Minggu, 23 Oktober 2016

Tujuan Sekolah dalam Tinjauan Filosofis

Sejak beberapa abad yang lalu, para filsuf telah menyumbangkan banyak pemikiran tentang tujuan yang berbeda dari pendidikan dan sekolah. Filsuf seperti Aristoteles, Plato, John Locke, Rousseau, Mo Tzu, dan Konfusius menulis secara ekstensif tentang tujuan dan peran pendidikan dan sekolah dalam konteks masyarakatnya masing-masing. Para pemikir awal berbagi banyak ide-ide umum tentang apa yang harus dilakukan oleh sekolah atas eksistensinya di masyarakat, namun masing-masing dari mereka juga memiliki perspektif unik mereka sendiri tentang peran pendidikan dalam menghasilkan kebudayaan dan peradaban.

Di zaman modern, filsuf pendidikan Amerika seperti John Dewey, George Counts, dan Mortimer Adler masing-masing telah mengusulkan argumen yang sistematis dan rinci mengenai tujuan pendidikan dalam masyarakat Amerika. Pada tahun 1938, Dewey berpendapat bahwa tujuan utama dari pendidikan dan sekolah tidak hanya untuk mempersiapkan siswa menjadi manusia yang hidupnya berguna bagi kehidupan, tetapi juga untuk mengajari mereka bagaimana hidup pragmatis dan seketika di lingkungan mereka saat ini. Dalam sumber lain disebutkan pandangan Dewey terkait fungsi sekolah, pertama, sekolah adalah lingkungn yang sengaja dibuat sebagai miniatur kehidupan masyarakat yang kompleks. Kedua, sekolah berfungsi sebagai korektor berbagai tindakan negatif dan destruktif masyarakat. Dan ketiga, sekolah sebagai penyeimbangan akan adanya berbagai unsur yang ada di lingkungan masyarakat.


Sementara menurut Counts, tujuan sekolah sekurang-kurangnya ialah tentang mempersiapkan individu untuk hidup mandiri serta mempersiapkan individu untuk hidup sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain, Counts merasa peran sekolah adalah untuk membekali individu dengan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial masyarakat mereka dan mengubah sifat tatanan sosial yang diperlukan atau diinginkan.

Pada 1980-an, filsuf pendidikan Mortimore Adler mengemukakan Proposal Paideia yang di dalamnya terintegrasi ide-ide Dewey dan Counts, serta idenya sendiri. Secara khusus, Adler menyarankan bahwa ada tiga tujuan dari pendidikan anak-anak (pedagogy):
  • pengembangan kewarganegaraan,
  • pertumbuhan pribadi atau perbaikan diri,
  • dan persiapan kerja.
Sejarawan pendidikan David Tyack berpendapat bahwa dari perspektif sejarah, tujuan pendidikan telah terikat dengan kebutuhan sosial dan ekonomi. Baru-baru ini, beberapa sosiolog berpendapat bahwa sekolah ada terutama untuk melayani fungsi mandataris praktis dalam masyarakat.

Memperluas pada tujuan pragmatis sekolah, deMarrais dan LeCompte (1995) menguraikan empat tujuan utama dari pendidikan yang meliputi: 1) tujuan intelektual seperti pengembangan keterampilan matematika dan membaca, baca juga Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Upaya Menumbuhkan Generasi Literat; 2) tujuan politik seperti asimilasi imigran; 3) tujuan ekonomi seperti persiapan pekerjaan; 4) dan tujuan sosial seperti pengembangan tanggung jawab sosial dan moral.

0 Komentar Tujuan Sekolah dalam Tinjauan Filosofis

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top