Jumat, 03 Maret 2017

Tujuan Pendidikan Menurut Filsafat Pendidikan Rekonstruksi Sosial

Tujuan pendidikan mengacu pada landasan filosofis tertentu. Tujuan pendidikan rekonstruksi sosial didasarkan dan dikembangkan dari aliran filsafat pendidikan rekonstruksi sosial. Aliran ini disebut juga aliran rekonstruksionalisme yang berasal dari bahasa inggris "reconstruct" yang bermakna menyusun kembali. Salah satu tokohnya adalah Brameld. Ia berpendapat bahwa saat ini telah terjadi pergeseran masyarakat dari pedesaan menuju masyarakat urban dengan kecanggihan teknologi. Sementara itu, masyarakat masih lambat dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi saat ini. Simak juga Tujuan Pendidikan Sejati adalah Penyucian Hati

Rekonstruksi sosial menghendaki tujuan pengajaran adalah membangkitkan kemampuan peserta didik untuk beradaptasi dengan tuntutan perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam tatanan masyarakat sebagai ekses dari pengaruh teknologi dan ilmu pengetahuan. Pendidikan dipandang sebagai upaya mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bakat yang dibawa peserta didik sejak lahir dan pengaruh lingkungan sekitarnya dengan tujuan perubahan yang lebih baik.


Tujuan pendidikan menurut filsafat rekonstruksi sosial menyentuh berbagai bidang yang meliputi sosial, ekonomi dan politik. Sekolah dipandang sebagai lembaga utama yang berfungsi mengupayakan perubahan dalam bidang-bidang tersebut. Tujuan pendidikan menurut aliran Rekonstruksi Sosial adalah menumbuhkan kesadaran dalam diri setiap peserta didik mengenadi masalah sosial, politik, dan ekonomi yang tidak hanya dihadapi oleh lingkungan sekitarnya, namun dihadapi oleh masyarakat dalam skala global.

Peserta didik dibekali berbagai keterampilan sebagai bekal untuk menghadapi masalah-masalah dalam lingkup bidang tersebut (sosial, ekonomi, politik). Setelah peserta didik memiliki kesadaran akan berbagai problem yang dihadapi umat manusia dalam ranah global serta dibekali keterampilan-keterampilan untuk menyelesaikan berbagai problem tersebut, maka diharapkan mereka dapat membangun tatanan masyarakat baru yang lebih baik.

Ibarat bunga yang sedang tumbuh mekar, bagi aliran rekonstruksi sosial, peserta didik adalah generasi emas yang sedang tumbuh. Mereka perlu digembleng agar menjadi agen perubahan sosial guna membangun tatanan masyarakat masa depan. Materi kurikulumya berisi mata pelajaran yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat di masa depan. Peserta didik dimotivasi untuk mampu melihat dan memecahkan permasalahan sosial secara kritis-konstruktif.

Referensi:
Sumber gambar: FP Indonesia Mengajar
Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.
------------, Pengembangan kurikulum pendidikan islam, di sekolah, madrasah, dan perguruan tingi, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2005.
Uyoh Sadulloh, Pengantar Filsafat Pendidikan, Bandung: CV Alfabeta, 2003.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top