Jumat, 17 Februari 2017

Pengertian Akhlak, Etika, Moral, dan Susila

Pengertian "akhlak" secara terminologis adalah perilaku manusia dalam segala aspek kehidupan. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pertimbangan.

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gamblang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.


Untuk lebih memahami tentang pengertian dan hakikat akhlak, ciri-ciri penting dari akhlak ialah sebagai berikut :
  1. Akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang sehingga menjadi karakter/kepribadiannya.
  2. Akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauan, pilihan, dan keputusan seseorang.
  3. Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran (bersifat spontanitas).
  4. Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan dengan main-main atau bersandiwara.
  5. Akhlak (khususnya akhlak yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah.
Dilihat dari fungsi dan peranannya dapat dikatakan bahwa akhlak, etika, moral, dan susila, adalah sama, yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan baik buruknya. Kesemuanya sama-sama menghendaki masyarakat yang damai, baik, teratur dan berbudi luhur sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera lahiriyah dan bathiniyah.

Perbedaan antara akhlak etika, moral, dan susila terletak pada sumber yang dijadikan pijakan untuk menilai baik dan buruk. Dalam etika, penilaian baik/buruk berdasarkan pendapat akal yang merupakan pemikiran filosofis seperti yang dilakukan Aristoteles yang ia tuangkan dalam karya masterpiecenya berjudul etika.

Ditinjau dari landasan yang mendasarinya, moral dan susila didasarkan atas kebiasaan umum yang berlaku di masyarakat atau yang dalam bahasa ushul fiqh disebut ‘urf. Sedangkan pada akhlak, ukuran yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk adalah Al-Quran dan Hadis.

Perbedaan lain juga terlihat pada sifat dan kawasan pembahasannya. Etika lebih banyak bersifat teoritis daripada praktis. Sedangkan moral dan susila lebih banyak bersifat praktis.

Etika memandang tingkah laku manusia secara umum, sedangkan moral dan susila bersifat lokal dan individual. Etika menjelaskan baik dan buruk, moral dan susila menyatakan ukuran tersebut dengan perbuatan. Etika, moral, dan susila berasal dari manusia sedangkan akhlak berasal dari Tuhan.

Pustaka: Nata, Abuddin. Akhlak Tasawuf. Jakarta: Rajawali Pres. 2009.

0 Komentar Pengertian Akhlak, Etika, Moral, dan Susila

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top