Metode Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah di Mekah

Dalam dunia pendidikan, kita mengenal ada beragam metode yang dipakai oleh guru untuk mengajar dan mendidik para peserta didiknya. Dengan kata lain, metode mengajar dipakai dan dibutuhkan baik dalam konteks transfer pengetahuan maupun internalisasi nilai-nilai ke dalam diri peserta didik. Dalam hal ini, metode mengajar merupakan sarana atau alat yang dipakai oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung, di mana dengan penggunaan metode mengajar itu maka terciptalah suasana interaktif-edukatif antara guru dan peserta didik.

Pendidikan islam periode Makkah, tidak terlepas dari peran Nabi Muhammad SAW. sebagai guru tunggal yang menjadi rujukan para sahabat atas semua problematika kehidupan yang mereka hadapi. Sebagai seorang rasul, Nabi Muhammad SAW. bertugas mengajar dan mendidik para sahabat. Dalam rangka menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan kondusif, di samping juga untuk menghindarkan rasa bosan dan jenuh dari para sahabat, Rasulullah SAW. menggunakan berbagai macam metode mengajar.

Ada banyak metode yang digunakan Rasulullah SAW. dalam mengajar dan mendidik para sahabat beliau, yang dalam ilmu metodologi pembelajaran saat ini dikategorikan sebagai metode pembelajaran konvensional. Metode tersebut diantaranya adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dialog, demonstrasi, pembiasaan, hafalan, dan eksperimen.


Metode ceramah adalah metode mengajar yang dilakukan oleh guru dalam bentuk penyampaian materi secara lisan kepada peserta didiknya. Dalam hal ini, peserta didik berperan pendengar, pemerhati, dan penerima pesan atau materi yang disampaikan oleh guru. Metode ini, misalnya dipakai Rasulullah SAW. dalam mengajarkan al-Quran kepada para sahabat. Beliau membacakan ayat-ayat al-Quran sedangkan para sahabat mendengarkan, menyimak, dan kemudian menirukan bacaan dari beliau.

Sementara itu, metode diskusi adalah metode yang digunakan dengan tujuan untuk menstimulasi peserta didik untuk belajar dan berpikir secara kritis sehingga mareka mampu mengeluarkan pendapatnya secara rasional dan objektif. Metode ini misalnya seperti Rasulullah dan sahabat melakukan tanya jawab atas persoalan tertentu.

Selain itu, ada pula metode demonstrasi. Secara teknis, metode demonstrasi dilakukan dengan cara seorang guru secara sengaja mempraktikkan materi tertentu di depan para peserta didiknya. Metode emonstrasi ini dipakai untuk materi yang sifatnya praktis/amaliyah/prosedural. Misalnya mengenari tata cara shalat, di mana Rasulullah SAW. memerintahkan kepada para sahabat untuk melakukan praktik shalat sebagaimana yang didemonstrasikan oleh Rasulullah SAW. Sedangkan metode pembiasaan misalnya dipakai Rasulullah SAW. dalam menganjurkan parasahabat untuk terbiasa melakukan shalat berjamaah.

Salah satu cara yang dipakai dalam menjaga dan memelihara wahyu al-Quran adalah dengan menghafalnya. Dalam hal ini, Rasulullah SAW. menggunakan metode hafalan kepada para sahabat beliau. Setelah Rasulullah SAW. membacakan ayat-ayat al-Quran, maka kemudian para sahabat menirukan dan menghafalkannya, sebab kala itu belum banyak para sahabat yang pandai membaca dan menulis. Di sisi lain, masih kuatnya tradisi lisan bangsa Arab dan tradisi hafalan kala itu menjadikan hafalan sebagai cara yang tepat untuk menjaga otentisitas wahyu Tuhan.

Selain metode-metode di atas, Rasulullah SAW. juga menggunakan metode kisah, yaitu dengan menceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang terdapat dalam al-Quran dalam rangka mendidik akhlak para sahabat. Agar para sahabat mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah-kisah tersebut.

Selain menggunakan metode kisah, Rasulullah SAW. juga menggunakan metode penegasan atau uswatun hasanah dalam mendidik akhlak para sahabat, seperti misalnya dengan penjelasan mengenai karakteristik orang-orang munafik serta akibat yang diterimanya. Alhasil, kisah-kisah dan penjelasan tersebut sangat membekas dalam jiwa para sahabat yang selanjutnya terealisasi dalam perilaku mereka sehari-hari.

Sumber: Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam: Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasulullah Sampai Indonesia, Jakarta: Prenada Media Group, 2007

0 Komentar Metode Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah di Mekah

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top