Inilah Pelajaran Berharga dibalik Kisah Cinta Naruto dengan Hinata

Hinata hanya bisa memandang Naruto dari jauh. Dia tak mampu meluncurkan kata-kata dari bibirnya. Yang dia lakukan hanya bisa menitikkan air matanya. Ketika melihat seseorang yang sangat dicintainya menyatakan cintanya kepada Sakura. Hinata hanya bisa menangis sambil menyeka air matanya yang terbuang hampa.

“Hinata, sabar saja, suatu saat nanti Naruto akan mengerti perasaanmu” kata gadis itu berusaha menghentikan tangis Hinata. “A-aku ini bodoh Nasume-chan...Ka-kalau sa-saja a-aku berani me-menyatakan cintaku pada Naruto-kun...Pa-pasti se-sekarang Naruto-kun tak akan menyatakan perasaannya pada Sakura-chan…..”sesal Hinata sambil menangis di pundak Nasume.

“Itu tidak benar Hinata-chan…Aku tahu kau bisa menyatakan cintamu pada Naruto, kau hanya belum siap dan mungkin belum waktunya kau menyatakan cintamu padanya, sudahlah jangan menangis, aku akan ikut sedih bila kamu bersedih.” hibur Nasume sedikit tersenyum. “Arigatou, Nasume memang teman yang baik.” ucap Hinata sambil memeluk Nasume.

“Aku pulang dulu ya ...”kata Hinata. Nasume melihat Hinata yang berjalan pulang dengan menghela nafasnya…

***

Seseorang yang dianggap spesial oleh Hinata kini menghancurkan hati Hinata. Sakura hanya tahu, bahwa selama ini Naruto sudah menyukai dirinya sejak masuk akademi ninja. Sudah beberapa kali Naruto menyatakan cintanya pada Sakura, namun tetap saja Sakura tak bisa menerima cintanya. Sakura hanya menganggap Naruto sebagai temannya saja.


“Aku yakin Naruto, pasti ada seseorang yang mencintaimu lebih. Mulai, sekarang, carilah orang lain. Untuk apa kau terus mengharapkan cinta seseorang yang belum tentu kau dapatkan”, kata Sakura sambil menepuk bahu kekecewaan di wajah Naruto. “Aku juga pernah mendengar sebuah pepatah, ”Dicintai seseorang itu lebih baik daripada mencintai, sebab orang yang mencintaimu lebih banyak pengorbanannya daripada orang yang kau cintai”, ucap Naruto sebelum Sakura meninggalkan dirinya.

“Sebuah cinta tidak bisa dirasa oleh kau mencintai dirinya hanya dengan keterpaksaan. Itu sama saja akan menyakiti dirimu. Suatu hari nanti, pasti ada seseorang yang sangat mencintaimu”, ucap Sakura sambil melangkahkan kakinya yang diiringi suara angin berhembus pelan.

Pesan Moral...

Sadarilah, perpisahan adalah kepastian, bagi mereka yang pernah merasakan indahnya sebuah pertemuan. Sebagaimana kehilangan, yang merupakan sahabat bagi mereka yang pernah memiliki. Oleh karena itu, syukurilah apa saja yang saat ini menjadi milik kamu, yang saat ini sedang masih bersama kamu, yang masih bisa kamu temui, sebelum pada akhirnya nanti, kamu akan kehilangan mereka, kamu akan akan berpisah dengan mereka. Jika bukan kamu yang meninggalkan mereka, barangkali mereka yang meninggalkanmu. Inilah siklus kehidupan yang telah ditentukan Tuhan.

Kalau saat ini kamu masih memendam cinta sama seseorang, ya ungkapkan. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari gara-gara dia bulan madu sama orang lain sedangkan kamu harus rela gigit jari karena belum sempat mengungkapkannya. Padahal, ada sebuah ungkapan yang menyatakan “siapa cepat dia yang dapat”, kalau kamu kalah cepat, ya besar kemungkinan kamu nggak dapat. Jangan sampai kamu menelan kenyataan “cinta datang terlambat”. Masalah seperti itu pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang mengganjal dalam hidupmu dalam kurun waktu yang cukup lama.

Mungkin sekarang kamu masih merasa takut untuk mengungkapkan cintamu. Ada banyak pertimbangan yang membuatmu dilema. Misalnya, takut ditolak, studi yang belum selesai, belum punya pekerjaan, belum mapan, tampang pas-pasan, dan alasan-alasan realistis lainnya. Sebetulnya, itu sih wajar-wajar saja, hampir semua pria merasakannya. Kalau memang niat kamu benar-benar tulus dan serius sama dia, ya jangan Cuma diam saja dengan keterbatasanmu sekarang. Segera lakukan tindakan-tindakan nyata yang dapat mendekatkanmu pada tujuan mulai yang kamu targetkan.

Kalau saat ini dia belum bisa menerima cintamu, bukan berarti itu keputusan yang final. Artinya, dia hanya menundanya agar dia benar-benar yakin dulu sama keseriusanmu. Dan itu sebenarnya keuntungan tersendiri buat kamu. Sebab kamu punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan kehidupanmu.

Tapi...kalau memang sudah jelas kamu tidak bisa mendapatkan cintanya (udah dinikahin sama orang lain). Ya sudah, let’s get the move on! Jangan lantas kamu menutup dirimu dan mengunci pintu hatimu untuk selain dia. Kamu tidak perlu bertindak bodoh seperti itu. Padahal, mungkin selama ini kamu tidak menyadari kalau ada orang di dekatmu atau di sekelilingmu yang secara diam-diam begitu tulus mencintaimu. Mata dan kepekaan hatimu selama ini telah dibutakan oleh orang lain yang bahkan tidak pernah peduli dan menghargaimu namun selalu kamu kejar-kejar cintanya.

“Yakinlah bahwa ada sesuatu yang menanti kamu setelah begitu banyak kesabaran yang kamu jalani, yang akan membuat kamu terpana hingga kamu lupa betapa pedihnya rasa sakit.” ALI BIN ABI THOLIB
Wikipendidikan
Back To Top