Kamis, 19 Januari 2017

Kuttab dan Lahirnya Tradisi Literasi Bangsa Arab

Dalam sejarah pendidikan islam para masa rasulullah saw., terdapat salah sebuah lembaga pendidikan yang disebut dengan kuttab. Dari segi bahasa, kuttab berasal dari istilah taktib yang artinya mengajar menulis. Dari sini sudah terlihat, bahwa kuttab merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mengajarkan baca-tulis atau literasi.

Berdasarkan catatan sejarah, kuttab telah ada sejak zaman arab pra-islam. kuttab merupakan lembaga pendidikan dasar yang pertama kali ada sejak islam belum terlahir di dunia arab. Ini berarti, bawa sebelum islam datang, masyarakat bangsa arab utamanya yang tinggal di mekkah sudah mengenal kuttab sebagai lembaga pendidikan.

Akan tetapi, saat itu kuttab belum mampu menarik minat dan perhatian masyarakat luas untuk belajar di lembaga tersebut. terbukti, saat islam lahir di mekkah, orang mekkah yang mampu baca-tulis hanya sekitar 17 orang, sedangkan di madinah hanya sekitar 11 orang saja.

Kuttab
Setelah islam lahir dan berkembang di kalangan masyarakat arab, secara bertahap kuttab tumbuh dan berkembang dengan pesat bila dibandingkan dengan masa arab pra-islam. Selanjutnya, kuttab menjadi salah satu lembaga pendidikan islam awal selain masjid.

Meskipun telah tersentuh oleh kedatangan islam, kuttab tidak mengalami perubahan yang signifikan dari sisi fungsi dan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang memfokuskan diri pada pembelajaran membaca dan menulis.

Dilihat dari segi jenis dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan, kuttab dapat dibagi menjadi dua, pertama, kuttab sebagai lembaga pendidikan yang mengajarkan keterampilan baca-tulis dengan materi berupa pepatah-pepatah dan teks dasar puisi-puisi berbahasa arab yang secara substansial mengandung nilai-nilai kebaikan. Sedangkan yang kedua, kuttab merupakan tempat untuk mengajarkan al-Quran dan dasar-dasar agama islam. Apabila pada kuttab jenis pertama gurunya berasal dari non-muslim, pada kuttab jenis kedua ini para gurunya berasal dari umat islam sendiri yang ahli membaca dan hafal al-Quran.

Kuttab yang kedua merupakan tingkat lanjutan dari kuttab yang pertama. Jadi, setelah seseorang belajar dan memiliki kemampuan membaca dan menulis di kuttab yang pertama, maka kemudian berlanjut pada kuttab yang kedua di mana di situ diajari al-Quran, dasar-dasar ajaran islam, tata bahasa arab, dan juga ilmu hitung atau aritmatika.

Dari kenyataan sejarah di atas, kuttab merupakan lembaga pendidikan pada masa islam klasik yang turut berkontribusi besar dalam menumbuh-kembangkan budaya literasi di kalangan umat islam, khususnya bangsa arab. Kesadaran akan pentingya literasi dasar berupa kemampuan membaca dan menulis melahirkan kuttab sebagai lembaga pendidikan yang fokus dengan hal tersebut. Alhasil, dengan kemampuan literasi yang berkembang pesat di kalangan umat islam, maka lahirlah beragam karya ilmu pengetahuan dari umat muslim dalam berbagai bidang.

Sumber: Samsul nizar, sejarah dan pergolakan pemikiran pendidikan islam: potret timur tengah era awal dan indonesia, Ciputat: Quantum Teaching, 2005.

0 Komentar Kuttab dan Lahirnya Tradisi Literasi Bangsa Arab

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top