Senin, 20 Maret 2017

9 Jenis Kompetensi yang Harus Dimiliki Anak Sebagai Bekal Menghadapi Tantangan Hidup di Masa Depan

Dunia terus berubah dari waktu ke waktu. Sayyidina Ali memerintahkan kepada orang tua untuk mendidik anaknya sesuai dengan kondisi zaman anak tersebut, bukan dengan pola pendidikan yang sama seperti di zaman orang tuanya dulu. Statemen ini mengisyaratkan bahwa orang tua dan sekolah harus memberikan pendidikan yang relevan dengan saat ini serta mempersiapkan anak dengan seperangkat kompetensi untuk perubahan di masa yang akan datang.

Ada sebagian orang tua yang memilih homeschooling untuk pendidikan anak-anak mereka. Karena sistem pendidikan formal atau sekolah dinilai tidak mampu mempersiapkan anak menghadapi tantangan dunia di masa depan yang tak mampu diprediksi. Tentu dengan syarat orang tua harus memiliki kapasitas untuk hal itu. Simak artikel saya sebelumnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Rumah

pendidikan anak usia dini, kurikulum paud, kompetensi guru, mendidik anak
Leo Babatua, pemilik salah satu blog terpopuler di dunia zenhabits.net, menyatakan ada beberapa skill esensial yang ia yakini harus ditumbuhkan dalam diri setiap anak sejak dini sebagai bekal terbaik untuk mempersiapkan diri mereka dalam kondisi zaman yang akan datang. Sembilan kompetensi/skill tersebut adalah:

1. Kompetensi bertanya

Kompetensi bertanya merupakan salah satu tolak ukur dari kecerdasan seseorang. Anak adalah seorang pembelajar. Sebagai pembelajar, yang kita harapkan tentu dia bisa belajar secara mandiri. Ketika dia mampu belajar secara mandiri, maka sebagai orang tua, beban mengajarnya tentu akan berkurang. Apa pun yang akan dia pelajari di masa depan, dia dapat mempelajarinya secara mandiri.

Tahap pertama pembelajaran mandiri adalah bertanya. Ketika anda berjalan bersama anak anda dan menemukan hal baru, berikan pertanyaan padanya dan gali kemungkinan-kemungkinan jawaban bersama dengan anak anda. Ketika anak bertanya, berikan apresiasi kepadanya.

2. Kompetensi pemecahan masalah

Ketika anak mampu memecahkan masalah, dia dapat mengerjakan beberapa pekerjaan sederhana. Ajarkan anak Anda untuk memecahkan masalah dengan memberi contoh pemecahan masalah sederhana, kemudian izinkan dia untuk melakukan beberapa hal yang sangat mudah secara mandiri. Jangan langsung membantu dia menyelesaikan semua masalahnya, biarkan mereka mencoba berbagai kemungkinan solusi, dan hargai upayanya. Maka, anak anda akan mengembangkan kepercayaan diri dirinya dalam kompetensi pemecahan masalah.

3. Kompetensi mengerjakan proyek

Kerjakan proyek-proyek sederhana bersama dengan anak anda, seperti menulis, menggambar, membuat mainan dari kertas, dan lain sebagainya. Biarkan dia mengamati bagaimana proses melakukan proyek yang kalian lakukan bersama. Biarkan dia melakukan lebih dan lebih lagi secara mandiri. Saat dia telah mendapatkan kepercayaan diri, biarkan dia menangani lebih banyak proyek secara mandiri. Baca juga 7 Cara Jitu Mengembangkan Kreativitas Anak

4. Kompetensi menemukan passion

Passion adalah sesuatu di mana kita benar-benar tertarik kepadanya. Kita merasa nyaman dan tak bisa berhenti memikirkannya serta berusaha untuk terus menyelami kedalamannya. Bantulah anak anda menemukan hal-hal yang benar-benar mereka sukai.

5. Kompetensi untuk mandiri


Anak harus diajarkan untuk mandiri secara bertahap. Perlahan-lahan dorong mereka untuk melakukan hal-hal secara mandiri. Ajarkan mereka bagaimana melakukannya, beri contoh model, bantu mereka melakukannya, kurangi bantuan terhadap mereka perlahan-lahan, selanjutnya biarkan mereka melakukan kesalahan mereka sendiri.

Beri mereka kepercayaan diri dengan membiarkan mereka mencapai banyak keberhasilan, dan biarkan mereka mencari solusi atas kegagalan. Setelah anak belajar mandiri, mereka akan belajar bahwa mereka tidak perlu guru, orang tua, atau teman untuk memberitahu mereka semua tentang apa yang harus mereka lakukan. Mereka dapat mengatur diri mereka sendiri dan mencari tahu langkah apa yang harus mereka ambil.

6. Kompetensi membahagiakan diri sendiri

Banyak orang tua yang terlalu memanjakan anak-anak mereka sejak kecil. Terlalu konservatif dalam menjaga dan merawat, sehingga tanpa disadari hal itu membuat anak terbiasa bergantung pada keberadaan orang tua untuk kebahagiaannya.

Ketika anak itu tumbuh, dia tidak tahu bagaimana menjadi bahagia tanpa kemanjaan dari orang tua, tanpa kehadiran orang tua di sisinya. Dia akan mencari sumber kebahagiaan dari yang lain seperti pacar atau teman-teman. Kegagalan itu, membuat mereka mencari kebahagiaan dalam hal-hal eksternal lainnya seperti belanja, makanan, video game, dan Internet.

Maka dari itulah, sangat penting bagi orang tua untuk menanamkan pola pikir pada anak sejak usia dini bahwa ia bisa bahagia dengan dirinya sendiri. Tanamkan kesadaran bahwa mereka terlahir sebagai juara, yang memiliki potensi dan keterampilan sangat berharga dalam dirinya sendiri.

7. Kasih sayang

Orang tua harus diajarkan kompetensi mengasihi dan menyayangi sejak dini. Kompetensi ini merupakan elemen vital agar kelak anak dapat bekerjasama secara baik dengan orang lain, peduli terhadap orang lain, ikhlas membantu, mendahulukan kepentingan orang lain selain dirinya sendiri, dan membahagiakan orang lain.

Dalam hal ini, orang tua harus menjadi role of model dari implementasi kasih sayang, misalnya dengan berbelas kasih kepada anak setiap saat. Tunjukkan kepada mereka tentang empati dengan memberikan pertanyaan tentang apa yang dirasakan orang lain bila mengalami peristiwa tertentu. Dalam setiap kesempatan, ajarkan pada mereka tentang bagaimana cara untuk meringankan penderitaan orang lain, bagaimana membuat orang lain bahagia dengan kebaikan kecil dan sederhana.

8. Kompetensi toleransi

Ada sebagian orang yang tumbuh di daerah yang terpencil dan terisolasi, di mana orang-orang di sana kebanyakan memiliki kebudayaan sama (setidaknya dalam penampilan), dan ketika ada orang luar daerah yang datang dan melakukan kontak komunikasi dengan mereka, ada perasaan tidak nyaman.
Paparkan kepada anak-anak anda bahwa setiap orang itu unik dan berbeda. Perbedaan dari segala jenis, mulai dari ras, suku, agama, jenis kelamin, budaya, dan pemikiran (pandangan dunia dan paradigmanya). Perbedaan adalah rahmat Tuhan yang tidak boleh disikapi secara negatif, namun perbedaan adalah sesuatu yang harus dirayakan (seperti slogannya kompas.com), dan itulah yang membuat hidup begitu indah dan berwarna. Simak juga Belajar Toleransi dari Quraish Shihab, Tiada Paksaan dalam Beragama

9. Kompetensi berdamai dengan perubahan

Kompetensi ini akan menjadi salah satu keterampilan yang paling penting karena anak-anak kita tumbuh di dunia hang selalu berubah, agar mereka mampu menerima perubahan, menghadapi perubahan, dan menavigasi aliran perubahan, sehingga ia akan menjadi sosok yang memiliki keunggulan kompetitif. Berikan contoh mengenai keterampilan ini untuk anak anda di setiap kesempatan penting. Tunjukkan kepada mereka bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan hidup yang positif

Kita tidak dapat memberikan anak-anak kita satu set data tentang masa depan yang harus mereka pelajari. Tapi kita bisa mempersiapkan mereka untuk beradaptasi, belajar, dan menyelesaikan beragam permasalahan untuk waktu sekitar 20 tahun ke depan.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top