Kamis, 26 Januari 2017

9 Macam Literasi yang Diperlukan dalam Menghadapi Era Digitalisasi

loading...
Wikipendidikan - Revolusi digital telah membawa kita pada zaman di mana segala sesuatu hadir dalam bentuk digital. Anak-anak kita saat ini, lahir, tumbuh dan berkembang sebagai generasi digital, yang sejak masih kecil telah akrab dengan produk-produk teknologi digital. Cara orang berkomunikasi dan berinteraksi tidak hanya terbatas pada tatap muka secara langsung, akan tetapi dengan hadirnya jaringan semacam internet, pola interaksi dan komunikasi semakin mudah, murah, dan tanpa dibatasi oleh wilayah geografis. Seakan tak ada lagi batas antara teritorial, politik, sosial, dan budaya antar daerah atau negara. Semua terintegrasi dalam satu jaringan digital yang tanpa batas. Termasuk dalam hal pendidikan dan pekerjaan, semua dituntut untuk serba digital. Baca juga Sejarah Perkembangan Makna Literasi

Saat ini dunia semakin terintegrasi. Hal ini dibuktikan dengan mobilitas fisik berupa manusia, barang dan lain sebagainya serta mobilias non fisik yang meliputi iptek, seni, budaya dan lain sebagainya bergerak semakin cepat dan mudah. Dinamika spasial (ruang dan jarak) berskala regional bahkan internasional. Implikasinya, terjadilah perjumpaan, perlintasan, serta persilangan berbagai manusia dari ragam suku, etnis, dan wilayah serta kebudayaan yang serba kompleks dan beragam, baik yang sifatnya lokal, regional, maupun internasional. Tradisi dan kearifan lokal berbaur dengan tradisi dan nilai global.

Dunia saat ini seakan lari tunggang langgang. Terjadi turbulensi, perubahan-perubahan yang tak terduga, serta ketidakjelasan arah dan tujuan yang serba cepat. Cepatnya perubahan ini meliputi bentuk dan jenis pekerjaan, profesi, bahkan pasar saham. Agilitas (kecekatan dan kecepatan) dianggap sebagai sesuatu yang positif sehingga tolok ukur kebaikan berdasarkan pada praktis, cepat, pendek, dan ringkas. Sementara lambat, njlimet, dan kaku dipandang sebagai sesuatu yang tidak baik atau negatif. Hal seperti ini misalnya dalam bidang administrasi birokrasi. Sedangkan keleluasaan, transparansi, kelenturan, serta keterpaduan dipandang sebagai sesuatu yang positif.

macam-macam literasi, arti literasi, literasi teks, makna literasi

Selain beberapa realitas di atas, ada juga revolusi pengetahuan di mana saat ini dunia sangat pada dengan pengetahuan. Di internet, setiap harinya diposting jutaan artikel baru dalam berbagai bidang, belum lagi yang dipublikasikan secara off-line melalui media cetak. Segala hal bertumpu pada pengetahuan. Eksesnya, di samping memberikan kemudahan dan kenikmatan bagi kehidupan manusia, ternyata di sisi lain juga menciptakan akibat-akibat yang tidak diinginkan seperti misalnya munculnya kondisi di mana manusia semakin mengalami krisis kemanusiaan yang ditandai dengan dehumanisasi dan destruksi.

Kondisi-kondisi itu bisa berupa, pertama, disorientasi dan alienasi yang pada gilirannya menjadikan manusia tercerabut dari akar kehidupan yang manusiawi serta mengalami split personality. Kedua, halusinasi dan ilusi sebagai akibat dari pola hidup yang kurang atau tidak membumi. Ketiga, pendangkalan makna hidup yang berakibat pada pemahaman bahwa hidup ini hanya untuk bekerja mencari penghidupan serta menjadikan ilmu sekedar hafalan dan bukan sebagai alat yang bisa digunakan sebagai alat untuk memecahkan berbagai persoalan kehidupan. Keempat, timbulnya berbagai kekerasan dan perusakan yang menghancurkan kehidupan dan peradaban manusia lainnya.

Dalam menghadapi realitas kehidupan sebagaimana yang terurai di atas, maka kita membutuhkan yang namanya literasi. Apa itu literasi? Secara sederhana, literasi dapat diartikan sebagai sebuah kesadaran dalam diri manusia untuk berpikir kritis dan kreatif yang dilandasi oleh tradisi baca-tulis. Seiring dengan perkembangannya, makna, hakikat, dan kategorisasi literasi semakin luas dan beragam. Adapun sejauh ini, macam-macam literasi di antaranya ialah sebagai berikut:

1. Literasi informasi

Literasi informasi adalah seperangkat kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam mengenali kapan suatu informasi diperlukan dan kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakannya secara efektif, serta mampu mengomunikasikannya ke dalam berbagai format secara jelas dan cerdas. Literasi informasi sangat penting saat ini, terutama dalam lingkungan modern di mana perubahan teknologi yang serba cepat dan pertumbuhan eksponensial dari sumber informasi.

2. Literasi statistik

Literasi statistik adalah seperangkat kemampuan untuk memahami statistik. Melek statistik diperlukan bagi warga negara agar dapat memahami materi yang dipublikasikan oleh media seperti televisi, koran dan situs-situs internet. Dalam hal ini, kemampuan berhitung merupakan syarat utama dalam literasi statistik.

3. Literasi teknologi

Literasi teknologi adalah kemampuan individu untuk bekerja secara independen dan bekerja sama dengan orang lain secara tepat, bertanggung jawab, dan efektif dengan menggunakan instrumen teknologi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, mengevaluasi, membuat dan mengomunikasikan informasi.

4. Literasi visual

Literasi visual adalah seperangkat kemampuan untuk menafsirkan, bernegosiasi, dan menciptakan makna dari informasi yang tersaji dalambentuk gambar visual. Dengan istilah lain, literasi visual merupakan perkembangan dari makna dasar literasi sebagai kemampuan dasar menginterpretasikan teks tertulis menuku interpretasi produk desain visual seperti gambar atau video.

5. Literasi kritikal

Literasi kritis merupakan pendekatan instruksional yang menganjurkan adopsi perspektif kritis terhadap teks. Dengan istilah lain, literasi kritis dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk mendorong pembaca agar secara aktif menganalisis teks dan mengungkap pesan yang mendasari argumentasi teks.

6. Literasi data

Lieterasi data adalah seperangkat kemampuan untuk memperoleh informasi dari sebuah data. Sama seperti literasi secara umum yang berarti kemampuan memperoleh informasi dari kata-kata tertulis. Sedangkan literasi data adalah kemampuan memahami kompleksitas analisis data.

7. Literasi digital

Literasi digital adalah seperangkat kemampuan dasar teknis untuk menjalankan perangkat komputer dan internet. Lebih lanjut, juga memahami dan mampu berpikir kritis serta melakukan evaluasi media digital serta mampu merancang konten komunikasi.

8. Literasi finansial

Literasi finansial adalah seperangkat kemampuan dalam membuat penilaian terhadap informasi dan keputusan yang efektif pada penggunaan dan pengelolaan uang. Kemampuan ini mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan pengetahuan dan pemahaman dalam bidang keuangan.

9. Literasi kesehatan

Literasi kesehatan adalah kemampuan untuk mendapatkan, mengolah, dan memahami informasi mendasar tentang kesehatan dan layanan apa saja yang diperlukan dalam pembuatan keputusan kesehatan yang tepat.

Macam-macam literasi di atas, merupakan skill yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang pada abad ini. Dunia kita sedang berubah dan akan terus berubah. Agar kita siap memasuki dan bersaing di abad 21, maka kita harus melek skill yang dibutuhkan pada abad 21.
loading...
loading...
Wikipendidikan
Back To Top