Sabtu, 01 April 2017

Pengangkatan Guru Honorer K2 Sekolah Negeri Jadi Prioritas Pemerintah

Kepastian dan kesejahteraan adalah dua hal yang selalu ditunggu-tunggu para guru honorer, meskipun dua hal itu tak pernah diketahui kapan datangnya. Padahal, guru honorer selalu dibutuhkan setiap tahunnya, baik di lembaga pendidikan negeri maupun swasta.

Baca juga:
Berdasarkan data kemdikbud, seperti dilansir harian kompas 21 maret 2017, bahwa jumlah guru di sekolah negeri yang telah terdata sejumlah 674.775 orang. Kemdikbud memprediksi, dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, guru PNS yang akan pensiun sejumlah 316.535 orang dengan rata-rata 62.000 orang pertahun. Angka ini tidak sebanding dengan pengadaan guru melalui pendidikan S-1 bidang pendidikan dan mempunyai sertifikat pendidik sebagaimana yang tertuang dalam UU Guru dan dosen yang hanya berkisar 3000-4000 orang setiap tahunnya.


Senada dengan yang diungkapkan Didi Suprijadi, ketua pengurus besar PGRI, bahwa pengangkatan guru tetap khususnya berstatus PNS tidak berbanding lurus dengan jumlah guru yang pensiun setiap tahunnya. Pensiun adalah kepastian, sementara kuota pengangkatan dibatasi. Mau tidak mau, guru honorer menjadi solusi bagi sekolah agar proses belajar mengajar dapat terus berlangsung dan bertahan. Gaji guru honorer diambilkan dari anggaran daerah dan BOS.

Pemerintah mengutamakan pengangkatan guru honorer menjadi PNS untuk guru honorer di sekolah negeri yang selama menjadi guru honorer gajinya diambilkan dari APBN dan APBD. Namun lagi-lagi, mereka masih menunggu kepastian realisasinya hingga saat ini. Padahal pemerintah sudah menjanjikan akan mengangkat guru honorer K2 jadi guru PNS secara bertahap sejak 2016 hingga 2019.

Persebaran guru yang tidak merata menyebabkan ketidakseimbangan jumlah guru antara di kota dan pedesaan. Di kota kelebihan guru, sedangkan di desa-desa, terutama yang terpencil justru kekurangan guru. Selain itu, pengangkatan guru yang dilakukan pemerintah sejak diterbitkannya UU Guru dan Dosen pada tahun 2005 juga terkesan tidak maksimal. Pasalnya, dari sekitar satu juta guru yang diangkat, 40% dari mereka tidak memenuhi kualifikasi dengan tingkat pendidikan di bawah S-1.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top