Sabtu, 06 Mei 2017

20+ Dawuh Kyai Makruf Zainuddin Lirboyo yang Menghunjam Kalbu

Ketika membuka kitab Mauidzatul Mukmininku, aku tersentak kaget. Ternyata di situ banyak sekali dawuh dari beliau yang mulia mbah Yai Ma’ruf Zainuddin Lirboyo yang ku tulis di pinggir kitabku. Dan yang lebih “menyakitkan” ternyata dawuh-dawuh beliau itu benar-benar menghunjam di relung kalbuku. Untung dulu aku tulis, kalau tidak, di tengah pujian orang banyak, siapa lagi yang mau menghajar hatiku tanpa merasa tersakiti? Inilah beberapa dawuh beliau:

Ilustrasi via lirboyo.net
  1. “Dalam satu perjuangan, sabar dan ulet itu penting. Kadangkala perlu 'kendablekan' (kenakalan) kala dicaci orang. Itu resiko”.
  2. “Keberhasilan pasti semua atas kesabaran (lalu beliau dawuh: Likulli Ni’matin Mahsuudatun), ora kerono ndungo tok (tidak karena doa saja)”.
  3. “Perjuangan membutuhkan Syaja’ah (keberanian). Kalau berjuang ndak usah antri!!”.
  4. “Ngaji karo omong thok iku repot (Ngaji dengan bicara saja itu repot). Kalau pake kitab itu bagus. (kenapa ngaji bicara repot) sebab yang mengenai dirinya tidak diungkapkan, beda dengan kitab”.
  5. “Ikhlas tidak bisa datang tiba-tiba, tapi diusahakan”.
  6. “Tugase Kyai,,, wani ngomong yo wani dadi conto (Tugas kyai itu, kalau berani bicara, ya berani menjadi contoh)”.
  7. “Sing penting Yakin bener,,, jalan terus. Jangan perduli dicaci, Insya Allah berhasil”.
  8. “Li-I’laai kalimatillah/Karena untuk meluhurkan agama Allah, kita boleh mengumpulkan harta, karena kalau kita lemah sulit untuk berjuang”.
  9. “Cobaan paling berat nikmat. (Misal) mencuri karena istri yang dicintainya”.
  10. “Selain mempeng (bersungguh-sungguh), harus disertai dengan Riyadloh”.
  11. “Hidup dibuat susah (ya) susah, mudah (ya) mudah. Yang penting dari pondok jangan pesimis. Akan tetapi semua ya ada nasib”.
  12. “Jujur dan tanggungjawab adalah modal kerja”.
  13. “Kita tidak usah memandang dunianya orang tua. Kita sudah besar,,, cari sendiri uang!!”.
  14. “Biasanya santri, kejujuran/dzonnya kebablasen, sehingga sering ditipu orang, akhirnya tidak percaya dengan orang”.
  15. “Ngadepi ilmu sing ati-ati, ojo sembrono ugi ngremehne. Ilmu iku malati. Coro iso ngomong: “Awasno, sok nek ndek omah!!. (Menghadapi ilmu yang hati-hati, jangan sembrono ples meremehkan. Ilmu itu malati/semacam punya karma. Kalau ia bisa berbicara: “Awas kalau kamu sudah di rumah”).
  16. “PD bagus, terlalu PD jelek”.
  17. “Nek nyawang kiai sugeh, jangan dilihat akhirnya, tapi lihat awal berjuangnya gimana, ngajinya gimana”.
  18. “Yang penting jangan silau dengan dunia”.
  19. “Apa yang terjadi kita harus ingat, itu semua adalat Qudrot Allah, kita berjuang, kalah menang, tidak target, ndak masalah”.
  20. “Iman yang terakhir yang paling berat Qadla-Qadar, jelek-bagus”.
  21. “Kita miliki dunia hati-hati, jangan sampai yang tidak ada manfaatnya”.
  22. “Di lok-lokne wong ora nanggepi bagus (dicaci orang tidak menanggapi bagus), tapi harus koreksi diri, benar atau tidak. Kalau benar, jalan terus,,,”.
Demikianlah di antara dawuh-dawuh Yai Ma’ruf Zainuddin Lirboyo yang benar-benar menghunjam kalbu. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari dawuh-dawuh beliau di atas.

Ditulis oleh Gus Robert Azmi

0 Komentar 20+ Dawuh Kyai Makruf Zainuddin Lirboyo yang Menghunjam Kalbu

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top