Minggu, 02 April 2017

Teorisasi Pendidikan Islam

Wikipendidikan - Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga eksistensi dan perkembangan masyarakat yang dinamis. Nilai-nilai kebudayaan dengan segala keragamannya dilestarikan, dialihkan, dan ditransformasikan melalui pendidikan. Sama halnya dengan pendidikan islam, yang merupakan sarana mentransformasikan, mengalihkan, dan melestarikan nilai-nilai dan cita-cita ajaran islam dari generasi ke generasi hingga terciptalah masyarakat religius yang menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai keislaman.

Pendidikan islam adalah sarana pembudayaan bagi manusia, khususnya umat islam. Sebagai sebuah sarana, pendidikan islam adalah sarana yang dipakai untuk mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan kehidupan jasmani dan rohani manusia, baik secara individual maupun kolektif, menuju suatu tujuan puncak yakni pemerolehan kebahagiaan dunia-akhirat.

Baca juga:
Dalam konteks ini, pendidik memegang peran sentral dalam mendayagunakan pendidikan sebagai alat pembudayaan masyarakat. Konsekuensinya, para pendidik dalam menjalankan tugasnya dituntut dengan berbagai persyaratan baik teoritis maupun praktis, karena pentingnya peran dan tanggungjawab mereka dalam kesuksesan proses pendidikan.

Sementara itu, yang menjadi sasaran dari proses pendidikan yang diemban oleh para pendidik meliputi faktor internal siswa seperti bakat, minat, motivasi dan sejenisnya, serta faktor eksternal seperti lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat) dengan segala dimensi dan ruang lingkupnya.


Dengan demikian, maka para pendidik perlu memiliki gambaran yang komprehensif tentang kerangka berpikir dan bertindak dalam melaksanakan proses pendidikan islam. Kerangka berpikir yang di dalamnya berisikan teori-teori dan konsep-konsep pendidikan yang berdasarkan islam serta langkah-langkah operasional praktis di lapangan.

Maka dari itu kemudian muncul teorisasi pendidikan islam, yaitu penyusunan ilmu pengetahuan tentang kependidikan islam yang bersifat teoritis dan praktis sebagai langkah dalam meraih kesuksesan proses pendidikan islam. Hasil dari teorisasi pendidikan islam tersebut adalah “Ilmu Pendidikan Islam” yang merupakan rumpun ilmu baru yang berdiri sendiri dan berbeda dari ilmu pendidikan secara umum.

Manusia sebagai subjek sekaligus objek pendidikan islam, adalah makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang dengan hasil yang tak dapat diketahui. Pendidikan sebagai alat dan proses untuk membentuk dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan manusia dalam jangka waktu yang tidak sebentar dengan hasil yang tidak instan.

Di situlah pentingnya ilmu pendidikan islam sebagai ilmu yang diperlukan untuk membentuk pribadi manusia paripurna berdasarkan nilai-nilai keislaman sekaligus mencegah terjadinya kegagalan dalam proses mendidik baik dari sisi pola pikir maupun langkah-langkah praktisnya.

Pendidikan islam tidak hanya berkutat pada internalisasi nilai-nilai keislaman, namun juga pengembangan ilmu pengetahuan dan sains. Seorang pendidik, dalam proses mendidiknya tidak boleh sembarangan, coba-coba, dan seenaknya sendiri. Pendidik harus melandaskan pada teori-teori dan konsep-konsep yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Teorisasi pendidikan islam yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan tentang pendidikan islam yang tersusun secara sistematis merupakan penunjuk arah bagi proses pendidikan islam. Setiap muslim harus memahami tujuan diturunkannya islam ke muka bumi ini. Pemahaman akan hal tersebut akan terealisasi melalui proses pendidikan.

Ilmu pengetahuan tentang kependidikan diperlukan agar proses internalisasi nilai-nilai dan sikap islami kepada manusia berjalan secara efektif. Dengan tertanamnya nilai-nilai keislaman yang kuat, maka manusia dapat menanam benih-benih kebaikan dan kemaslahatan di dunia ini. Ini sekaligus menggarisbawahi bahwa ruang lingkup ilmu pendidikan islam amatlah luas, mencakup semua bidang kehidupan manusia di dunia.

Kesimpulannya, teorisasi pendidikan islam merupakan proses merancang bangunan ilmu pengetahuan tentang kependidikan yang berdasarkan ajaran islam yang di dalamnya berisi tentang konsep, dasar, prinsip, metode, dan segala aspek tentang kependidikan baik secara teoritis hingga praktis, di mana kemudian proses teorisasi ini menghasilkan bangunan keilmuan yang ilmiah berupa “Ilmu Pendidikan Islam”.

Referensi: Nur uhbiyati, ilmu pendidikan islam ii, pustaka setia 1999
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top