Rabu, 19 Oktober 2016

5 Cara Membaca Emosi Seseorang Berdasarkan Pesan Teksnya

Cara membaca emosi seseorang bisa melalui banyak cara, salah satunya dari pesan teks yang ia kirimkan kepada kita, entah melalui Whatsapp, BBM, Line, Messenger, atau lainnya. Tentu mudah untuk mengetahui bagaiamana kondisi emosi seseorang apakah mereka sedang marah atau sedih ketika mereka mengungkapkannya secara langsung atau menggunakan emoji pada akhir sebuah pesan teks. Tetapi bagaimana ketika mereka tidak melakukannya? Mengingat bahwa, bahkan dalam komunikasi tatap muka secara langsung pun terkadang tidak bisa menebak emosi seseorang, dan itulah mengapa seringkali sebuah pesan teks sangat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Berikut adalah 5 cara untuk membantu Anda lebih mendeteksi emosi dalam pesan-atau teks, yang dapat mencegah diri kita dari menyimpulkan sesuatu tanpa berdasarkan bukti.


1. Berasumsi bahwa ia berniat baik

Secara umum, pesan teks cenderung singkat, entah itu dikirimkan melalui SMS, Whatsapp, BBM, maupun aplikasi lain. Sebuah emoticon smiley atau serangkaian tanda seru dapat membantu meyakinkan kita bahwa pesan teks dimaksudkan untuk mengekspresikan emosi positif, namun memang teks-teks tidak selalu mencakup indikator-indikator emosi seseorang. Perlu diingat bahwa teks adalah media yang sulit untuk mengomunikasikan emosi manusia. Jika pengirim tidak menuliskan "Saya marah," maka jangan berasumsi bahwa ia sedang marah. Kita lebih baik membaca pesan tersebut dengan asumsi bahwa pengirim memiliki niat baik. Jika tidak, kita mungkin akan berakhir dengan banyak argumen yang tidak perlu.

2. Menyadari tentang adanya bias kesadaran

Orang-orang hanya tidak melihat emosi dengan cara yang sama. Kita memiliki bias sadar yang membawa kita untuk menarik kesimpulan yang berbeda berdasarkan informasi yang sama. Pria dan wanita bisa berbeda dalam menginterpretasikan emosi orang lain melalui satu teks pesan yang redaksinya sama. Misalnya ada seorang laki-laki menulis: "Istri saya melewatkan ulang tahun pernikahan kami yang ke 10," laki-laki yang membaca tulisan tersebut cenderung berpikir ia sedang marah, sementara wanita lebih cenderung untuk berpikir bahwa ia sedang sedih. Keterampilan untuk mendeteksi emosi orang lain dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing (pria dan wanita). Ketika kita dituntut untuk mendeteksi emosi dalam teks-teks pesan, cobalah untuk mengingat dan menyadari bahwa bias sadar mempengaruhi penafsiran kita. Emosi yang kita deteksi mungkin mencerminkan hal tentang kita seperti halnya mereka mencerminkan informasi dalam teks.

3. Mengeksplorasi kata-kata yang bernuansa emosional

Orang sering menggunakan kata-kata yang bernuansa emosional dalam pesan teksnya. Misalnya sedih, marah, kecewa, cinta, dan sebagainya. Dengan memperhatikan nuansa positif dan negatif setiap kata, kita mungkin dapat mengetahui emosi dominan yang sedang dicoba untuk diekspresikan oleh seseorang.

Jika ada sebuah pesan teks berbunyi, "Saya suka kucing yang indah ini," kita dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa ungkapan itu mengekspresikan emosi positif. Jika berbunyi, "Aku benci kerja keras ini," tampaknya itu ekspresi negatif.

4. Jangan berasumsi bahwa anda tau apa yang sedang dirasakan oleh seseorang

Pesan teks tidak hanya singkat. Mereka juga tidak lengkap. Pesan teks memberikan kita informasi yang sangat minim tentang keadaan emosi seseorang. Ketika kita membaca sebuah pesan teks, kita hanya bisa mencoba untuk mengisi kemiskinan informasi dari sender dengan informasi yang kita miliki.

Sayangnya, ada perbedaan besar dalam setiap individu dalam hal bagaimana ia merasa dalam situasi tertentu. jika saya dibesarkan dalam lingkungan keluarga dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan, penghasilan 20.000 rupiah per jam mungkin membuat kita merasa sangat sangat baik dan bahagia; tapi jika kita seorang CEO di sebuah perusahaan besar, penghasilan 20.000 per jam mungkin membuat kita merasa tidak puas atau bahkan depresi.

5. Mengandalkan teori emosi

Setiap orang memiliki teori emosi, bukan hanya akademisi. Dengan kata lain, kita semua punya ide tentang dari mana emosi berasal dan apa maksudnya. Hal ini dapat membantu kita untuk secara sadar mengeksplorasi asumsi tentang bagaimana emosi bekerja.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ketika kita merasakan satu emosi negatif, kemungkinan besar kita akan merasakan semua emosi negatif yang lain juga. Bukti ini memiliki implikasi penting untuk menafsirkan emosi dalam pesan teks. Jika Anda telah berhasil mendeteksi bahwa seseorang merasa sedih, besar kemungkinan bahwa mereka juga merasa cemas atau marah. (Source)

0 Komentar 5 Cara Membaca Emosi Seseorang Berdasarkan Pesan Teksnya

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top