Pembelajaran Literasi Melalui Pembiasaan Membaca di Lingkungan Keluarga

Pendidikan berperan penting bagi pergerakan segala bidang kehidupan umat manusia. Baik atau buruknya kualitas pendidikan sangat menentukan laju pergerakan bidang kehidupan yang lain, termasuk ekonomi dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari buku. Sebab buku merupakan sumber ilmu pengetahuan. Meskipun saat ini pengetahuan bisa didapatkan tidak hanya dari buku, namun dari tulisan-tulisan yang terserak di internet. Tetap saja buku merupakan bagian dari pendidikan yang penting dan tidak diragukan validitas dan kualitasnya, yang merupakan hasil kreasi dari curahan imajinasi dan daya ingat manusia. Makanya ketahui 14 Manfaat Membaca yang jarang diketahui

Literasi adalah sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dari dunia pendidikan karena merupakan sarana untuk mengenal, memahami, dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh anak baik di rumah maupun sekolah. Hal ini salah satunya dilatarbelakangi oleh problem yang ada pada sebagian besar peserta didik yang saat ini masih lemah dalam kemampuan menganalisis data berupa kalimat (kualitatif) maupun berupa angka (kuantitatif). Maka dari itu, membaca dengan ancangan literasi kritis dalam kegiatan Literasi Sekolah merupakan bagian dari literasi dasar yang harus ditanamkan kepada para peserta didik di sekolah maupun di rumah.

Pembiasaan membaca di Rumah via wikipedia
Menurut teori perkembangan kognitif dari Jean Piaget, anak telah mencapai kemampuan berpikir yang logis dari berbagai ide dan gagasan yang abstrak ketika telah menginjak remaja usia sekitar 12-17 tahun. Teori inilah yang menjadi salah satu alasan untuk menguatkan budaya literasi di kalangan anak atau remaja dengan pola pembiasaan membaca di rumah.

Tujuan dari penguatan budaya literasi di rumah terutama bagi anak-anak yang menginjak usia remaja adalah untuk meningkatkan kecintaan terhadap kegiatan membaca dalam keluarga. Ketika membaca telah menjadi budaya, maka waktu luang akan lebih banyak terisi dengan sesuatu yang positif dan menyenangkan. Selain itu juga meningkatkan kemampuan remaja dalam memahami apa yang dibaca serta mengasah kemampuannya dalam menganalisis, berpikir kritis, serta menyajikan ulang dalam bentuk verbal dari informasi atau pengetahuan yang didapatkannya dari bahan bacaan.

Budaya membaca via http://www.eachieve.com/
Melalui Program Gerakan Literasi Sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berusaha membuat program kegiatan pembiasaan membaca yang komprehensif dengan melibatkan semua unsur dalam di lingkungan pendidikan dalam rangka meningkatkan minat baca serta kemampuan memahami bahan bacaan, termasuk salah satunya adalah lingkungan keluarga.
Strategi Pembelajaran Literasi melalui pembiasaan membaca di rumah atau lingkungan keluarga, dapat dilakukan dengan 4 langkah sebagai berikut:

1. Orang tua sebagai teladan berliterasi

Para orang tua harus memberi teladan tentang kebiasaan membaca. Kebiasaan orang tua membaca majalah, koran, atau buku, bahkan panduan manual alat di depan anak, akan mampu memberikan ekses positif terhadap anak. Perilaku orang tua tersebut, secara tidak langsung telah membelajari anak agar meniru kebiasaan membaca yang mereka lakukan, sehingga pada akhirnya budaya membaca di keluarga tumbuh dan berkembang dengan sendirinya.

2. Menciptakan suasana rumah yang ramah literasi

Cara ini dapat ditempuh dengan menyediakan tempat khusus untuk membaca perpustakaan mini yang berisi rak untuk menaruh buku-buku yang mudah dijangkau oleh anak. Bisa juga ditambah dengan memajang beberapa aksesoris atau tulisan-tulisan inspiratif tentang manfaat dan pentingnya membaca sehingga bisa memotivasi anak untuk membaca. Bisa juga dengan memajang hasil
karya kreatif anak di sekolah, di kamar atau ruang keluarga sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka.

3. Menyusun program pembiasaan membaca minimal 15 menit setiap hari

Masalah pemilihan bahan bacaan bebas, asalkan bermanfaat. Bacaan tersebut bisa berasal dari media cetak berupa komik bergambar, majalah, koran, brosur, tutorial, dan sebagainya.

4. Menciptakan lingkungan sosial di rumah yang efektif dan komunikatif

Langkah yang ditempuh dalam menciptakan lingkungan sosial yang efektif dan komunikatif dalam keluarga salah satunya dengan membangun interaksi antara orang tua dan anak untuk saling menceritakan hal-hal berkesan yang mereka alami di luar rumah atau dengan mendiskusikan secara santai tentang isi bacaaan yang telah mereka baca di rumah. Langkah tersebut, sekaligus menjadi upaya yang efektif dalam pembiasaan budaya literasi di lingkungan keluarga.

Setelah anak mulai terbiasa membaca minimal 15 menit setiap harinya, maka bisa dilanjutkan dengan mencatat informasi apa yang telah ia dapat dari bacaan ke dalam kartu berisi kolom-kolom yang memuat tanggal kapan bacaan itu dibaca dan sekaligus komentar pribadinya. Misalnya seperti dalam gambar berikut:


Agar supaya anak terus termotivasi dan terbiasa untuk membaca, maka sebaiknya orang tua memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada anak atas prestasi membaca yang selama ini telah mampu ia lakukan secara kontinyu di rumah. Setiap kali anak menyelesaikan misalnya 10 bacaan, orang tua dapat memberikan hadiah seperti membelikan buku yang dia sukai atau kejutan lainnya. Dengan langkah-langkah ini diharapkan Pembelajaran Literasi Melalui Pembiasaan Membaca di Lingkungan Keluarga dapat berjalan dengan baik dan lancar. [Sumber: Manual Pendukung Gerakan Literasi Sekolah]
Wikipendidikan
Back To Top