Kamis, 16 Februari 2017

Literasi Digital dan Peran Pentingnya dalam Melawan Hoax

Pengertian Literasi Digital

Literasi digital adalah seperangkat kemampuan yang dipunyai seseorang dalam menggunakan perangkat digital. Arti literasi digital tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis dalam alat-alat dan produk teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, medsos, internet, dan gadget, akan tetapi termasuk kemampuan untuk memahami, menganalisis, mengorganisasi dan mengevaluasi beragam informasi melalui alat-alat digital. Menurut ALA, Literasi digital adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi dalam rangka menemukan, mengevaluasi, menciptakan, dan mengomunikasikan ulang informasi, di mana literasi digital memerlukan kemampuan teknis dan kecerdasan kognitif.

Dengan literasi digital, setiap orang akan cerdas dan kritis terhadap setiap informasi digital, mengetahui, memahami, serta memilih dan memilah positif-negatifnya. Dengan kata lain, seseorang mampu memfilter mana yang baik dan mana yang buruk dari dunia digital, yang dalam hal ini berita dan informasi. Tanpa kemampuan literasi digital, seseorang akan mudah menjadi korban dari ekses negatif teknologi digital. Baca juga Macam-macam Literasi

Melawan Hoax dengan Membangun Budaya Literasi Digital


Dunia digital yang diwakili oleh hadirnya internet dan media-media digital sekarang menunjukkan kondisi yang kian memprihatinkan. Pasalnya, dunia digital saat ini telah ditumbuhi banyak virus negatif seperti konten berbau hoax, ujaran kebencian atau hate speech, bullying, radikalisme, sampai pada beraneka ragam praktik penipuan. Hal tersebut bisa dilawan dengan membangun budaya literasi digital di masyarakat. Melalui langkah ini, dunia digital bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan berdampak positif bagi masyarakat.

Pesatnya pertumbuhan alat-alat teknologi informasi dan komunikasi semacam smartphone dan medsos yang tidak diimbangi dengan literasi digital penggunanya, mengakibatkan begitu banyak informasi hoax menjamur. Berita-berita hoax yang menyesatkan beredar lewat berbagai jalur digial, termasuk situs media online, blog, website, sosmed,email, dan aplikasi pesan instan.

Tanpa budaya literasi digital, netizen akan mudah termakan hoax dan provokatif, bahkan sampai berperan aktif menyebarluaskan hoax yang tidak disadari dapat membawa kerusakan bagi dirinya maupun pihak lain.


Senada dengan yang diungkapkapn bapak kemendikbud Muhadjir Efendi, bahwa ekosistem dunia digital yang saat ini dirusak dan dikotori oleh banyaknya konten negatif dan sampah, hanya bisa diatasi dengan membangun kesadaran akan pentingnya literasi digital bagi setiap individu dengan harapan supaya dari masyarakat publik yang melek digital akan hadir suasana dunia digital yang kondusif dengan konten-konten positif yang merupakan hasil dari produktivitas masyarakat yang melek digital.

Individu yang memiliki melek digital, tidak hanya akan mampu berpikir kreatif, mendalam, dan lebih luas saat berhadapan dengan konten-konten digital, namun juga mampu dan mau bergerak untuk berkontribusi menciptakan konten-onten digital yang kreatif, positif, dan bermanfaat tentunya.

Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, jadi korban informasi hoax atau penipuan yang berbasis digital. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung aman dan kondusif.

Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama. Keberhasilan membangun literasi digital merupakan salah satu indikator pencapaian dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Keberhasilan literasi digital yang sesungguhnya, salah satunya terwujud dengan tumbuhnya kesadaran massyarakat untuk menggunakan internet secara cerdas dan positif.

0 Komentar Literasi Digital dan Peran Pentingnya dalam Melawan Hoax

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top