Senin, 17 Oktober 2016

Inilah yang Terjadi Pada Otak Kita Saat Membaca Tulisan Fiksi

Membaca tulisan fiksi menjadi kegemaran tersendiri bagi sebagian orang. Di samping gaya bahasa dan kosakata yang tidak “berat” layaknya tulisan non-fiksi, sebuah karya fiksi lebih terfokus pada menyentuh mental atau emosi pembaca. Sebuah penelitian yang dilakukan di Lab. Kognisi Dinamis Universitas Washington yang kemudian diterbitkan di jurnal Psychological Science, menemukan bahwa ketika seseorang membaca tulisan fiksi, secara mental mereka menstimulasikan setiap situasi baru yang mereka temukan dalam alur ceritanya. Mereka menangkap detail sensasi dan aksi dari teks fiksi yang dibaca kemudian diasosiasikannya dengan pengetahuan personal serta pengalaman pribadi di masa lampau.

Nicole Speer sebagai ketua tim penelitian tersebut mengungkapkan bahwa membaca sebuah teks secara mendalam merupakan sebuah tindakan aktif. Dalam hal ini, bagian otak seseorang yang diaktifkan ketika ia membaca, seringkali merefleksikan bagian otak yang digunakannya ketiak ia melakukan, mengamati, atau membayangkan aktifitas yang sama dalam dunia nyata.

Ilustrasi: Pixabay.com
Ikatan yang terjalin antara seorang pembaca dan penulis seperti simbiosis mutualisme di mana keduanya saling berkontribusi satu sama lain. Teks yang ditulis oleh penulis mempunyai fungsi layaknya katalis di pikiran pembaca, di mana dapat memperluas wawasan, persepsi, asosiasi, dan pengetahuan yang baru.

Pembaca yang cerdas, penuh perhatian, serta kritis merupakan motivasi tersendiri bagi seorang penulis untuk terus berkarya. Pembaca yang cerdas pada akhirnya akan sampai pada titik kesepemahaman dengan sang penulis atas makna dibalik kata-kata yang ditulisnya.

Dalam sejarah tradisi sastra di dunia, buku menjadi wadah sarana untuk berhubungan intim antara pembaca dan penulis. Tanpa buku, tak akan terlahir karya-karya sastra kelas dunia yang sampai saat ini masih dapat kita nikmati.

Semenjak Gutenberg menemukan mesin cetak, bahasa (terutama bahasa inggris) mengalami perkembangan yang sangat pesat. Para penulis berlomba-lomba untuk berkarya dengan berupaya mengungkapkan ide, gagasan, dan emosi dengan gaya bahasa yang lebih indah, jelas, dan orisinil. Hingga lahirlah jutaan karya fiksi yang sampai sekarang masih terus berkembang. [Dikutip dari buku Karya Nicolas Carr berjudul The Shallows: What the Internet is doing to our brain, w.w. Norton & Company, New York, terj. Rudi Atmoko]

0 Komentar Inilah yang Terjadi Pada Otak Kita Saat Membaca Tulisan Fiksi

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top