Respon Netizan atas Pencopotan Mas Anies Baswedan sebagai Mendikbud

Jujur saja saya mesti muak melihat bagaimana cara berpolitik sebagian besar elit di negeri ini. Meskipun istilah politik itu sendiri sebetulnya tidak selalu bermakna negatif, namun cara orang berpolitiklah yang pada akhirnya membentuk pola pikir masyarakat bahwa yang namanya politik itu busuk dan identik dengan hal-hal buruk seperti korupsi, suap, dan lain sebagainya.

Beberapa hari ini masyarakat Indonesia juga dihebohkan dengan hasil Reshuffle menteri oleh presiden Jokowi. Sosial media pun mendadak padat oleh komentar para netizen antara mereka yang pro dan yang kontra.

Salah satu yang paling menjadi perhatian adalah diakhirinya tugas bapak kemdikbud, Anies Baswedan, yang kemudian diganti oleh seorang rektor Universitas Muhammadiyah Malah yakni Profesor Muhadjir Effendi. Ada banyak orang yang kecewa sekaligus bertanya-tanya atas pergantian ini.

Memang beginilah dunia ini, segalanya bisa dengan cepat berubah, tak ada yang benar-benar kekal. Masalah dicopotnya bapak Anis sebagai mendikbud, sampai tulisan ini dipublikasikan juga belum ada penjelasan resmi. Oleh karenanya, tidak mengherankan bila kemudian muncul berbagai dugaan dan analisis terkait hal tersebut.


Banyaknya netizen yang kecewa disebabkan oleh track record mas Anies yang selama ini bagus dan telah memberikan sumbangan serta perjuangan yang cukup nyata dalam dunia pendidikan Indonesia. Dari sini kemudian ada yang menyimpulkan bahwa beliau sebenarnya adalah korban permainan politik.

Selama ini, bapak Anis merupakan seorang sosok yang dikagumi oleh para pendidik. Bahkan dianggap sebagai menteri dengan track record terbaik selama pemerintahan presiden Jokowi. Beliau mampu menempatkan diri dan menjalankan tugasnya sebagai menteri dengan baik.

Seorang pemilik akun facebook bernama Arsyad Ibad menuliskan, "Kami masih butuh menteri yang karismatik seperti Bapak. Yang saya kira tidak ada rongga yang bisa dinisbatkan sebagai kesalahan atau penurunan kinerja dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terlampau besar dan fatal. Sehingga itu menarik kesimpulan bagi sebagian besar benak rakyat yang memahami dan mengamati bahwa memang dekrit untuk penggantian kursi dalam jabatan menteri dari Bapak Jokowi, Presiden Republik Indonesia, dalam beberapa bidang masih sedikit melenceng. Andai reshuffle ini adalah kehendak dari sebuah keadaan yang lebih baik ke depannya. Maka, dengan segenap rasa prasangka baik, kami yakin, Pak Anies masih tetap dan akan tetap menjadi "menteri" yang tersamarkan dalam "kabinet" yang tenggelam dan membumi secara riil pada kedaulatan rakyat. Meski tak masuk dalam jajaran tatanan kepemerintahan. Tentunya, dengan serombong langkah-langkah raksasa yang akan Bapak canangkan ke depannya. Pemikiran besar dan tindakan besar."

Begitu juga dengan akun Alfiatun Ni'mah yang menulis, "Berkat pak anis, saya kenal dengan yg namanya kelas inspirasi. Tetep berkarya pak, ruang bapak masih sangat luas. lilin lilin kecil yang telah bapak nyalakan akan tetap menyala. Menyala sampai semua pelajar indonesia menjadi lilin yang turut mengindahkan indonesia."

Itulah sebagian dari ungkapan para netizen dalam merespon keputusan diakhirinya masa jabatan bapak Anies sebagai menteri. Dalam hati kecilnya masih terus berharap bahwa di mana pun, kapan pun, dan sebagai apa pun, bapak Anies masih terus berjuang turun tangan untuk pendidikan di negeri ini, untuk anak-anak bangsa ini.

Akan seperti apa kisah selanjutnya, mari kita tunggu saja bagaimana Takdir Tuhan akan menjalankan perannnya.

0 Komentar Respon Netizan atas Pencopotan Mas Anies Baswedan sebagai Mendikbud

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top