Perempuan Jahiliyah

Pada masa Arab pra Islam, nasib kaum perempuan sungguh tragis. Kaum perempuan diperlakukan tidak lebih dari sebuah komoditi (barang) yang bisa diperjualbelikan, bahkan diwariskan dari satu tangan ke tangan yang lain. Tidak hanya itu, kelahirannya ke muka bumi pun sangatlah tidak diharapkan, saking tidak diharapkannya sehingga kebiasaan yang berlaku pada masyarakat Jahiliyah adalah m3mbunuh setiap bayi perempuan yang dilahirkan.
nasib perempuan jahiliah pra islam, perempuan dalam islam, perempuan muslimah, budak perempuan

Dalam analisis historis, p3mbunuhan terhadap bayi perempuan yang telah menjadi kebiasaan masyarakat Jahiliyah, dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:

Pertama, cara hidup masyarakat Arab pra-Islam adalah berpindah-pindah (nomaden). Dalam pandangan mereka, membawa wanita dalam rombongan yang besar membuat gerakan menjadi terhambat, bahkan perhatian harus banyak diberikan untuk membantu para perempuan yang ikut dalam rombongan, mengingat gurun pasir yang akan dilewatinya tidak hanya akan menyulitkan perempuan untuk memberikan hal-hal yang diperlukan, melainkan juga mereka tidak akan mampu menolong dirinya sendiri karena fisik perempuan yang terlalu lemah untuk menghadapi kondisi alam gurun pasir yang kejam.

Kedua, setiap mulut yang terbuka pasti membutuhkan makanan, sementara makanan yang tersedia sangatlah terbatas. Oleh karena itu, maka laju pertambahan penduduk harus dihambat yang dalam pengetahuan mereka perempuanlah yang dianggap sebagai penyebab meningkatnya laju penduduk.

Ketiga, dalam peperangan, anak-anak dan perempuan dari pihak yang kalah menjadi budak dari pihak pemenang. Hal ini tentu saja sangat menjatuhkan martabat dan kehormatan diri suku yang terkalahkan.

Berdasarkan analisis di atas, terlihat betapa tidak berharganya seorang perempuan. Mereka dianggap sebagai makhluk rendah yang kehadirannya selalu membawa sial dan menyusahkan saja. Simak juga Sari Eka Pusvita, Ibu Guru Cantik Pecinta Alam

Sungguh betapa beruntungnya para perempuan yang lahir di era setelah kedatangan islam. Islam mengangkat derajat perempuan dari jurang kenistaan sebagaimana yang terjadi pada budaya Arab jahiliah. Sekarang perempuan bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi, keamanan, serta kehidupan yang penuh dengan kedamaian. Para perempuan sudah seharusnya menyadari betapa besarnya jasa Nabi Muhammad SAW. yang membawa risalah islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

[Ditulis oleh bapak Ahmad Syafii SJ. dengan referensi: Fadil SJ, Pasang Surut Peradaban Islam dalam Lintasan Sejarah, 70-71]
Wikipendidikan
Back To Top