Kamis, 10 November 2016

Pengertian, Ruang Lingkup, dan Tujuan Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan ialah salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks aktivitas pendidikan. Psikologi Pendidikan mempelajari, meneliti, dan membahas seluruh tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses pendidikan. Tujuan yang hendak dicapai oleh psikologi pendidikan adalah untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi, dan teori-teori psikologi yang berkaitan dengan dunia pendidikan melalui metode ilmiah tertentu dalam rangka pencapaian efektifitas prosesnya. Pendidikan merupakan kegiatan yang di dalamnya melibatkan banyak orang, yaitu siswa, guru, masyarakat, dan juga orang tua. Namun dalam konteks psikologi pendidikan, persoalannya lebih terfokus pada siswa atau anak didik. Karena pada hakikatnya pendidikan adalah sebuah pelayanan untuk siswa. Baca juga 14 Tips Cara Belajar Efektif dan Menyenangkan

Ada banyak ahli yang mendefiniksikan Psikologi Pendidikan sebagai cabang dari ilmu psikologi secara umum. Muhibin Syah mendefinisikan Psikologi Pendidikan sebagai sebuah cabang ilmu psikologi yang ruang lingkup pembahasannya berkaitan dengan psikologi anak dalam konteks dunia pendidikan. Definisi ini fokus pada anak sebagai objek sekaligus subjek pendidikan yang memiliki jiwa dan potensi-potensi bawaan sejak lahir di mana pendidikan bertugas mengembangkan dan mengaktualisaikan hal-hal tersebut. Definisi Syah di atas juga menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa psikologi pendidikan adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi yang fokus penelitiannya menekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik maupun mental, di mana pertumbuhan dan perkembangan mental seorang anak berkaitan erat dengan proses dan hasil belajarnya. Baca juga Landasan Filosofis Psikologi Pendidikan

Definisi lain dikemukakan oleh Elliot dkk.yang mengartikan psikologi pendidikan sebagai implementasi dari teori-teori psikologi dalam rangka mempelajari proses dan hasil belajar, perkembangan peserta didik, motivasi, cara mengajar, serta berbagai permasalahan ada di dunia pendidikan. Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Sumadi Suryabrata, bahwa psikologi pendidikan merupakan pengetahuan tentang anak didik dalam konteks pendidikan ditinjau dengan ilmu psikologi. Sedangkan Whiterington menyatakan bahwa psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis mengenai proses-proses serta faktor-faktor yang berkaitan dengan pendidikan.

Berdasarkan pada deninisi psikologi pendidikan dari para ahli di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa psikologi merupakan sub pembahasan dari ilmu psikologi secara umum. Kalau psikologi itu ibarat pohon, maka psikologi pendidikan ibarat salah satu ranting dari pohon tersebut. Mengapa salah satu? Karena selain psikologi pendidikan, masih ada banyak cabang ilmu psikologi yang lain, seperti psikologi perkembangan, psikologi industri organisasi, psikologi sosial, psikologi kepribadian, psikologi islam, dan yang lainnya.

Adapun Ruang Lingkup Kajian Psikologi Pendidikan setidaknya meliputi 10 hal berikut:
  1. Sampai sejauh mana faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap proses belajar
  2. Sifat-sifat dari proses belajar
  3. Hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar. Pada tiap tahap perkembangannya, anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
  4. Signifikansi pendidikan terhadap perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar
  5. Perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama dalam proses belajar
  6. Hubungan antara prosedur-prosedur mengajar dengan hasil belajar. Sudah mafhum di dunia pendidikan, bahwa metode/model/pendekatan yang digunakan dalam mengajar berpengaruh terhadap hasil belajar. Hal ini menegaskan bahwa selalu ada keterkaitan antara proses dan hasil.
  7. Teknik-teknik yang sangat efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar
  8. Pengaruh/akibat relative dari pendidikan formal dengan pengalaman-pengalaman belajar yang incidental dan informal terhadap individu
  9. Nilai sikap ilmiah terhadap pendidikan dalam personil sekolah
  10. Akibat psikologis yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap para siswa
Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan sangatlah penting, sebab guru merupakan merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses pendidikan. Dalam hal ini, guru berperan sebagai pengamat yang mempelajari gejala-gejala psikologis dalam diri anak didik yang ditunjukkan melalui perbuatan lahiriah mereka dalam setiap masa perkembangannya (prenatal, dini, remaja, dll.), sehingga dengannya guru dapat mengambil kesimpulan atau merumuskan sebuah teori yang nantinya dapat diaplikasikan proses belajar menganjar agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal.

Dalam tinjauan psikologi pendidikan, anak diasumsikan sebagai subjek pendidikan yang memiliki dimensi fisik dan psikologis (jiwa, ruh). Seperti yang dinyatakan dalam hukum tempo dan irama perkembangan, bahwa setiap anak mengalami laju perkembangan yang berbeda-beda. Ada yang seimbang antara perkembangan fisik dan psikologisnya, ada yang perkembangan fisiknya lebih cepat daripada perkembangan psikologisnya, ada pula yang perkembangan psikologisnya lebih cepat matang daripada fisiknya. Hal-hal seperti inilah yang perlu diketahui para guru mengenai anak didiknya. Setiap anak memiliki karakter yang unik, sehingga dalam proses pembelajaran perlu adanya variasi metode dan pendekatan yang tepat sesuai dengan karakternya.

Psikologi pendidikan berkaitan erat dengan psikologi perkembangan. Sebab pada dasarnya, metode belajar mengajar selalu berkaitan dengan fase-fase perkembangan anak. Dalam setiap fase perkembangannya, di samping permasalahan belajar yang dihadapi anak berbeda-beda, metode pengajaran yang efektif untuk diterapkan pun berbeda. Menurut Siti Partini Sudirman, dalam rangka mendidik anak, para pendidik tidak hanya perlu memahami teori-teori perkembangan, tetapi juga memahami prinsip-prinsip perkembangan, sehingga pendidikan bisa diarahkan sesuai dengan hakekat anak sebagai subjek pendidikan. Adapun Prinsip-prinsip Psikologi Perkembangan meliputi :

1 Prinsip kesatuan organis

Dalam diri setiap anak terdapat satu kesatuan, di mana perkembangan antar fungsi yang satu dengan yang lain saling berpengaruh, tiap-tiap fungsi hanya mempunyai arti apabila ditinjau secara keseluruhannya. Implikasi dalam pendidikan disarankan agar pelajaran yang diberikan ada hubungannya antara satu dengan yang lainnya, perlu diperhatikan dalam menyusun kurikulum setiap jenjang pendidikan.

2. Prinsip tempo dan irama perkembangan

Hukum tempo dan irama perkembangan, menekankan bahwa masing-masing individu memiliki irama sendiri dalam perkembangan, ada yang cepat dan ada yang lambat. Baik perkembangan dalam aspek ciri-ciri fisik maupun kematangan secara psikologis atau tingkat kedewasaannya.

3. Tiap individu mengikuti pola perkembangan yang umum

Meskipun individu memiliki irama dan tempo yang berbeda, disertai bakat yang berbeda, namun individu tersebut masih mengikuti garis perkembangan umum. Jadi perbedaan itu bisa disebabkan karena pembawaan dan lingkungan. Sejalan dengan teori tabula rasa yang berpandangan bahwa pembawaan dan lingkungan sama-sama berpengaruh terhadap perkembangan individu.

4. Prinsip kematangan

Kematangan anak menentukan pendidikan yang diberikan, orang tidak dapat memaksakan materi pendidikan yang melebihi batas tingkat kematangannya. Berdasarkan prinsip inilah kemudian ada sistem penjenjangan dalam pendidikan. Di Indonesia, kita mengenal jenjang pendidikan mulai dari tingkat informal dalam keluarga, kemudian berlanjut pada PAUD, SD/MI. SMP/Mts, SMA/MA, sampai tahap pendidikan tinggi di kampus. Materi yang diberikan pada individu dalam tiap-tiap jenjang memiliki bobot yang berbeda-beda berdasarkan pada kurikulum yang telah dirancang sedemikian rupa..

5. Proses perkembangan

Setiap proses perkembngan terdapat hasrat untuk mempertahankan diri dan memgembangkan diri. Adanya keinginan untuk makan, minum dan istirahat merupakan keinginan untuk mempertahankan diri, sedangkan adanya keinginan untuk bergerak, bermain, dan lainnya merupakan hasrat untuk mengembangkan potensi yang sudah ada. Mengenai hal ini, bisa dipelajari teori hierarki kebutuhan manusia miliknya Abraham Maslow.

Dari uraian mengenai Pengertian Psikologi Pendidikan, Tujuan, dan Ruang Lingkup Kajiannya di atas, dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan merupakan salah satu disiplin ilmu yang sangat bermanfaat dipelajari oleh para praktisi pendidikan, terutama guru, dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik yang pada gilirannya terciptalah manusia-manusia berkualitas secara moral, spiritual, dan intelektual melalui pendidikan.

Referensi Pustaka:
  • Hidayati, Wiji Dan Purnami Sri. 2008. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Teras
  • Mahmud. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia
  • Ahmad Mudzakir. 1997. Psikologi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia
  • Ngalim Purwanto. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top