Senin, 03 Oktober 2016

7 Pelajaran Berharga dari Budaya Mengantre

Pernahkah anda mengantre dalam deretan panjang menunggu giliran untuk dilayani? Saya yakin semua orang pernah mengantre, entah saat di loket, pom bensin, bank, ATM bahkan megantre untuk mendapatkan jodoh dari Tuhan. Pekerjaan mengantre memang terlihat sepele, namun membudayakannya tidak sesepele itu. Ternyata dibutuhkan waktu yang tidak sebentar agar seseorang dapat mengantre secara benar dan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan. Mengantre berkaitan dengan etika dan moral.


Pada dasarnya, dalam setiap realitas kehidupan yang bisa kita saksikan setiap hari di sekeliling kita, ada pelajaran dan hikmah berharga yang bisa kita petik. Dikutip dari smart-money.co, inilah 7 pelajaran berhaga yang bisa kita petik dari kebiasaan mengantre. Simak juga Belajar Dari Konflik Mario Teguh dan Kiswinar


1. Manajemen Waktu

Mengantre mengajarkan kita tentang manajemen waktu, yakni bagaimana kita mengelola dan menggunakan waktu kita dengan sebaik-baiknya. Kalau kita tidak mau terlalu lama menunggu antrean, kita bisa datang dan mempersiapkan segalanya lebih awal dari yang lain.

2. Bersabar

Kesabaran merupakan bekal yang harus dimiliki setiap orang karena ia selalu dibutuhkan setiap saat dalam kondisi apa pun. Realitas menunjukkan bahwa mengantre menuntut diri kita untuk bisa bersabar menunggu giliran, bersabar untuk tidak mendahului hak orang lain.

3. Menghormati Orang Lain

Mengantre mengajarkan kita untuk menghormati dan menghargai orang lain. Terkadang masih ada orang yang karena alasan terburu-buru atau apalah, menyerobot antrean. Dengan mengantre, sebenarnya kita belajar sadar diri bahwa setiap orang memiliki urusan masing-masing yang bisa jadi sama penting atau lebih penting dari kita.

4. Kedisiplinan

Mengantre mengajarkan kita tentang arti sebuah kedisiplinan. Ketika mengantre dengan baik dan sesuai prosedur telah menjadi kebiasaan/budaya, maka kita telah belajar menjadi pribadi yang disiplin. Tak akan ada keinginan atau bahkan kejadian menyerobot/mendahului orang yang antre lebih dulu dari kita. Sebab kita sadar bahwa itu berarti kita merampas hak orang lain. Sebagaimana kita tentunya juga tidak suka jika ada yang menyerobot antrean kita.

5. Kreatifitas

Mengantre juga mengajari kita untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan waktu luang agar tidak terbuang secara percuma. Saat kita mulai merasa jenuh dan bosan menunggu, keadaan ini akan merangsang kreatifitas kita untuk dapat mengatasi kejenuhan. Bisa dengan membaca buku, mengobrol dengan orang di samping kita, atau menulis diary.

6. Bersosialisasi

Mengantre mengajarkan kita untuk bersosialisasi. Saat ini, kebanyakan orang lebih sibuk dengan gadget mereka daripada ngobrol dengan orang di sampingnya. Mengantre bisa menjadi salah satu cara kita untuk belajar lebih mementingkan komunikasi sosial daripada sibuk dengan gadget. Bisa jadi, ada hal-hal tak terduga yang kita dapat dari hasil obrolan kita dengan orang yang sama-sama mengantre dengan kita, mungkin bisa terjalin kerjasama bisnis, sharing pengetahuan dan pengalaman, bahkan tidak menutup kemungkinan yang kita ajak ngobrol itu kelak adalah jodoh kita atau kita yang dijodohkan dengan anaknya. Hehehe

7. Adil dan tabah

Mengantre mengajarkan kita tentang adil dan tabah. Bagaimana tidak, mengantre menuntut kesadaran kita untuk menghargai keadilan, menghargai hak orang lain. Baca juga 10 Manfaat dan Hikmah dari Hidup Mandiri

Hal remeh seperti mengantre apabila kita renungkan dengan seksama dapat memberikan pelajaran berharga yang bisa kita petik untuk kebaikan diri kita. Saat orang bisa mengantre dengan baik, itu artinya karakternya telah terbangun sebagai manifestasi dari kematangan afeksinya.
Wikipendidikan
Back To Top