7 Kunci Meraih Kebahagiaan Hidup di Zaman Akhir

Pola hidup manusia modern yang serba tergesa-gesa, serba cepat, dan waktu yang dihabiskan hanya untuk kerja, kerja, dan kerja, seringkali menjadikan kita melupakan diri sendiri. Padahal kita juga perlu menyisihkan waktu untuk diri kita sendiri. Bahkan ada yang mengatakan, bahwa semakin banyak kita memiliki waktu untuk diri kita sendiri maka kita akan semakin kreatif dan mampu membangun peradaban yang lebih baik, jauh dari potret peradaban modern yang serba jungkir-balik seperti saat ini. Seringkali kita merasa terikat oleh ambisi terselubung yang tercipta dari pikiran-pikiran kita sendiri. Akibatnya, dalam menjalani proses mencapai tujuan-tujuan yang sudah kita rencanakan, kita kehilangan semangat dan rasa bahagia menikmati prosesnya. Puncaknya, malah kita tidak sampai pada puncak tujuan karena terlalu lelah menjalani proses dan putus asa di tengah jalan.

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi 7 kunci kebahagiaan dalam menjalani kehidupan di zaman yang semakin hari semakin mengikis spiritualitas kita.
 
1. Hiduplah sepenuhnya hari ini

Hiduplah sepenuhnya untuk hari ini, sebab masa lalu pun telah berlalu. Kita tak akan pernah bisa kembali dan mengulang masa-masa itu lagi, kita juga tidak akan bisa menghidupkan kembali apa yang telah mati di masa lalu.

Jangan terlalu sering menengok ke belakang atau terlalu risau memikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Tanpa kita sadari, seringkali pikiran kita menciptakan berbagai dialog yang memunculkan ketakutan-ketakutan dan membuat kita berusaha lari untuk menyelamatkan diri darinya.

Hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan yang terkadang membuat kita bingung dan ragu-ragu dalam memilih. Namun Tuhan tlah mengarunia kita akal yang dipandu dengan wahyu-Nya agar kita tidak dalah dalam menentukan mana yang harus kita pilih dan prioritaskan. Pelajari juga Arti Kebahagiaan Hidup Sejati Menurut Imam Al-Ghazali

2. Membangun kedekatan dengan alam sebagai ciptaan-Nya

Sesekali kita perlu untuk menyatu dengan alam, memandang hamparan bumi yang luas dan penuh dengan warna hijau dedaunan yang menyejukkan mata. Cobalah untuk merasakan kehadiran Tuhan dengan bertafakkur atas ciptaan-Nya. Renungkanlah tentang perputaran bumi pada porosnya, angkasa raya yang terbentang luas, sejuknya udara yang menerpa wajah kita, juga sang mentari yang setiap pagi selalu setia terbit dari ufuk timur untuk menyinari dan menghangatkan. Silahkan mengambil Pelajaran Berharga dari Kehidupan Burung

Sampaikan senyum sapa pada birunya langit yang amat luas, ucapkan salam pada burung-burung yang beterbangan, atau pada si kucing yang sering bermanja-manja dengan kita. Kedekatan kita dengan alam akan membawa kesadaran dalam diri kita bahwa betapa kecilnya kita sebagai bagian dari alam semesta yang amat luas ini, sehingga kita betul-betul sadar akan kelemahan kita sekaligus bersyukur bahwa kita oleh Tuhan diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna.

3. Mengenal diri sendiri

Kenalilah diri dan sadarilah bahwa kita diciptakan dengan keunikan masing-masing. Sesekali lakukan meditasi dengan cara beriktikaf, atau duduk tenang sambil berdzikir dalam kesunyian. Resapi dan nikmati saat-saat itu, saat di mana kita merasa dekat dengan Tuhan.

4. Membaca dan merenungkan ayat-ayat Al-Quran

Bacalah Al-Quran dan resapilah makna-makna yang terkandung di dalamnya sebagai panduan untuk menjalani kehidupan. Sebab di dalamnya terkandung pesan-pesan Tuhan yang dapat membawa kita menuju pribadi yang lebih baik dan kuta dalam menjalani hiruk-pikuknya kehidupan.

5. Memperbanyak rasa syukur

Jangan lupa untuk terus menerus bersyukur atas kesehatan, tempat tinggal, hadirnya orang-orang yang mencintai kita, orang-orang yang kita cintai, sahabat-sahabat baik yang mengelilingi kehidupan kita, serta kebahagiaan demi kebahagiaan yang melingkupi hidup kita.

6. Belajar memaafkan siapa saja dan kesalahan apa saja

Belajarlah untuk memaafkan siapa saja atas apa saja, termasuk memaafkan diri kita sendiri. Maafkanlah segala kekurangan dan ketidaksempurnaan kita. Maafkanlah diri kita untuk setiap kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu, maafkan semua ketakutan masa kecil kita, maafkanlah emosi dan kemarahan yang sempat meluap-luap di masa remaja kita, maafkanlah masa dewasa awal kita yang enggan mengambil resiko. Maafkanlah semua kesalahan orang tua kita, saudara kita, kerabat, serta orang-orang yang pernah kita kenal di masa lalu. Pelajari juga Tiga Bagian Penting dari Permintaan Maaf yang Efektif

Bila kita masing sering sibuk menyalahkan diri dan orang lain, berhentilah mulai sekarang. Katakanlah sesuatu yang bermanfaat, yang mampu memotivasi diri dan orang lain untuk menjadi lebih baik. Belajarlah untuk menerima orang lain apa adanya, lengkap dengan semua perbedaan yang mereka miliki.

7. Belajar berempati

Biasakan untuk berempati dengan mengulurkan tangan kita pada sahabat yang membutuhkan bantuan/pertolongan. Selama kita mampu, tawarkan bantuan padanya tanpa meminta imbalan apa-apa. Bila memang tidak mampu membantu secara materiil, minimal membantu secara moril dengan menjadi pendengar yang baik, benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan dan dikeluhkan orang lain pada kita. Paling tidak, kita dapat membantunya menemukan cara/solusi untuk meringankan beban hidup mereka.

Alhasil, apa yang sudah terurai di atas bukanlah suatu hal yang sulit untuk dilakukan siapa saja. Di tengah arus kehidupan modern yang serba tergesa-gesa ini, pelankan sejenak laju hidup kita yang dituntut serba cepat. Berupayalah untuk meluangkan waktu kita guna melakukan hal-hal di atas. Insyaallah, kita akan menemukan bahwa hidup ini indah.
Wikipendidikan
Back To Top