Administrasi dan Pembunuhan Karakter Generasi Penerus Bangsa

Bukan rahasia lagi bila persoalan administrasi birokrasi di negeri ini berbelit-belit dan menyebalkan. Tidak hanya dalam urusan administrasi layanan publik, tapi juga administrasi kesehatan dan tentu saja pendidikan. Yang terakhir ini, tak jarang memakan banyak korban. Bukan korban dalam arti hilangnya nyawa, tapi korban pembunuhan karakter dan kreatifitas para generasi bangsa.


Seperti yang dicurhatkan oleh Say Aiyubs, seorang Guru Kelas di SD di SDN Buket Bata, Aceh Timur melalui akun FBnya, beliau menulis:
"Betapa kecewanya anak-anak bangsa yang memiliki potensi tapi harus menerima kekalahan tanpa bertanding (Layu sebelum berkembang). Negaraku tidak memberi kesempatan kepada mereka hanya karena sebuah akte kelahiran tanpa solusi yang lain. Padahal hanya untuk memastikan tanggal lahir, apakah pak Geusyik dan pak Camat tidak bisa dipercaya untuk mengeluarkan surat keterangan lahir ? padahal akte mereka dalam pengurusan. Sungguh kasihan dan mengecewakan setelah termotivasi dan latihan harus merelakan kekalahan. Negara kejam membunuh semangat anak-anak tanpa memberi solusi."
Kisah di atas hanyalah sekelumit realitas yang menggambarkan potret kekejaman administrasi di negeri ini. Seakan-akan, kelengkapan administrasi seperti oksigen yang menentukan hidup-mati seseorang. Dan lagi-lagi, rakyat kecillah yang jadi korbannya. Di mana demokrasi? Di mana toleransi? Di mana kemanusiaan?

Lagi-lagi kita diminta untuk sabar..sabar..dan sabar. Mau sampai kapan? Sementara di saat kita brusaha untuk sabar dan terus berjuang, tak ada upaya serius untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Hanya karena kepentingan dari segelintir pihak, tunas-tunas harapan masa depan bangsa itu harus layu sebelum berkembang.


Belum lagi masalah pembunuhan karakter guru honorer melalui janji-janji absurd tentang penyejahteraan yang tak kunjung menemukan realisasinya. Bagaimana pendidikan kita mau maju bila fenomena-fenomena seperti itu masih merajalela? Punya pengalaman atau uneg-uneg serupa? Silahkan berbagi melalui form komentar di bawah.

0 Komentar Administrasi dan Pembunuhan Karakter Generasi Penerus Bangsa

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top