Sabtu, 15 Oktober 2016

7 Langkah Mudah Meraih Kebahagiaan

Kebahagiaan bisa lahir dari rasa syukur yang tak pernah putus kepada Tuhan. Bahagia itu sederhana, bagi orang-orang yang memiliki kepekaan rasa untuk dapat merasakannnya. Bahagia merupakan sesuatu yang abstrak namun menjadi tujuan hidup setiap manusia. Siapa yang tidak ingin bahagia? Tentu semua orang ingin bahagia. Akan tetapi Tuhan menciptakan segala sesuatu itu secara berpasangan, kalau ada bahagia tentu ada derita. Bahagia dan kesulitan adalah bagian dari siklus kehidupan manusia. Banyak orang yang hidupnya selalu dipenuhi dengan keluhan demi keluhan, seakan-akan bahagia begitu jauh dari hidupnya.


Nah, pada pembahasan kali ini kita akan membicarakan 7 resep meraih bahagia yang bisa kamu praktekkan dalam hidup kamu.
  1. Jika kamu merasa sedih karena sebuah masalah, katakan kepada diri kamu sendiri bahwa itu akan hanya sementara dan akan segera berlalu. Kamu tidak perlu merasa khawatir bahwa masalah itu akan mengendap dalam hidupmu selama bertahun-tahun. Bukankah porsi anugerah dari Allah swt. yang diberikan kepada kita lebih besar dan telah kita nikmati dalam waktu yang lebih lama daripada ujian yang Dia berikan?
  2. Bertemanlah dengan orang-orang yang optimis dan berpikiran positif. Jika kamu berada dalam lingkungan yang di dalamnya hanyalah sekelompok orang yang merasa sengsara dan mengeluh sepanjang waktu, kamu harus menghindarkan dirimu dari mereka sebelum sifat negatif mereka menular kepada kamu.
  3. Dalam hal yang berbau keduniaan, lihatlah ke bawah, jangan hanya melihat ke atas. Kamu tidak akan pernah bahagia atau puas dengan kehidupan jika kamu selalu melihat orang-orang di atas kamu. Akan selalu ada orang yang lebih sukses, lebih kaya, dan lebih cantik. Tapi jika kamu memiliki atap di atas kepala kamu, pakaian di tubuhmu, makanan di dapur kamu, kamu memiliki keluarga dan teman-teman yang peduli sama kamu, maka sebenarnya kamu lebih beruntung daripada yang kamu pikirkan. Bersyukurlah atas apa yang ada, dan jangan terlalu sibuk mengkhawatirkan apa yang belum ada.
  4. Sediakan waktu yang lebih untuk berada di luar ruangan daripada di dalam ruangan. Kamu tidak bisa menghabiskan berjam-jam di depan PC atau laptop di kamarmu. Dengan menyediakan porsi lebih untuk aktifitas di lapangan dan bersosialisasi, hal itu menjadikan kehidupan kamu berjalan baik dan normal, tidak stagnan dan monoton. Kamu harus keluar! Untuk sekedar berjalan menyusuri jalan dengan seorang teman, naik sepeda, atau “ngopi” bareng.
  5. Cobalah untuk tidak mudah menjustifikasi negatif atas sesuatu sebelum kamu benar-benar mengetahuinya secara pasti. Karena bisa jadi kamu salah menilai dan justru penilaian negatifmu itu menjadi bumerang bagi dirimu sendiri. Jadilah orang yang berpikiran terbuka untuk kegiatan baru dan peluang-peluang baru. Jangan berprasangka negatif dulu, kamu tidak pernah tahu sampai kamu mencobanya.
  6. Jangan jadi orang yang over-analisis. Ketika kamu merasa pintar, intelektual, dan bahkan ahli filsafat, bukan berarti segala sesuatu harus kamu bedah dengan pisau analisis keintelektualanmu.
  7. Berbagilah kegembiraan bersama keluarga dan sahabat-sahabat kamu. Mereka adalah orang yang yang membuat hidup anda penuh warna. Terutama keluarga. Ketika kamu lapar, ketika kamu gagal, ketika kamu sakit, ketika kamu putus asa, mereka dikirim oleh Tuhan untuk memberi anda tempat bernaung dan bertahan menghadapi segala macam cobaan. Mereka adalah orang yang akan membuat anda sedih dan terpuruk ketika anda kehilangan mereka. Mereka adalah anugerah Allah swt. yang sangat berharga bagi hidup kita.
Senada dengan apa yang ditulis oleh bapak Ahmad Syadii Sj, bahwa dalam pandangan Islam, meminjam rumusan Al-Ghazali, bahwa setiap orang ingin mencapai dua hal dalam hidupny, yakni ketenangan dan kesenangan hidup. Bagi org yang hanya mencari kesenangan hidup, ada banyak instrumen atau perangkat yang bisa dicari supay hidupnya senang. Akan tetapi, orang yang hidupnya senang belum tentu dijamin akan mwmperoleh dan merasakan ketenangan hidup. Sebab antara kesenangan dan ketenangan ada jarak dan perbedaan.

Menurut formulasi Al-Ghazali, ada empat sumber kesenangan yang bisa diperoleh manusia dalam hidupnya, yaitu: pengetahuan (ma'rifah), kesehatan (ash-shihhah), hart kekayaan (al-maal), dan kedudukan/pangkat/janatan (al-jaah). Sementara sumber ketenangan hidup hanya satu, yaitu kedekatan hubungan dengan Tuhan dan ibadah merupakan salah satu komponen paling mendasar dalam membangun kedekatan dengan Tuhan.

0 Komentar 7 Langkah Mudah Meraih Kebahagiaan

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top