaan, memotivasi, dan mengarah pada gagasan baru. Selain itu, perlu juga memberikan contoh tentang kreativitas yang dapat dihubungkan dunia anak-anak.

Anak-anak bisa terinspirasi oleh pengalaman kreatif dan wawasan orang lain. Inilah dua perspektif kreativitas yang sangat berbeda. Masing-masing tampak rumit, namun tidak rumit dalam deskripsinya. Kedua contoh ini bermanfaat untuk membantu memperkuat pemahaman anak tentang kreativitas, dan mengapa mereka harus melakukannya.

Kreativitas tidak lahir dari ruang hampa

Sebenarnya kreativitas itu berasal dari informasi sebagai sumber inspirasi yang melahirkan pemikiran dan proses kreatif. Kita membutuhkan pemahaman mendalam tentang keahlian kita dan juga keterampilan untuk memperluas daya kreativitas kita. Tanpa pengetahuan, kita tidak bisa mengambil apa-apa dari ingatan kita untuk menemukan ide unik dan menarik untuk disatukan. Sama halnya dengan penjahit, yang perlu mengetahui bahan dan pola yang mungkin dia gunakan. Kita bisa membayangkan selimut, lukisan, atau puisi yang unik. Akan tetapi, tanpa keterampilan kreatif, kita tidak akan mampu mewujudkan bayangan itu.

Anak menjadi kreatif sebagai hasil fokus dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui serangkaian proses pembelajaran. Sederhananya, kesempatan belajar memberi energi dan ekspresi kreatif.

Orangtua dan guru memegang peran penting dan strategis untuk membantu anak anak memahami kreativitas

Kreativitas membutuhkan keterlibatan aktif dalam pembelajaran, penyelidikan, dan percobaan, sikap baik dan pikiran terbuka. "Kreativitas dibangun di atas gairah, aspirasi dan ketekunan. Hal ini dilakukan dengan memotivsi seseorang percaya diri terhadap kemampuannya dan bersikap terbuka terhadap gagasan bahwa setiap orang tumbuh, berkembang, dan menciptakan pendekatan dan cara baru dalam melakukan sesuatu.

Pendidik, seniman, olahragawan, pengusaha, cendekiawan, remaja, orang tua, dan semua orang memiliki kemampuan untuk menjadi kreatif, dan mengekspresikan kreativitas itu dengan berbagai cara.

Seorang penulis menatap halaman kosong atau keyboard yang kasar. Seorang seniman menatap kanvas kosong, atau mungkin sepotong marmer atau tanah liat. Alat yang mereka gunakan untuk berkomunikasi mungkin berbeda tetapi keduanya dimulai dengan keinginan untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan pengalaman.

Setiap anak memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang kreatif, dimulai dari hal-hal paling sederhana sekalipun. Misalnya mengumpulkan dan merapikan pakaian sekolah, memilih bahan untuk salad, atau bahkan memilih krayon warna apa yang ingin mereka gunakan untuk membuat titik di selembar kertas. Dengan latihan dan motivasi dari kita, akan semakin tumbuh dan berkembang percikan-percikan api kreatif dalam diri anak.

EP Torrence mengatakan: "Salah satu sumber energi kreatif yang paling kuat, pencapaian yang luar biasa, berasal dari rasa jatuh cinta kita pada sesuatu - entah impian anda atau masa depan anda."

Bermain adalah dasar untuk eksplorasi, penemuan, dan kreativitas. Apakah anda seorang pelukis, pemusik, pemahat, penari, fotografer, atau penulis. Kesempatan belajar yang tidak terstruktur adalah pegas untuk persyaratan yang lebih terstruktur (seperti usaha keras, ketekunan, ketahanan) yang pada akhirnya diperlukan untuk mencapai tujuan. Kita perlu menghabiskan banyak waktu dengan keahlian yang kita pilih.

Tidak ada "satu jalan" yang menyediakan pintu gerbang yang pasti menuju ekspresi kreatif. Orang tua dan guru dapat membantu anak belajar percaya diri, mengambil risiko yang masuk akal, dan melakukan apa yang mereka sukai.

Orang tua dan guru bisa memotivasi anak menjadi inovator kreatif dengan alat-alat seperti pena, cat, krayon, kertas, batu, tanah liat, not musik, pasir, atau apapun media untuk kreativitas yang mereka pilih. Hal ini akan memberdayakan anak-anak untuk mau menciptakan sesuatu secara kreatif-memicu percikan awal kreatifitas dengan campuran ambisi, kekacauan, dan kejelasan yang bervariasi sehingga bisa menjadi ekspresi kreatif.
Baca juga: 7 Cara Ampuh Kembangkan Kreativitas Anak
Mari bantu anak-anak kita untuk menghargai kekuatan mereka dengan mendorong mereka untuk memiliki semangat kreatif. Ketika kita mendukung usaha, penguasaan, dan gagasan kreatif anak-anak, kita membantu mereka berkembang, sekarang dan di masa depan, tidak peduli apa yang mereka cita-citakan.

Dorong anak Anda untuk mengeksplorasi diri dan lingkungannya, melatih tubuh dan pikiran, untuk menemukan sesuatu yang baru untuk dipelajari dan kemudian benar-benar mempelajarinya dengan baik dan menikmati proses yang ia jalani.

Sumber: Creativitypost
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top