Rabu, 22 Februari 2017

Pemimpin Muslim tetap Lebih Baik, Ini Alasannya

Bagi umat Islam lebih baik memilih pemimpin muslim meskipun belum nampak prestasinya daripada memilih pemimpin kafir meskipun berprestasi. Karena prestasi bisa diraih siapapun dengan cara yg jujur dan bekerjasama dengan tim yang baik. Pilihan kita bisa merubah prestasi menjadi lebih baik namun akan sulit merubah pemimpin kafir/ non muslim menjadi muslim karena non muslim sebagai minoritas pasti akan memanfaatkan jabatannya untuk menggilas secara politik dan secara apa saja terhadap kepentingan umat muslim. Kalau tidak percaya bacalah al Quran disana ada ayat qot'y dzanny yang jelas dibedakan dengan tegas. Kita sebagai muslim pasti tidak akan berani merubah yg qot'y menjadi dzanny. Jangan sok intelektual, moderat dan pluralis di Indonesia dengan memilih pemimpin non muslim di Indonesia, tulis bapak Muhammad Itmam di status facebook beliau.


Lebih lanjut beliau menegaskan, kalau masih ragu gunakan teori ilmu hukumnya Lorien Friedman, struktur hukum, substansi hukum dan budaya hukum. Ketiganya adalah aspek terpenting dalam mengatur negara dan pemerintahan dalam bentuk apapun. Muslim Indonesia bukan muslim Amerika, bukan Muslim Arab Saudi dan bukan muslim yang bukan2. Muslim Indonesia adalah muslim yang mengelaborasi budaya masyarakat. Ribuan tahun telah terbukti budaya Indonesia mayoritas adalah budaya muslim akulturatif termasuk dalam hal memilih pemimpin.

Jika anda Muslim kaffah di Indonesia pastilah tidak memilih pemimpin non muslim. Anda tetap eksis sebagai warga berpancasila yang memahami Islam. Indonesia memang bukan negara agama dan juga bukan negara sekuler, tapi yang pasti dan fakta nyata bahwa mayoritas dan budaya Indonesia adalah murni menjiwai semangat keislaman. Semangat keislaman berkeindonesiaan yang kaffah dan sempurna adalah semangat terus memilih dan berusaha menampilkan keislaman termasuk memilih pemimpin. Semoga kita memahami Islam kebangsaan kita.

0 Komentar Pemimpin Muslim tetap Lebih Baik, Ini Alasannya

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top