Sabtu, 22 April 2017

Maaf, Aku Sudah Ada yang Punya

Wikipendidikan - Remaja itu menjadi pembantu di salah satu kios pasar Tradisional, ia begitu terampil menyapa para pelanggan dengan senyum khasnya. Tapi jangan salah sangka, di balik keramahannya, ia menyimpan kebrutalan diatas rata-rata sebayanya. Kalau malam, iya nglayap, nenggak miras, mengandalkan ototnya utk menjadikannya pemimpin kelompoknya, dan selain menjadi pelatih pencak silat di daerahnya, hampir saban hari kalau lagi marak panggung silat/genjot pencak di daerahnya bahkan di luar kabupatennya, ia hampir tidak pernah absen, itung-itung untuk melatih skill dan agar ilmunya tidak berkarat.

kisah cinta santri, cinta terlarang, kegagalan cinta

Tapi, ia hanyalah manusia biasa, yang pasti punya banyak kekurangan. Salah satunya adalah wanita!!, Iya, entah karena apa. Tiba2 keberingasannya hilang seketika ketika bertemu dengan makhluk Tuhan yang elok ini. Ibarat pepatah: Wajah sekuriti, hati hello kitty.

Suatu ketika, waktu berjualan di pasar. Tiba-tiba ada suara merdu yang menghentikan lamunannya, “Kudung ini berapa harganya mase??”. Ia tersentak, menoleh dan untuk beberapa saat tidak bisa berkata apa2. “Ini manusia atau bidadari??” batinnya. “Maseeee,,,” ulang dara itu. “Ah eh,, iya mbak,,, anu,,, sebentar tak tanyakan ke bos saya” setelah tanya ke bosnya dan sepakat harga, dara itu membeli kudung itu dan meninggalkannya. Sang remaja hanya termangu memandang kepergiannya.

Sampai dirumah, ia tidak bisa menghilangkan bayangan raut wajah ayu itu. “Aku harus tahu siapa dia dan rumahnya mana!!” gumamnya dengan tangan terkepal.

Setelah melalui proses yang panjang dan berbelit2 yang kalau dicritakan membuat mata pedes wkwk. Akhirnya “sah” juga ia menjadi Idaman dara itu. Dengan tetap model pacaran tempo dulu, yakni kedip2an, tanpa pernah berboncengan, dan paliinnnngg pooolll kirim surat serta saling sapa satu dua kata.

Perubahan, demi perubahan mulai terlihat pada remaja itu. Mulai dari suka ngaji nduduk/nglaju di pondok dekatnya, sampai mahir pidato dihadapan para santri yang mondok di daerahnya itu. Hampir semua kelakuan buruknya ia tinggalkan kecuali satu, yakni pencak silat. Penyebabnya??, Siapa lagi kalau bukan karena dara impiannya, yang ternyata selain berjilbab, juga suka ngaji ples menjadi siswi Madrasah Aliyah!!.

Hingga datang suatu masa, karena ke elokannya, sang dara dilamar oleh gurunya sendiri yang masih perjaka. Sang dara menolaknya halus dan berkata, “Maaf saya sudah ada yang punya”. Guru muda itu tidak terima, dan ingin minta kemantapan dengan menghadirkan remaja itu di rumah nenek si dara yang di tempatinya. Karena memang sang dara yang tinggal bersama neneknya, terpisahkan dari kedua orang tuanya yang mencari nfakah jauh di Jakarta sana.

Dengan membawa motor keluaran terbaru zaman itu, guru lajang itu telah menanti di dalam rumah, bersama nenek dan si dara itu. Beberapa saat kemudian, terlihat di keremangan ada pemuda dekil yang mengayuh sepedanya dengan tergesa-gesa. Iya, dialah yang ditunggu si dara!!. Setelah menyandarkan sepedahnya, salam dan masuk kerumah, barulah pembicaraan serius digelar. Dengan mediasi sang nenek, si dara disuruh milih, antara pak guru dengan remaja dekil itu. Ia tidak menjawab dengan lisan, Cuma duduknya berpindah tempat ke sisi remaja dekil itu dan memandang ke bapak guru seraya berkata, “Maaf,,”.

Tertunduk lesu guru lajang itu mendengar jawaban sang dara. Tanpa basa-basi ia langsung pamit ke nenek si dara dan pulang. Tinggallah sang dara dan remaja dekil itu saling berpandangan dengan penuh cinta.

Beberapa hari setelahnya, sang dara menemui remaja itu dan berkata,
“Mas,,, saya mau pulang ke Jakarta,,”.
“Kenapa,,?”.
“Nggak enak sama teman sekelas, terutama pak guru,,,”.
“Mas,,,”.
“Hmmmm,,,”.
Keduanya hening sesaat.
“Gimana dengan kelanjutan hubungan kita??”.
“Ke kee kelanjutan gimana??” jawab pemuda itu tergagap.
“Kapan kita nikah??”.

Seperti dihantam palu godam, sang remaja hanya tertunduk lesu, dan berkata, “Aku belum siap,,”.
Dengan diam dan pandangan tajam, sambil berurai air mata, sang dara beranjak dari duduknya dan berkata, “Assalamualaikum,,,” sambil meninggalkan remaja itu duduk termangu.

Beberapa hari remaja itu bingung bukan kepalang. Lalu, ia memantabkan hatinya untuk bertekad memberi penjelasan ke dara itu, kalau meminta tempo dan bla bla bla lainnya.

Tapi apa yang terjadi? Setelah ia bersusah payah mengayuh sepeda bututnya ke rumah nenek si dara. Ternyata kekasihnya telang pulang kerumah orang tuanya!!.

Lunglai sudah raga sang remaja itu. “Bagaimana ini??” batinnya. “Aku harus menyusulnya!!”.
Setelah bekerja beberapa hari, ia punya bekal ke Jakarta untuk menyusul pujaan hatinya. Berhari-hari ia mencari alamat si dara dan ketemu.

Keduanya saling berpandangan lama sekali, sebelum si remaja membuka pembicaraan, sang dara memulainya, “Pesanku, jangan kau perlakukan wanita lain sepertiku. Cukup sudah aku, sekarang,,, Nasi sudah menjadi bubur. Aku sudah ada yang punya. Pulanglah,,,” dengan suara bergetar lirih dan air mata yang mengambang.

Pemuda itu tertunduk lesu, menahan air mata yang hampir jebol meluberi kedua kelopak matanya. Dan berkata lirih, “Maaf,,,” sambil membalikkan badannya, pergi pulang ke rumah.

***

Kisah pemuda dan santriwati di atas mengajarkan bahwa apa yang diinginkan, apa yang diangankan oleh manusia tidaklah selamanya mampu ia laksanakan. Bahkan kalaupun toh mampu, ia kadang terhalang oleh sebuah ujian. Tapi, yang terpenting semoga tetap dengan kepala dingin kita menyikapinya. Dan tetap menatap masa depan dengan indah. Seperti remaja itu, ia tidak membiarkan dirinya bermuram durja, tapi melanjutkan pendalaman agamanya, sampai mondok beberapa tahun di salah satu pondok besar, dan sekarang menikah dengan wanita ayu serta di karuniai putri yang jelita juga. [Dikisahkan oleh Gus Robert Azmi]

0 Komentar Maaf, Aku Sudah Ada yang Punya

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top