Rabu, 29 Maret 2017

Pengembangan Gerakan Literasi Melalui Pembudayaan dan Pelatihan Keterampilan Membaca

Perpustakaan dan literasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dalam hal ini, United States Agency for International Development (USAID) PRIORITAS Jawa timur melakukan pengembangan gerakan literasi di Kota Surabaya lewat pembudayaan membaca dan keterampilan membaca.

Sebagaimana dilansir antaranews jatim pada 25 maret 2017, Koordinator USAID Prioritas Jawa timur, Silvana Erlina, menyatakan bahwa USAID Prioritas langkah tersebut merupakan wujud implementasi dari komitmen USAID sejak awal dalam rangka pengembangan gerakan literasi di kabupaten-kabupaten mitra yang salah satunya adalah Surabaya.

Silvana menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan komitmen USAID Prioritas, Gramedia, serta Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kota Surabaya untuk menyelenggarakan lokakarya mini dengan tema "Mengembangkan Budaya Baca dan Keterampilan Membaca" yang dilaksanakan di Balai Pemuda Surabaya.

Foto: priortaspendidikan.org
Sedikitnya ada 120 peserta lokakarya yang terdiri dari para pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) di Surabaya. Kegiatan lokakarya ini diharapkan dapat semakin menguatkan SDM para petugas perpustakaan (terutama dalam hal keterampilan membaca) yang tersebar di Taman Baca Masyarakat tingkat kelurahan yang tersebar di Surabaya.

Lokakarya ini sangat bermanfaat bagi para pengelola TBM yang notabene tidak semua berlatar belakang pendidikannya bukanlah sarjana ilmu perpustakaan dan pendidikan. Mau tidak mau, perbedaan latar belakang pendidikan dengan profesi, menuntut mereka harus mau menjadi insan pembelajar tentang hal-hal yang berhubungan dengan profesi yang digelutinya.

Sebelumnya, USAID PRIORITAS jawa timur juga melatih 13.880 tenaga pendidik yang terdiri atas kepala sekolah, guru, juga pengawas yang berasal dari 19 kabupaten di Jawa timur sebagai upaya memberantas buta huruf.

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jawa Timur berada di posisi pertama dengan tingkat buta huruf tertinggi dari 6 provinsi lain di Indonesia.

Menurut pemaparan Silvana, tingginya angka buta aksara di Jawa timur salah satunya disebabkan oleh tidak merata dan seimbangnya persebaran guru antara daerah perkotaan dan pedesaan, selain disebabkan masalah kualitas pendidik dan pembelajaran.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top