Jumat, 30 September 2016

Resensi Buku Wonderful Life Karya Amalia Prabowo

Bila buku merupakan jendela dunia ilmu pengetahuan, maka membaca adalah kunci untuk membukanya. Namun bagaimana bagi mereka yang menyandang disleksia? Bagi mereka penyandang disleksia, kelainan saraf menyebabkan mereka mengalami berbagai kesulitan dalam belajar, termasuk di antaranya kesulitan membaca dan menulis.

Sayangnya, kebanyakan dari mereka dianggap bodoh akibat ketidaktahuan atau pemahaman yang keliru dari guru, orangtua, atau masyarakat. Bahkan, ada yang sampai menilai mereka terbelakang.

Di sini, peran seorang ibu sangat penting bagi anak disleksia. Seorang ibu harus paham bahwa sebagai anak penyandang disleksia, bukan berarti mereka tidak akan bisa berkarya. Kehidupan mereka pun bisa sama indah dan bahagianya dengan anak-anak yang lain.

Dok KEPUSTAKAAN POPULER GRAMEDIA
Buku Wonderful Life akan membuka pikiran sekaligus menggugah hati kita tentang para penyandang disleksia. Buku ini ditulis oleh Amalia Prabowo, di mana ia mengisahkan pengalaman hidupnya bersama putra sulungnya bernama Aqil, penyandang disleksia, saat ia duduk di kelas dua SD.

Dikisahkan bahwa Amalia lahir dan besar di keluarga yang cukup berprestasi dalam dunia akademik. Sang Ayah adalah seorang dokter spesialis, yang sejak dini mengharuskan dia membaca satu buku setiap minggu. Topik pembicaraan sehari-hari di keluarganya meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, kemandiria, dan prestasi akademik di sekolah. Kegagalan dalam bidang akademis tidak pernah tertulis dalam kamus hidupnya.

Terbukti dengan kesuksesan Amalia sebagai wanita pertama yang menduduki jabatan CEO di perusahaan iklan multinasional, di mana ia menjadi ikon untuk para profesional perempuan dalam bidang advertising. Sungguh tak terbayangkan, bahwa dia harus menghadapi kenyataan dikaruniai anak yang memiliki prestasi buruk di sekolahnya dalam hal kemampuan dasar baca-tulis.

Gaya penulisan semiotobiografis yang digunakan dalam buku Wonderful Life ini membawa pembaca ke dalam pergolakan batin seorang ibu yang dikaruniai putra penyandang disleksia. Pada awalnya Amalia merasa sangat terbebani atas kenyataan yang diterimanya hingga ia sempat memilih untuk mengambil jarak lebar terhadap Aqil yang notabene putra kandungnya sendiri.

Namun, pada akhirnya kesadaran Amalia pun muncul dan memilih menyelami dunia hening Aqil. Tak disangka bahwa Aqil yang semula dicap bodoh, malas, dan nakal, ternyata dalam dirinya tersimpan bakat emas sebagai seorang seniman alami dengan rasa empati tinggi.

Buku Wonderful Life yang ditulis dengan gaya bahasa sistematis, ringan, dan mudah dipahami ini merupakan salah satu buku parenting yang sangat recomended untuk dibaca para orangtua dan calon orangtua. Buku ini diterbitkan pada 2015 dan telah dicetak ulang. Buku Wonderful Life ini juga akan diangkat ke layar lebar dengan judul sama oleh Visinema dan diproduseri oleh Rio Dewanto dengan Atiqah Hasiolan sebagai pemeran Amalia. Film ini rencananya akan tayang mulai 13 Oktober 2016.

1 Response to Resensi Buku Wonderful Life Karya Amalia Prabowo

  1. saya malah baru bikin review dan sinopsis singkatnya di blog saya http://www.reviewdansinopsis.com/ kalo sempat mampir ya^^

    BalasHapus

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top