Membaca dalam Hati dalam Gerakan Literasi Sekolah

Pengertian Membaca dalam Hati

Membaca dalam hati adalah strategi atau cara membaca selain membaca nyaring atau bersuara. Beberapa istilah asing untuk menyebut kegiatan membaca dalam hati di antaranya Sustained Silent Reading (SSR), Drop Everything and Read (DEAR), dan Free Voluntary Reading (FVR). Membaca dalam hati bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan membaca, kemampuan menulis, memperkaya kosakata, dan mampu menggunakan bahasa dengan baik dan benar.

Membaca merupakan keterampilan dan kegiatan yang menjadi ciri khas manusia. Sebagai sebuah skill atau keterampilan, kemampuan membaca bukan bakat bawaan yang secara otomatis bisa dikuasai oleh manusia. Melainkan didahului oleh aktivitas belajar dan pembiasaan membaca.

Kelebihan Membaca dalam Hati

cara membaca, fiksi, teknik membaca, membaca cepat
Membaca dalam hati sangat penting dan bermanfaat sebagai implementasi dari salah satu dari lima pilar pendidikan UNESCO, yaitu konsep belajar sepanjang hayat. Hasilnya, baik peserta didik maupun guru, dapat menjadi insan pembelajar sepanjang hayat.

Membaca dalam hati sekaligus merupakan salah satu cara belajar membaca. Dengan kata lain, cara belajar membaca adalah dengan melakukan kegiatan membaca itu sendiri. Semakin sering kita membaca, terutama membaca dalam hati, maka akan semakin baik kemampuan membaca kita.

Ketika peserta didik telah mampu menguasai dasar-dasar membaca, maka akan banyak sekali nilai positif yang akan didapatkannya. Membaca dalam hati adalah sarana yang amat penting dalam rangka menambah dan mengembangkan kosakata mereka.

Seperti yang diungkapkan oleh Jim Trelease dalam bukunya yang berjudul the Read-Aloud Handbook bahwa setiap buku (komik, cerita anak, atau surat kabar) dapat mengenalkan kepada pembaca setidaknya 30–65 kosakata baru.

Bagi guru, kegiatan membaca dalam hati bisa dimanfaatkan untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Misalnya dengan melakukan pencatatan waktu yang digunakan untuk membaca serta menganalisis data hasil tes kegitan membaca yang dilakukan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Kegiatan membaca dalam hati bukanlah kegiatan yang manfaatnya dapat dinikmati dengan instan. Manfaat positif kegiatan membaca dalam hati bagi sikap membaca yang positif baru dapat dirasakan kalau dilakukan secara kontinyu dan istiqomah selama minimal tiga bulan. Setelah kurang lebih tahun pertama berlalu, kegiatan membaca dalam hati yang dilakukan secara kontinyu dan istiqomah baru mulai menunjukkan damak positifnya terhadap kemampuan membaca, menulis, penguasaan kosakata, tata bahasa dan ejaan.

Penerapan Membaca dalam Hati di Sekolah


Adanya Gerakan Literasi Sekolah merupakan wujud kesadaran pemerintah akan arti penting literasi dalam dunia pendidikan. Dalam penerapannya, kegiatan membaca dalam hati hendaknya melibatkan seluruh peserta didik dan pihak sekolah termasuk guru untuk membaca buku baik fiksi mauun non-fiksi sesuai minat dan keinginan masing-masing.

Kegiatan membaca hati dapat dilakukan secara kontinyu pada waktu-waktu tertentu. Dengan pelaksanaan kegiatan membaca yang kontinyu, nantinya diharapkan membaca menjadi kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.

Pelaksana teknis kegiatan bisa berasal dari guru bahasa atau membentuk sebuah Tim Literasi Sekolah sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap program membaca dalam hati di sekolah. Tim literasi sekolah selain bertanggungjawab secara teknis, juga menyusun perencanaan program membaca dalam hati supaya mendapatkan dukungan dari seluruh warga sekolah dan juga orang tua.

Diolah dari: Buku Manual Pendukung Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah

0 Komentar Membaca dalam Hati dalam Gerakan Literasi Sekolah

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top