Kamis, 26 Januari 2017

Tugas Pendidik dalam Pendidikan Islam

Secara mendasar, mendidik anak merupakan tugas utama kedua orang tua. Namun kemudian, karena banyaknya keterbatasan yang dimiliki oleh orang tua, maka proses mendidik anak perlu melibatkan masyarakat dan lembaga pendidikan. Sekolahan, madrasah, dan lembaga pendidikan yang lain merupakan wadah bagi orang tua bagi proses pendidikan anak. Para pendidik dalam lembaga pendidikan mengemban amanat dari orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Simak juga Pengertian, Ruang Lingkup dan Tujuan Ilmu Pendidikan Islam

Masyarakat awam pada umumnya, saat melihat realitas di sekelilingnya terjadi dekadensi moral, maka biasanya pihak yang pertama kali disalahkan adalah lembaga pendidikan yang dianggap gagal dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi bangsa. Tak ketinggalan, para pendidik pun tak luput dijadikan objek yang disalahkan atas masalah kehidupan masyarakat seperti dekadensi moral dan ketertinggalan dalam penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan. Sikap seperti itu sebenarnya kurang bijak dan dewasa, sebab yang harus berperan dan bertanggung jawab terhadap pendidikan anak bukan hanya lembaga pendidikan, namun juga keluarga dan masyarakat.

tugas pendidik dalam islam, mendidik anak menurut islam, pendidikan islam

Lembaga pendidikan seperti pesantren, sekolah/madrasah dan masyarakat, mempunyai kewajiban dalam mensukseskan pendidikan setiap anak. Sebab bagaimanapun juga, setiap anak yang lahir nantinya akan menjadi bagian dari masyarakat. Di samping itu, orang tua berkewajiban berperan aktif sejak awal kelahiran seorang anak dalam proses pendidikannya.

Dalam konteks islam, seorang pendidik memiliki tugas untuk berupaya mengembangkan atau mengaktualisasikan segenap potensi yang dimiliki oleh setiap individu. Pendidik di samping memiliki tugas mentransfer pengetahuan kepada peserta didik melalui proses pengajaran, juga bertugas menginternalisasikann nilai-nilai tertutama nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran islam. Dengan tugas tersebut, maka seorang pendidik tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual dan kemampuan mengajarnya, akan tetapi juga dituntut untuk berakhlak mulia sebagai manifestasi nilai yang hendak ditanamkan kepada para peserta didiknya.

Pendidik yang berkualitas tinggi, dapat menjamin mutu output pendidikan yang berkualitas pula, yang memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan segenap potensi dirinya secara mandiri demi menyongsong masa depan yang baik.

Tanggungg jawabnya yang berat dan tugasnya yang mulia, menjadikan pendidik menempati kedudukan yang terhormat dalam islam. Seorang pendidik mampu mempengaruhi serta menentukan pola pikir serta kepribadian anak didiknya. Bahkan dalam skala yang lebih luas, seorang pendidik yang baik dan berkualitas mampu mempengaruhi dan merubah anak didiknya baik dalam lingkup individual sampai masyarakat luas.

Urgensi pendidik dalam islam dapat dilihat dalam al-Quran surat at-Taubat ayat 122 di mana di situ Allah memerintahkan agar ada sebagian dari manusia yang belajar memperdalam ilmu pengetahuan dan mendidik umat manusia sebagai upaya untuk mengangkat derajat manusia itu sendiri serta membangun peradaban dunia yang sarat dengan nilai-nilai universal ajaran islam. Baca juga Sistem Pendidikan Islam ala Pesantren

Dengan demikian, pendidik dan perbuatan mendidik merupakan sebuah amanah dari Tuhan dalam rangka mencerdaskan kehidupan umat manusia serta mengarahkan mereka agar berakhlak mulia sebagaimana yang dicontohkan rasulullah saw. dan taat beribadah kepada-Nya. Maka dari itulah, karena besarnya tanggung jawab dan mulianya tugas seorang pendidik dalam islam, maka seorang pendidik dituntut untuk memiliki seperangkat kompetensi sebagai syarat agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal, baik kompetensi pedagogis, sosial, kepribadian, maupun profesional.

0 Komentar Tugas Pendidik dalam Pendidikan Islam

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top