Jumat, 10 Maret 2017

Apresiasi Keberanian Anak Terbukti TIngkatkan Motivasi Belajarnya

Guru profesional adalah ia yang mampu menghargai sekecil apa pun keberanian anak. Apresiasi atas keberanian anak-anak untuk melakukan sesuatu yang sangat sederhana sekalipun. Berani mengangkat tangan ketika diberi pertanyaan, berani maju ke depan kelas ketika ada tantangan, dan lain sebagainya. Sayangnya, prinsip apresiasi ini terkadang masih terlupakan, seakan tak ada hal istimewa dari respon yang diberikan anak-anak.

Dr. Susan Forward dalam bukunya, Toxic Parents (2002), menjelaskan bahwa kekerasan verbal terhadap anak bisa terjadi melalui dua gaya. Pertama, secara langsung merendahkan anak-anak, seperti misalnya menghina, menjatuhkan, dan menghardik. Kedua, secara tidak langsung. Misalnya dengan menyisipkan humor, sarkastik, atau menertawakannya.

Sungguh sayang, hal-hal seperti di atas masih sering ditemukan ketika anak melakukan sesuatu yang oleh guru dianggap salah dalam proses pembelajaran. Padahal, justru hal itu dapat menurunkan motivasi dan semangat anak-anak untuk belajar. Keberanian anak pun akan layu.

motivasi belajar

Mengapa harus ada kekerasan verbal? Haruskan anak-anak melakukan hal yang selalu sesuai dengan standar kebenaran kita? Mengapa tidak kita apresiasi saja? Padahal apresiasi bisa diberikan dengan sesuatu yang sangat sederhana namun memberi makna, seperti pujian dan tepuk-tepukan.

Tepuk tangan atau tepuk-tepukan akan selalu menjadi penyemangat dalam kelas. Tepuk semangat ketika ada seorang anak yang ingin tampil di depan kelas, tepuk terima kasih saat ada yang berani melakukan sesuatu atau tepuk segitiga saat ada anak-anak yang berani menjawab tantangan. Dan dilakukan secara bersama-sama. Anak-anak bisa menjadi bahagia, mendatangkan energi dan memicu keberanian anak-anak untuk melakukan sesuatu.

Kemudian setelah itu, fasilitasi anak-anak untuk menemukan kebenaran mereka masing-masing. Sebab, mengutip kalimat salah seorang Pengajar Muda di “Program Indonesia Mengajar” yaitu Arsyad Iriansyah, bahwa pendidikan adalah proses menyalakan pikiran dan mematangkan kepribadian.

Dengan demikian, mengapresiasi keberanian anak-anak dengan sesuatu yang sangat sederhana sekalipun, merupakan salah satu cara dan upaya agar proses pembelajaran menjadi lebih bermakna, di samping dapat memacu semangat dan motivasi belajar menuju arah kematangan pikiran dan kepribadiannya.

0 Komentar Apresiasi Keberanian Anak Terbukti TIngkatkan Motivasi Belajarnya

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top