7 Cara Jitu Mengembangkan Kreativitas Anak

Banyak orangtua beranggapan bahwa kreativitas merupakan bakat bawaan anak. Kreativitas dianggap sama seperti kenyataan bahwa tidak semua anak terlahir cerdas, maka tidak semua anak kreatif. Tapi sebenarnya hal itu keliru, kreativitas adalah keterampilan, lebih dari sekedar bakat bawaan, dan di sinilah peran penting keterampilan orang tua untuk dapat membantu anak-anak mereka berkembang kreativitasnya. Karena merupakan kunci sukses dalam hampir segala sesuatu yang kita lakukan, kreativitas adalah komponen kunci dari kesehatan dan kebahagiaan dan keterampilan inti untuk berlatih dengan anak-anak. Kreativitas tidak terbatas pada seni dan musik. Lebih dari itu, kreativitas juga penting dalam ilmu pengetahuan, matematika, dan kecerdasan sosial dan emosional.

Orang-orang kreatif yang lebih fleksibel dan lebih baik dalam memecahkan masalah, yang membuat mereka lebih mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan menghadapi perubahan-serta memanfaatkan peluang-peluang baru. Simak juga Bahaya Sering Membentak Anak

Banyak peneliti percaya pengalaman masa kecil kita telah berubah secara fundamental sedemikian rupa dan banyak merusak pengembangan kreativitas. Perusahaan-perusahaan mainan anak-anak terus menciptakan mainan-mainan yang bersifat mematikan imajinasi dan kreativitas anak-anak.

Dikutip dari Greatergood, berikut adalah 7 Jitu untuk mengembangkan kreativitas pada anak anda:


1. Sediakan sumberdaya yang mereka butuhkan untuk berkekspresi secara kreatif. Sumberdaya di sini adalah ruang dan waktu. Berikan waktu kepada anak untuk bermain, berimajinasi, berkreasi, serta berkumpul bersama teman-teman mereka. Sediakan pula ruangan atau taman yang nyaman untuk anak-anak anda bermain. Tak perlu risau nantinya akan berantakan.

2. Menumbuhkan suasana kreatif di rumah. Memancing keluarnya ide-ide yang berbeda, tetapi menahan diri untuk mengevaluasi ide-ide anak. Saat makan malam, misalnya, Anda bisa melakukan brainstorming kegiatan untuk akhir pekan mendatang, mendorong anak-anak untuk datang dengan hal-hal yang mereka belum pernah lakukan sebelumnya. Jangan menunjukkan mana ide-ide yang tidak mungkin, dan jangan memutuskan mana ide-ide yang terbaik. Fokus dari kegiatan kreatif harus pada proses menghasilkan ide-ide baru.

Mendorong anak-anak untuk membuat kesalahan dan gagal. Ya, gagal. Anak-anak yang takut gagal akan mengekang pemikiran kreatif mereka sendiri. Berbagilah kesalahan yang pernah Anda buat sebelumnya, sehingga mereka mendapatkan ide bahwa gagal bukanlah akhir segalanya.

3. Izinkan anak-anak memiliki kebebasan dan kemandirian untuk mengeksplorasi ide-ide mereka dan melakukan apa yang mereka inginkan. Jangan terlalu suka memerintah. Berhenti hidup dalam ketakutan bahwa mereka akan diculik atau tidak masuk ke sebuah perguruan tinggi besar.Terkadang orangtua sekarang banyak yang suka semena-mena kepada anaknya sendiri.

4. Dorong anak-anak membaca untuk kesenangan dan berpartisipasi dalam seni. Batasi nonton TV untuk diganti dengan kegiatan kreatif seperti berlatih bermain, belajar menggambar, dan membaca setiap buku yang ditulis oleh penulis favorit. Baca juga Cara Menularkan Kebaikan pada Anak

5. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengekspresikan "pemikiran yang berbeda." Biarkan mereka tidak setuju dengan Anda. Mendorong mereka untuk menemukan lebih dari satu rute menuju solusi, dan lebih dari satu solusi untuk masalah. Ketika mereka berhasil memecahkan masalah, minta mereka untuk memecahkan lagi tapi untuk menemukan cara baru untuk melakukannya (solusi yang sama, berbeda rute). Kemudian minta mereka untuk datang dengan solusi yang lebih untuk masalah yang sama.

6. Biarkan anak-anak untuk mengembangkan penguasaan kegiatan kreatif yang mereka secara intrinsik terdorong untuk melakukannya, daripada mencoba untuk memotivasi mereka dengan imbalan dan insentif. Alih-alih menguntungkan anak untuk berlatih piano, misalnya, memungkinkan dia untuk melakukan sesuatu yang dia menikmati lebih - mungkin duduk di mejanya dan menggambar atau mengambil kelas sains

7. Cobalah untuk menghentikan kepedulian terhadap apa yang dicapai anak-anak Anda. Menekankan proses daripada hasil. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengajukan pertanyaan tentang proses. Apakah kamu senang? Apa kamu sudah selesai? Apa yang kamu sukai tentang aktivitas itu?

0 Komentar 7 Cara Jitu Mengembangkan Kreativitas Anak

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top