Senin, 28 November 2016

Cara Menanamkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini

Anak-anak kita saat ini hidup di masa di mana kejujuran merupakan sesuatu yang langka. Pada dasarnya, anak-anak lebih jujur daripada orang dewasa. Mereka akan mengatakan sesuai dengan apa yang mereka lihat dan rasakan. Adalah sebuah pandangan yang salah saat kita mengatakan bahwa perlu mengajarkan anak tentang kejujuran. Justru orang dewasalah yang seharusnya belajar dari kejujuran anak-anak. Saya yakin, bahwa para koruptor yang sekarang pandai berbohong dan menipu rakyat, di masa kecilnya mereka begitu polos dan jujur.


Dalam proses perkembangannya, seorang anak bersinggungan dengan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tiga macam lingkungan ini sangat berpengaruh bagi perkembangan anak, termasuk dalam hal kebiasaan dan sikap. Anak-anak tumbuh dan berkembang melalui proses meniru apa yang mereka lihat. Bila semakin besar mereka semakin pandai untuk tidak jujur, maka itu merupakan indikasi bahwa terlalu banyak realitas ketidakjujuran yang mereka lihat dari lingkungannya. Silahkan  pelajari Cara Menularkan Kebaikan pada Anak.

Seringkali secara tidak sadar, orang-orang dewasa sering mengajari anak hal-hal kecil yang sebenarnya hal itu mengajari mereka untuk berbohong. Anak sering melihat kejadian-kejadian tentang perbuatan tidak jujur di sekitar kita. Akhirnya mereka belajar ketidakjujuran diperbolehkan. Setiap hari, entah secara langsung atau tidak langsung, secara verbal atau non-verbal, anak menyerap pesan-pesan ketidakjujuran yang berasal dari lingkungan sekitar atau peran-peran yang dicontohkan oleh media seperti tayangan TV. Semakin sering mereka menangkap pesan-pesan ketidakjujuran, lama kelamaan hal itu akan terpatri dalam benaknya sehingga kemudian dimanifestasikan dalam perilaku. Pada tahap yang lebih parah, anak akan menjadi terbiasa untuk tidak jujur.


Lantas bagaimana mendidik anak tentang kejujuran? Kewajiban mendidik, bagaimanapun juga, merupakan tugas kewajiban orang dewasa. Cara mendidik dan menanamkan nilai kejujuran pada anak pertama kali yang harus dilakukan adalah dengan menghindarkan diri dari respon negatif terhadap kejujuran yang dilakukan anak. Baik itu berupa tertawaan atau memarahi mereka. Kejujuran seorang anak memang seringkali terlihat konyol dan lucu, tapi sebenarnya justru kita harus belajar dari situ. Kejujuran anak memang kadang terkesan frontal dan tidak tau situasi dan kondisi, sebab memang mereka belum paham tentang nilai-nilai dan etika tentang cara mengekspresikan/menilai sesuatu yang mereka lihat dan rasakan.

Ketika ada seorang anak yang mengatakan sebuah kesalahan dengan jujur, tugas kita adalah meresponnya secara positif dengan memberi apresiasi atas kejujuran itu, daripada menghukum kesalahan yang telah mereka lakukan. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah dengan menghindarkan anak-anak dari contoh-contoh perbuatan-perbuatan tidak jujur, baik yang kita lakukan sendiri, orang lain, maupun dari media-media elektronik. Fase perkembangan anak yang masih berada pada tahap meniru, akan mudah sekali terkontaminasi teladan negatif dari luar dirinya.

Bila kita menemukan tanda-tanda ketidakjujuran anak kita melakukan atau berkata bohong, sebaiknya selidiki hal itu dengan tuntas. Kita harus tau dengan jelas, apakah dia berkata benar atau bohong. Anak kita harus memegang prinsip hidup dengan sebuah keyakinan bahwa kebohongan ibarat daging busuk yang entah bagaiamanpun cara menyembunyikannya, kapan pun saatnya pasti akan terungkap/tercium juga, sehingga dengan keyakinan itu mereka tidak akan mencoba melakukan sebuah kebohongan dalam bentuk apa pun.

Orangtua memegang peran sentral dalam menanamkan karakter jujur pada anak. Kejujuran antara orangtua dan anak hanya bisa dibangun dalam sebuah jalinan emosional yang hangat dan akrab. Maka dari itu, upaya untuk menanamkan kejujuran pada anak tidak mungkin bisa dilakukan tanpa adanya hubungan yang baik antara mereka.

Mendidik anak tentang nilai kejujuran merupakan salah satu bagian dari pendidikan anak. Apabila kita mendidik anak-anak dengan berlandaskan kedekatan hubungan serta keakraban, maka mereka pun akan aman, nyaman, dan lebih mudah menyerap nilai-nilai kebaikan yang kita tanamkan padanya, seperti empati, toleransi, simpati, termasuk nilai kejujuran ini.

Referensi: Hasanudin Abdurakhman, "Mengajarkan Kejujuran pada Anak", http://edukasi.kompas.com/read/2016/10/27/19490151/mengajarkan.kejujuran.pada.anak, diakses 27 November 2016.

0 Komentar Cara Menanamkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top