Rabu, 14 Desember 2016

Berikan Hakim Adil dalam Kasus Ahok!

Sejatinya banyak sekali noumena di balik setiap fenomena yang ada. Saat berjalan pulang dari kampus (berdiskusi dengan Prof. Khoiruddin Nasution), terbesit dalam pikiranku tuk mengeja kata terkait fenomena proses persidangan kasus pak Ahok yang kemarin digelar. Dalam salah satu research paperku (insyaallah akan segera tetbit di salah satu Jurnal terakreditasi) yang bertajuk "Kontribusi Putusan Hakim dalam Pembaruan Hukum Islam: Perspektif Madzhab Sociological Jurisprudence" (judul hasil revisi atas masukan dosen Ibu Dr. Euis Nulaelawati, MA, Ph.D) saya katakan bahwa peran hakim sebagai aparat kekuasaan kehakiman pada prinsipnya adalah melaksanakan fungsi peradilan. Dalam menjalankan fungsi peradilan ini, para hakim harus menyadari sepenuhnya bahwa tugas pokoknya adalah menegakkan hukum dan keadilan.

Sumber gambar: Antaranews.com
Terkait dengan hal tersebut, Prof. Taverne, seorang ahli hukum Belanda, pernah menyatakan bahwa "dengan penegakan hukum yang baik, maka hukum yang buruk selalipun akan menghasilkan keadilan dalam masyarakat". Statemen ini juga equivalen dengan tulisan yang konon terpampang di Pengadilan Inggris: "Berikan aku hakim yang baik, meski di tanganku ada hukum yang buruk". Kedua ungkapan yang cukup bernas tersebut meniscayakan pentingnya sosok hakim yang memiliki integritas, moralitas dan profesional dalam melaksanakan tupoksinya.

Dalam konteks kasus Ahok, kita berharap semoga majlis hakim yang diserahi tugas mengadili Ahok atas kasus penistaan agama dapat bekerja secara profesional. Jika tidak, keadilan yang dinantikan banyak kalangan tentu akan semakin jauh, tidak saja jauh panggang dari api, tapi juga jauh dari naungan pertolongan Ilahi.

Oleh: Ahmad Syafii SJ.

0 Komentar Berikan Hakim Adil dalam Kasus Ahok!

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top