Jumat, 04 November 2016

Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ulumul Quran

Wikipenidikan - Ulumul Quran merupakan salah satu bidang ilmu yang disusun sebagai alat untuk menggali pesan-pesan dalam ayat-ayat Al-Quran. Dari sisi historis, Ulumul Quran terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu,. Kelahiran Ulumul Quran ini sejak abad pertama hijriyah dan terus berkembang hingga sekarang. Dengan ilmu ini, lahirlah kitab-kitab tafsir dari para ulama dan intelektual islam yang sekaligus menandai pesatnya perkembangan tradisi literasi di kalangan umat islam. Baca juga Sejarah Kodifikasi Al-Quran di Masa Nabi SAW

Pada abad pertama hijriyah, yakni pada masa Nabi Muhammad SAW, saat itu Ulumul Quran belum dibutuhkan karena Para sahabat terdiri dari orang-orang Arab murni yang punya banyak keistimewaan, di antaranya : Mempunyai daya hafalan yang kuat, Mempunyai otak yang cerdas, Mempunyai daya tangkap yang sangat tajam, Mempunyai kemampuan bahasa yang luas terhadap segala macam bentuk ungkapan, baik prosa, puisi maupun sajak, Kebanyakan mereka terdiri dari orang-orang ummi tetapi cerdas, Ketika mereka mengalami kesulitan, langsung bertanya kepada Rasulullah Saw, waktu dulu belum ada alat-alat tulis yang memadai, dan Adanya larangan Rasulullah Saw menulis segala sesuatu selain ayat al-Quran. Di abad pertama hijriyah, tradisi oral masih mendominasi dibandingkan dengan tradisi menulis.

Barulah kemudian pada abad kedua, yakni pada masa Khalifah Usman bin Affan, muncul Ilmu Rasmil Quran. Dianjutkan dengan masa Khalifah Ali bin Abi Tholib, muncul Ilmu I'robil Quran (Abul Aswad Ad-Duali). Simak juga Sejarah Kodifikasi Hadis Pada Masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Kemudian pada abad ketiga hijriyah, terjadi penulisan kitab-kitab yang memuat cabang-cabang Ulumul Quran seperti:
  • Kitab Asbabun Nuzul ditulis oleh Ali ibn al-Madany
  • Kitab Nasikh wa al-Mansukh dan Qiroat yang ditulis oleh Abu Ubaid al-Qasim ibn Salam
  • Kitab Makky wal Madani ditulis oleh Muhammad ibn Ayyub adh-Dhirris
  • Al-Hawi fi Ulum al-Quran ditulis oleh Muhammad ibn Khalaf ibn al-Marzuban.
Pada abad ketujuh hiriyah, terjadi penulisan Kitab-kitab Ulumul Quran yang sistematis, ilmiah dan lengkap, di antaranya adalah Badruddin az-Zarkasyi yang menulis kitab al-Burhan fi Ulumil Quran.

Dilanjutkan pada abad kesepuluh hijriyah, terjadilah penulisan terhenti setelah wafatnya Imam Jalaluddin As Suyuthi Kitab at-Tahbir fi Ulum at-Tafsir dan al-Itqan fi Ulum al-Quran

Bangkitnya kembali penulisan kitab-kitab Ulumul Quran terjadi pada abad ke 14 hijriyah. Di antara kitab yang ditulis pada masa ini adalah:
  • Kitab Manahil al-Irfan fi Ulum al-Quran ditulis oleh Muhammad Abd al-Azhim al-Zarqany
  • Tafsir al-Manar ditulis oleh Rasyid Ridha
  • Tafsir al-Maraghi ditulis oleh Syeikh Muhammad Musthofa al-Maraghy
Itulah periodisasi singkat tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ulumul Quran dari abad ke abad. Sayangnya, umat islam sekarang cenderung stagnan dalam pengembangan keilmuannya. Tradisi baca tulis yang diwariskan para intelektual islam terdahulu semakin lama semakin tenggelam dan hilang dari permukaan.

Anggapan bahwa karya-karya para ulama klasik sebagai karya yang sudah final menjadi salah satu faktor stagnasi ini. Yang ada umat islam sekarang hanya taken for granted terhadap karya-karya para ulama terdahulu. Perlu adanya upaya yang serius dan konsisten untuk menghidupkan kembali tradisi keintelektualan para ulama di masa lalu di tengah era yang serba pragmatis dan heonis seperti saat ini.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top