Rabu, 14 Desember 2016

Ambillah hikmah dari mana saja datangnya hikmah itu, sekalipun dari tempat sampah

Dulu aku pernah mengkaji salah satu dari kitab Gus Mus. Di dalam kitab itu, seingat ku, ada statement bernas Gus Mus yang tiba-tiba terlintas dibenakku saat aku asyik dialog/diskusi dengan kawanku namun akhirnya menjadi monolog, karena aku ditinggal tidur (what a pity I'm....kacihan deh gue.....). Statement beliau kalau ndak salah begini:
"Ingatlah....Sesungguhnya apa yang tidak kau dapatkan di lautan terkadang justru bisa kau temukan di sungai. Dan apa yang tidak kau dapati dari orang yang lebih senior darimu (ustadz, dosen, kyai...etc.) terkadang justru bisa kau jumpai dari(sesama) mu....."
Statement bernas tersebut, mengingatkan pada kita, bahwa hikmah (kebenaran) itu ada di mana-mana. Hikmah tidak bisa dan tidak akan dimonopoli oleh siapapun. So, Mari kita belajar bersama ke pada siapa pun itu, di mana, ke mana, dan kapan pun kita berada. Sayyidina Ali juga mengingatkan:
"Perhatikan essensi dari apa yang dikatakan, jangan memperhatikan siapa yang mengatakan".
Hal ini dipertegas oleh dawuh:
"Ambillah hikmah dari mana saja datangnya hikmah itu, sekalipun dari tempat sampah".
Mengambil hikmah itu ibarat kita mengkonsumsi telur ayam. Fokus kita tertuju hanya pada essensi dan kandungan dari telur yang kaya protein, bukan pada pantat ayam, tempat keluarnya telur yang tentu saja menjijikkan itu.

Akhirnya, dengan ilmulah, hidup kita terasa lebih mudah. Dengan seni, hidup kita serasa lebih indah. Dengan agama, hidup kita semakin terarah. Dan dengan hikmah, signal jiwa-jiwa akan kita semakin cerah.

Ditulis oleh: Ahmad Syafii SJ.

0 Komentar Ambillah hikmah dari mana saja datangnya hikmah itu, sekalipun dari tempat sampah

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top