Minggu, 25 September 2016

Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Upaya Menumbuhkan Generasi Literat

Literasi kini menjadi istilah yang tidak asing lagi di telinga kita. Seiring perkembangan zaman, literasi pun telah mengalami perluasan makna yang cukup signifikan. Bahkan baru-baru ini istilah literasi membooming di dunia pendidikan kita dengan dicetuskannya GLS atau Gerakan Literasi Sekolah.

Gerakan Literasi Sekolah bagi saya merupakan salah satu bentuk kesadaran pemerintah akan pentingnya membangun budaya literasi dalam dunia pendidikan. Gerakan yang dicetuskan oleh pemerintah melalui kemdikbud ini memiliki tujuan terciptanya budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah sebagai upaya terwujudnya Long Life Education.

gerakan literasi sekolah
Budaya membaca
Dalam buku saku Gerakan Literasi Sekolah dijelaskan bahwa GLS adalah sebuah bentuk dukungan dari kemdikbud untuk menjadikan setiap lembaga sekolah sebagai organisasi yang melaksanakan praktek pendidikan di mana civitas akademiknya menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Di jawa barat misalnya, Gerakan Literasi Sekolah ini diwujudkan melalui program yang dinamakan West Java Leader’s Reading Challenge,yang merupakan hasil kerjasama pemerintah jawa barat dengan Australia selatan sejak 2012. Cek langsung di websitenya dengan alamat http://literasi.jabarprov.go.id

Tujuan GLS dibagi menjadi dua, yaitu tujuaj umum dan tujuan khusus. Tujuan umumnya menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti para peserta didik dengan jalan menciptakan ekosistem literasi di sekolah, sehingga dengannya peserta didik dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat. Adapun tujuan khususnya adapun tujuan khususnya dapat anda lihat pada gambar di bawah ini:

Gerakan Literasi Sekolah pada dasarnya bertujuan menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar. Menurut kepala dina pendidikan kota bandung, Elih Setiapermana, sebagaimana dilansir pikiran-rakyat.com, mengatakan bahwa kemampuan literasi (baca-tulis) ibarat sebuah cangkul milik para petani, ia berfungsi sebagai alat dasar yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik dalam belajar. Elih juga mengingatkan bahwa GLS bukan Cuma untuk gaya.

Salah satu wujud implementasi dari Gerakan Literasi Sekolah ini adalah pengalokasian waktu 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai agar digunakan peserta didik membaca buku non-pelajaran. Aktifitas rutin ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya baca sekaligus meningkatkan keterampilan membaca peserta didik. Kemdikbud telah menyediakan buku saku atau buku panduan GLS ini yang bisa langsung didownload di sini.

Menurut hemat saya, program ini sebenarnya bagus. Setidaknya membuktikan bahwa kemdikbud menyadari bahwa minat baca-tulis di kalangan pelajar Indonesia memang masih rendah. Dan guna mengoptimalkan tercapainya tujuan GLS ini, butuh keseriusan dari pihak sekolah dalam merealisasikannya melalui kegiatan-kegiatan kreatif yang dapat merangsang tumbuhnya budaya literasi peserta didik.

Pada kenyataannya, kurikulum 2013 berbasis karakter yang saat ini dipakai, menuntut kemandirian peserta untuk membaca materi-materi tentang nilai-nilai karakter yang ada di buku paket peserta didik, sebab guru tidak mungkin menyampaikan isi buku secara menyeluruh.

Dengan program Gerakan Literasi Sekolah ini kita semua berharap dapat terwujudnya generasi bangsa yang memiliki budaya literasi tinggi seperti yang ada di negara-negara maju.

0 Komentar Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Upaya Menumbuhkan Generasi Literat

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top