Kamis, 20 Oktober 2016

Tiga Bagian Penting dari Permintaan Maaf yang Efektif

"Maafkanlah orang lain untuk semua kesalahan yang telah mereka lakukan, bahkan meskipun hal itu tampak seperti tidak pantas untuk dimaafkan." Ungkapan di muka kiranya tepat untuk menggambarkan akan pentingnya sebuah maaf. Setiap orang membuat kesalahan sepanjang waktu. Bukan hanya orang jahat, atau orang-orang yang lemah. Kesalahan kita adalah apa yang membuat kita menjadi manusia (manusiawi). Dan bahkan ketika kita tidak berpikir bahwa kita telah melakukan kesalahan, orang lain akan sering menemukan kesalahan dalam cara kita. Jika kita telah melakukan sesuatu yang menyinggung orang lain haruskah kita minta maaf?

Tentu meminta maaf merupakan hal terbaik jika kita telah menyakiti atau menyinggung orang lain-bahkan jika kita berpikir kemarahan orang tersinggung adalah dibenarkan, atau jika kita memiliki alasan yang sangat baik untuk apa yang terjadi.

Seringkali, dampak dari tindakan kita bukanlah apa yang kita maksudkan. Tapi ada satu hal: Mempertimbangkan dampak yang terjadi lebih penting daripada niat kita. Lantas bagaimana cara  membuat permintaan maaf yang baik? Setelah mempelajari pertanyaan yang ekstensif, Aaron Lazare mengembangkan kriteria yang paling kuat sampai saat ini untuk membuat permintaan maaf yang efektif. Seperti yang digambarkan pada karya Dr Lazare untuk membuat permintaan maaf yang baik, ide-idenya dapat disederhanakan dengan metode tiga langkah berikut:


1. Ceritakan kepada mereka apa yang anda rasakan

Biasanya, kita mulai dengan mengatakan "Aku minta maaf" untuk mengekspresikan penyesalan. "Aku minta maaf" lebih efektif ketika kita menguraikan perasaan menyesal kita. Misalnya, "Aku sangat menyesal dan sedih mendengar bahwa kurangnya komunikasi telah membuat kamu begitu marah dan kesal." Atau, "Aku sangat menyesal dan malu bahwa komentarku menyebabkan kehebohan seperti itu."

2.  Mengakui kesalahan anda dan dampak negatifnya

Barangkali ini adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan, karena memerlukan pengakuan bahwa kita bertanggung jawab atas tindakan atau perilaku kita. Hal ini rasanya sangat sulit untuk dapat kita lakukan jika kita tidak benar-benar berpikir bahwa kita telah melakukan banyak kesalahan, atau jika niat kita memang benar-benar baik.

Tanyakan kepada diri sendiri: Bagaimana perasaan orang lain? Apakah yang saya lakukan yang menyebabkan munculnya perasaan itu? Bisakah aku telah melakukan sesuatu yang berbeda untuk memperbaikinya?

Di sinilah kebanyakan dari kita tergoda atau tidak dapat menahan diri untuk menawarkan penjelasan atas perilaku kita. Jika ragu, tidak usah memberikan penjelasan. Terkadang, mencoba untuk menjelaskan tindakan kita memberikan kesan defensif atau melakukan pembelaan diri, atau mencari-cari alasan pembenaran. Anda harus ingat, intinya adalah untuk memperbaiki hubungan, bukan membuat orang lain menilai bahwa anda benar.

Jika Anda perlu menjelaskan mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan, berhati-hati untuk terus melakukan tanggung jawab atas dampak negatif yang Anda miliki. Mengatakan, "Aku benar-benar tidak tahu bahwa Anda akan tersinggung" adalah alasan, bukan penjelasan yang baik. Merengek bahwa Anda tidak berniat untuk orang lain terluka tidak menjelaskan apa-apa.

3. Berusaha memperbaiki situasi

Permintaan maaf yang baik mencakup perbaikan dari beberapa jenis, baik yang nyata atau simbolik. Mungkin Anda menciptakan kesempatan untuk orang yang Anda merasa malu mendapatkan kembali kredibilitasnya. Atau mungkin Anda mengakui kesalahan Anda kepada orang lain, juga, sebagai bagian dari pemulihan itu.

Sering kali, bagian yang paling sulit adalah benar-benar merasakan apa yang orang lain rasakan. Kadang kita memahami bahwa kita melakukan sesuatu yang salah, tapi kita tidak bisa selalu mengerti bahwa apa yang sebenarnya kita lakukan adalah salah.

Seringkali, yang perlu kita lakukan adalah menjelaskan bahwa kita tidak akan mengulangi kesalahan yang sama pada waktu berikutnya, sehingga kita tidak mengulangi tindakan yang dapat menyinggung perasaannya. Ini membantu kita membangun kembali kepercayaan dan memperbaiki hubungan.

Hal terpenting adalag menepati janji-janji yang Anda buat. Jika orang tersebut meminta sesuatu yang Anda tidak bisa memberikannya, anda bisa menawarkan beberapa alternatif pilihan yang mungkin bisa anda lakukan untuk mendapatkan maaf dan kepercayaannya kembali untuk anda.

0 Komentar Tiga Bagian Penting dari Permintaan Maaf yang Efektif

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top