Nilai Pendidikan dan Pembinaan Jiwa dalam Ibadah Puasa

Allah Yang Maha Besar, tidak mensyariatkan suatu amal ibadah melainkan pasti mengandung unsur pendidikan yang membawa kepada jiwa taqwa, termasuk salah satunya ibadah puasa. Dalam ibadah puasa terdapat pendidikan dan pembinaan jiwa serta obat bagi banyak penyakit fisik dan psikis. Puasa Ramadhan selama sebulan penuh yang dilakukan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku, merupakan latihan menekan dan mengendalikan syahwat secara terus-menerus setiap tahun. Begitu pula dengan puasa-puasa sunnah seperti puasa senin-kamis, puasa asyura, dan lain-lain.

Puasa mengajari manusia mengontrol perilakunya dalam kehidupan, pelaksanaan tanggung jawab, pemenuhan kewajiban-kewajibannya, serta senantiasa memperhatikan Allah dalam segala tindakan yang akan dilakukannya. Banyak orang yang dikontrol oleh keinginan nafsu syahwat yang terus hidup dan membisikkan lewat alam bawah sadarnya, sehingga tidak heran banyak orang yang tidak mampu mengontrol perilakunya sendiri, entah dalam masalah makan, minum, pakaian, perhiasan, dan lain sebagainya.

Puasa mendidik manusia agar tidak hanya tau tentang menuntut hak, namun juga menjalankan kewajiban, baik dalam konteks antar sesama manusia maupun dengan Allah. Seringkali orang tidak tau kapan ia seharusnya menuntut hak, dan kapan saatnya memenuhi kewajiban.


Puasa juga mendidik nurani manusia agar selalu memiliki komitmen untuk berperilaku baik dan jujur atas dorongan nuraninya sendiri tanpa pengawasan orang lain, istilah inteleknya kredibilitas.

Dalam puasa juga terdapat latihan kesabaran bagi manusia dalam merasakan lapar, dahaga, dan menahan syahwat. Kesabaran diperlukan dalam setiap kondisi kehidupan, termasuk sabar dalam menahan godaan hawa nafsu yang terus mengajak manusia kepada kemaksiatan dan kesesatan sehingga semakin jauh dari Allah. Puasa menjadi salah satu bentuk usaha menggembleng nafsu manusia agar lebih terkendali.

Selanjutnya, manusia bertugas mengimplementasikan pelajaran kesabaran yang telah didapatnya dari puasa itu ke dalam seluruh aspek kehidupannya yang lain. Sabar merupakan sifat utama yang membantu manusia dalam menanggung beratnya perjuangan hidup dan sarana penempaan jiwa serta benteng perlawanan terhadap hawa nafsu dan syahwat.

Bagi orang kaya, manfaat psikologis puasa bagi mereka adalah membuatnya merasakan pedihnya lapar serta menimbulkan perasaan kasih sayang terhadap fakir miskin sehingga mendorongnya berbuat baik kepada mereka.

Demikianlah, dalam ibadah puasa terkandung nilai pendidikan yang amat besar manfaatnya bagi manusia, khususnya umat islam. Bahkan puasa merupakan tradisi dari umat-umat terdahulu yang dilestarikan oleh islam dengan pelurusan niat dan tata caranya, sebab di dalamnya terkandung manfaat yang sangat besar, tidak hanya bagi kehidupan di dunia namun juga di akhirat.

0 Komentar Nilai Pendidikan dan Pembinaan Jiwa dalam Ibadah Puasa

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top