Mengapa Wanita Selalu Merasa Paling Benar Sendiri?

Sifat wanita memang sulit ditebak dan dipahami. Banyak pria yang selalu salah dalam cara memahami sifat wanita. Sebagian pria kemudian beranggapan bahwa wanita itu makhluk yang rumit dan menjengkelkan. Padahal, memang pada dasarnya wanita memiliki sifat dan karakter yang unik dan berbeda dengan pria. Karakter wanita memang tidak selalu mudah untuk dibaca. Maka tak heran, bila kemudian muncul berbagai cara mengetahui sifat dan kepribadian wanita, ada yang berdasarkan zodiak, tanggal dan bulan kelahiran, nama, hari lahir, dan sebagainya.

Wanita lebih sulit dalam memutuskan dibandingkan dengan pria, termasuk memutuskan hal yang remeh temeh sekalipun. Sebagai pasangan, sebenarnya dia sangat mempedulikan kita sebagai pria, dia ingin memberikan yang terbaik untuk kita. Tapi seringkali mereka kesulitan untuk memutuskan harus dengan cara apa dan bagaimana melakukannya. Memang terlihat konyol, tapi memang seperti itulah wanita diciptakan. Satu hal yang harus selalu kita ingat sebagai pria adalah, bahwa dia memperhatikan kita, dan kita harus membuat lebih mudah baginya.


Pada umumnya (tidak semuanya) wanita sama sekali tidak mau diposisikan sebagai pihak yang bersalah, meskipun sudah jelas-jelas dia yang salah. Percuma saja berusaha membuktikan bahwa ia memang salah, toh pada akhirnya itu Cuma akan membuat kita sebagai kaum pria jengkel dan sakit hati. Yang sebaiknya kita lakukan cukup mengalah.

Mengalah untuk menang, mengalah bukan berarti bodoh. Mengalah dengan didasari oleh rasa kasih sayang yang mendalam serta kelembutan. Wanita sebenarnya tau saat dia bersalah, dan butuh waktu untuk menyadari dan menyesuaikan diri atas kesalahannya tersebut. Sebagai kaum laki-laki, kita benar-benar harus punya kesabaran yang besar menghadapi wanita. Ingatlah bahwa dibalik sifatnya yang seringkali menyebalkan, wanita adalah sosok yang penyayang dan pemberi kebahagiaan hidup yang sangat berharga.

Wanita juga cenderung perfeksionis. Sifat wanita seperti ini ada sisi positif dan negatifnya pula. Positifnya, keperfeksionisan wanita membuat mereka perhatian terhadap hal-hal kecil sekalipun, seperti masalah kebersihan, kerapian dan sebagainya. Wanita meneraturkan hidup laki-laki yang cenderung tidak rapi dan acak-acakan, mulai dari kebersihan rumah, kamar tidur, dan sebagainya. Namun negatifnya, dalam beberapa hal, sifat perfeksionis membuat wanita cenderung ragu dan takut untuk melangkah atau melakukan suatu hal karena khawatir hasilnya tidak maksimal dan sempurna.

Pendidikan dan pengalaman hidup, juga mempengeruhi sifat dan karakter wanita. Dengan pendidikan yang baik dan benar, mulai dari pendidikan dalam lingkungan keluarga, sekolah, sampai masyarakat, akan membentuk sifat dan karakter wanita yang baik pula, terutama pendidikan mengenai nilai-nilai agama. Wanita dan semua keunikannya mengajarkan kepada kita bahwa hidup itu harus saling melengkapi. Perbedaan ada bukan untuk disikapi sebagai sesuatu yang negatif. Namun, perbedaan adalah anugerah Tuhan untuk kehidupan itu sendiri.

Wikipendidikan
Back To Top