Nabi Muhammad Bapak Literasi Dunia

Seorang sastrawan besar bangsa ini, Taufik Ismail, pernah melakukan sebuah survei di 13 negara. Dari hasil survei tersebut Taufik menemukan bahwa di 13 negara tersebut rata-rata anak setingkat SMA membaca buku sebanyak 5 sampai 6 buku dalam sehari. Bahkan di AS, para siswa diwajibkan ‘menghabiskan’ 32 buku dalam sehari. Sedangkan di Indonesia? NOL buku. Sungguh sangat ironis sekali kondisi Literasi bangsa kita ini. Indonesia darurat Literasi.

Ada yang luput dari perhatian kita selama ini, bahwa anak-anak terlihat pergi dan belajar ke sekolah, namun ada sisi penting yang terlupakan yaitu budaya membaca. Sebagian besar waktu siswa di sekolah digunakan untuk mendengarkan ceramah penyampaian materi dari guru. Selebihnya untuk bermain bersama teman-teman. Baru beberapa hari ini pihak kementerian pendidikan dan kebudayaan menyadari akan pentingnya budaya literasi dengan mencanangkan program Gerakan Literasi Sekolah yang seharusnya sudah diadakan sejak adanya sekolah di negeri ini.


Perpustakaan ibarat jantungnya sekolah, dan membaca adalah jantungnya pendidikan. Sementara jika siswa tidak membaca, maka seolah-olah ia tidak punya jantung. Ini merupakan analogi yang sangat tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya nilai membaca.

Membaca adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Semua pengetahuan yang ada dalam hidup kita berasal dari kemampuan membaca. Bahkan hal itu ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa membaca merupakan kunci segala-galanya. Baik membaca sesuatu yang bersifat tekstual maupun kontekstual.

Ayat Al-Quran yang paling populer berkaitan dengan urgensi membaca adalah al-alaq ayat satu sampai lima. Ayat ini adalah ayat pertama yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. saat beliau berada di gua Hira’. Lafadz pertama yang berbunyi iqra’ yang artinya bacalah, menandai keutamaan dan pentingnya membaca bagi umat manusia. Di dalam Al-Quran sendiri, kata membaca diulang sebanyak 89 kali dan kata menulis diulang sebanyak 303 kali.

Perintah membaca merupakan sebuah perintah yang tidak ditegaskan dalam agama-agama lain sebagaimana begitu ditegaskannya dalam agama islam. Sudah seharusnya membaca menjadi ciri khas kita sebagai umat islam. Dan dalam hal ini sama sekali tidak berlebihan bila kita mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah bapak Literasi dunia.1

Prof M. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul wawasan Al-Quran menegaskan bahwa perintah membaca adalah sesuatu yang paling berharga yang pernah dan bisa diberikan untuk umat manusia. "Membaca" dalam berbagai makna yang terkandung di dalamnya merupakan syarat pertama dan utama bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus membangun peradaban. Sejarah membuktikan bahwa peradaban-peradaban yang berhasil eksis dan tahan lama, justru diawali dari sebuah kitab (bacaan).

Sudah saatnya bangsa ini terbangun dari tidur panjangnya, dengan menjiwai dan menumbuhkembangkan budaya literasi. Siapa pun harus menjadi pelopor gerakan literasi, tidak hanya guru, tapi juga orang tua, siswa, mahasiswa, dan semua masyarakat harus membudayakan literasi. Sebab budaya literasilah bangsa ini dapat mencapai kejayaan.

1 Response to Nabi Muhammad Bapak Literasi Dunia

  1. membaca adalah cara menambah wawasan yang mudah dan murah dan bisa di lakukan di manapun. Tidak perlu membeli, karena bisa meminjam..

    BalasHapus

Wikipendidikan
Back To Top