Selasa, 27 September 2016

Membaca, Solusi Terbaik Agar Tidak Kehabisan Ide saat Menulis

Menulis merupakan bagian dari kemampuan berbahasa yang sejatinya dimiliki oleh semua orang. Tapi seringkali orang mengeluh kesulitan saat ingin menulis karena tidak punya ide atau bingung apa yang ingin ditulis. Perlu diketahui bahwa, agar kita bisa menulis dengan lancar, kita harus mau belajar menulis. Salah satu langkah yang harus kita lakukan adalah dengan banyak membaca. Membaca merupakan aktifitas yang bersifat reseptif, artinya kita menerima informasi dan pengetahuan melalui apa yang kita baca. Sedangkan menulis merupakan aktifitas produktif, yakni 'menyulap' ide-ide dalam otak kita menjadi sebuah tulisan. Baca juga teknik membaca efektif.

Tahukah anda, bahwa membaca merupakan salah satu kunci agar kita punya bekal ide untuk menulis. Otak kita ibarat sebuah sumur, di mana sumber airnya harus terus mengalir agar sumur itu tidak mengalami kekeringan. Membaca ibaratkan kita mengisi otak dengan air ide, sedangkan menulis ibarat kita mengambil air dari air ide dalam otak kita. Simak juga Menulis Sebagai Ibadah

cara menulis cerpen, tulisan tangan, tips menulis, lomba menulis, belajar menulis, tulisan,

Sama seperti sebuah sumur yang penuh berisi air, kalau setiap hari kita mengambil air sebanyak satu ember dari sumur tersebut, maka lama kelamaan air sumur tersebut akan habis dan mengering kalau tidak ada sumber mata air atau tidak kita isi ulang airnya. Begitu juga dengan otak kita. Otak ibarat sumur, dan ide adalah mata airnya. Ketika kita menulis, sama seperti kita mengambil air yang berupa ide kemudian menuangkannya dalam sebuah wadah atau media yang kita gunakan untuk menulis. Baca juga Inilah yang Terjadi Pada Otak Kita Saat Membaca Tulisan Fiksi

Maka solusi agar tragedi kehabisan ide dalam menulis tidak terjadi adalah dengan terus mengisi ulang otak kita dengan ide-ide baru setiap saat. Membaca, membaca, dan teruslah membaca agar otak kita terus terisi dengan ide-ide segar yang setiap saat bisa kita ambil.

Membaca ibarat sumber mata air ide bagi pikiran kita. Dengan menyeimbangkan antara aktifitas membaca dan menulis, maka ide untuk menulis akan selalu mengalir sebanding dengan aktifitas membaca. Semakin banyak aktifitas membaca yang kita lakukan, semakin banyak pula stok ide yang kita miliki untuk dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Dan insyaAllah tragedi kehabisan ide menulis tidak akan anda alami kembali. Simak juga Tulisan Sebagai Warisan Intelektual

Membaca sebagai sarana untuk memunculkan ide-ide menulis tidak hanya bermakna membaca teks yang ada dalam buku, koran, atau majalah semata, namun membaca memiliki makna yang lebih luas dari itu. Dalam arti luas, ada membaca teks dan membaca fenomena atau realitas kehidupan yang terjadi di sekitar kita.

Anda bisa membaca fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar anda kemudian dituangkan ke dalam bahasa tulis secara sistematis dan analitis. Lingkungan di sekitar kita adalah aset ide yang tak terbatas. Apabila anda memiliki tingkat kepekaan yang tinggi atas berbagai macam fenomena yang terjadi di sekitar anda, saya yakin untuk sekedar menulis, anda tidak akan kehabisan ide.
Wikipendidikan
Back To Top