Jumat, 20 Januari 2017

Fenomena Kekerasan Atas Nama Agama dalam Tinjauan Teori Neorologi

Di dalam teori neorologi, sebagaimana yang dipaparkan oleh bapak Aksin Wijaya dalam salah satu tulisan beliau, dikatakan bahwa manusia mempunyai dua bentuk agresi (menyerang): 1) agresi lunak, yakni agresi yang secara alami dimiliki manusia. Agresi ini menyerang pihak lain sekedar untuk membela diri dari serangan pihak lain. 2) agresi jahat, yakni agresi yang secara aktif menyerang pihak lain dengan tujuan menyakiti, merusak dan membunuh.

Jika manusia mempunya agresi bentuk pertama, umat manusia akan hidup damai karena tidak akan saling menyerang antara mereka. Sebaliknya, dunia akan penuh dg kekerasan jika sebagiam manusia mempunyai agresi bentuk kedua. Jika dikaitkan dengan agama, agama akan menjadi sarana menciptakan kedamaian jika dipegang manusia yang mempunyai agresi bentuk pertama. Sebaliknya, agama akan menjadi senjata yang lebih tajam dari pedang jika dipegang manusia yang mempunyai agresi bentuk kedua.


Jika melihat fenomena kekerasan yang mengatasnamakan membela agama dan tuhan akhir-akhir ini, jelas mereka mempunyai agresi jahat. Agama dan tuhan bukannya digunakan untuk menyadarkan mereka. Mereka malah menggunakan agama dan tuhan untuk melegitimasi agresi jahat mereka sebagaimana kelompok khawarij yang membunuh para sahabat nabi dalam peristiwa tahkim.

Kelompok khawarij berasal dari orang-orng baduih. Menurut al-Quran, orang-orang baduih mempunyai sifat yang "sangat" dalam kekafiran dan kemunafikannya karena mereka berfikir dangkal dan dikotomis. Hanya ada dua hal, benar dan salah. Kalau mereka mengklaim dirinya benar, pasti yang lain salah. Mereka juga mempunyai agresi jahat. Karena itu, pihak yang salah harus diserang dan dibunuh. Tidak ada jalan ketiga.

Salahkah jika mereka yang melakukan kekerasan atas nama agama dan tuhan disebut sebagai baduih modern yang mempunyai agresi jahat?

0 Komentar Fenomena Kekerasan Atas Nama Agama dalam Tinjauan Teori Neorologi

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top