5 Kiat Pengelolaan Kelas Terbaik untuk Guru Baru

Wikipendidikan - Seorang guru yang baru tentu belum memiliki pengalaman dalam mengajar di kelas. Ada hal-hal yang kemungkinan besar membuat kaget dan shock saat pertama mengajar di kelas. Teori-teori tentang pendidikan dan pembelajaran yang telah dipelajari di kampus ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam implementasinya di kelas nyata. Terlebih lagi bila seorang guru baru harus dituntut untuk melakukan pengelolan kelas, pasti ada seribu satu macam kesulitan yang menghadang. Tahun pertama mengajar bisa menjadi masa-masa sulit yang dilalui oleh seorang guru baru. Maka dari itulah guru baru harus banyak belajar, meminta nasehat dan saran dari guru-guru yang telah berpengalaman melewati kegagalan serta kesulitan-kesulitan dalam mengajar siswa di kelas.

tips pengelolaan kelas efektif, manajemen kelas
© Shutterstock.com / Foto Bisnis Monye
Bila anda benar-benar ingin berjuang di jalur pendidikan dengan menjadi guru, bila profesi guru adalah passion anda, panggilan jiwa anda, maka teruslah berjuang dengan segala keadaan yang ada. Buat anda para guru baru, berikut ini 5 tips cepat melakukan pengelolaan kelas yang baik.

1. Gunakan suara normal dan alami milik anda

Berusaha berbicara di depan siswa dengan suara lantang di atas normal bisa jadi merupakan pengalaman tak terlupakan oleh guru baru di masa-masa awal mengajar.

Mengeraskan volume suara kita untuk menarik perhatian siswa bukanlah pendekatan pengelolaan kelas yang terbaik. Ekspresi stres dan getaran negatif yang ditimbulkannya di dalam ruangan tidak layak dilakukan seorang guru. Hindari hal itu agar tidak ditiru oleh para siswa. Jika kita ingin anak-anak berbicara dengan volume normal dan menyenangkan, kita harus melakukan hal yang sama.

2. Berbicaralah di saat siswa anda diam dan siap

Kuatkan hati sekuat-kuatnya untuk bersabar menghadapi siswa. Belajarlah untuk menunggu dan menunggu beberapa saat lagi sampai semua siswa diam sebelum anda memulai pembicaraan. Mungkin memang terkadang kita harus rela menunggu lebih lama dari yang kita kira. Namun, perlahan tapi pasti, para siswa akan saling memberi isyarat: "Sshh, bu guru mau memberi tahu kita sesuatu," "ayo, berhenti bicara," dan "hei, diamlah." Dan kesabaran kita akan terbayar lunas.

3. Gunakan isyarat tangan dan bahasa non-verbal lain

Memegang satu tangan di atas dan melakukan kontak mata dengan siswa adalah cara yang bagus untuk menenangkan kelas dan menarik perhatian mereka pada Anda. Butuh beberapa waktu bagi siswa untuk terbiasa dengan hal ini sebagai rutinitas. Mintalah mereka mengangkat tangan mereka bersama Anda sampai semua habis. Lalu turunkanlah dan bicaralah.

Cobalah mengajak mereka bertepuk tangan tiga kali dan ajarkan mereka untuk bertepuk dua kali dengan cepat. Ini adalah cara yang menyenangkan dan aktif untuk menarik perhatian mereka dan semua mata pada Anda.

Siswa tahu kapan kita tidak antusias dengan apa yang sedang kita lakukan. Hal ini menunjukkan ekspresi wajah, sikap, nada dan postur tubuh kita, dan bahkan bagaimana kita bergerak di sekitar kelas

4. Menyelesaikan masalah perilaku siswa secepat mungkin

Pastikan untuk mengatasi masalah yang terjadi antara anda dan siswa secepat mungkin. Perasaan negatif yang terpendam dalam hati anda atau siswa anda dapat dengan cepat berkembang biak jadi gunung es.

Carilah momen yang tepat untuk berbicara secara personal dengannya. Bertanyalah secara halus dan lembut tentang apa yang bisa anda bantu dari masalah yang dihadapinya. Jangan marah-marah dan menuduh anak itu apa adanya. Bertindaklah seolah-olah Anda peduli, bahkan jika anda memiliki perasaan yang berlawanan pada saat itu.

Saat siswa saling bertengkar, atur agar siswa menemui anda saat istirahat makan siang, setelah atau sebelum sekolah. Gunakan bahasa netral saat Anda bertindak sebagai mediator, bantu mereka menyelesaikan masalah dengan damai, atau setidaknya mencapai gencatan senjata yang menyenangkan.

5. Senantiasa membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik dan menarik

Siswa bosan dengan hal-hal yang bersifat monoton. Jika pembelajaran kurang direncanakan dengan baik, seringkali guru terlalu banyak berbicara dan bercerita sehingga siswa tidak cukup banyak belajar secara aktif. Kita semua tahu pembelajaran yang menarik membutuhkan pemikiran dan waktu yang serius untuk merencanakannya.

Demikianlah lima kiat pengelolaan kelas efektif untuk guru baru. Bagikan pengalaman pengelolaan kelas Anda: Tantangan spesifik apa yang Anda hadapi? Strategi apa yang telah berjalan baik untuk Anda dan siswa Anda? Silahkan berbagi di bagian komentar di bawah ini.

0 Komentar 5 Kiat Pengelolaan Kelas Terbaik untuk Guru Baru

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top