Selasa, 26 Juli 2016

Cara Rahasia Menularkan Kebaikan pada Anak

Anak adalah amanat yang ikut menentukan baik-buruknya nasib orang tua baik saat masih di dunia maupun di akhirat. Dan tentu saja, setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya menjadi anak yang baik. Mengutip pendapat mbah Minanurrohman, sebagaimana yang dikutip oleh kang Zainal Ma'arif di status FBnya, bahwa beliau berkata dengan sangat sederhana dalam menjelaskan "menularkan kebaikan" terhadap anak.

Beliau kurang lebih berkata:

"Sak temene anakmu iku wes mbok gendong neng gegermu sak durunge dikandut bojomu lan digendong karo wong liyo" (sesungguhnya anakmu itu sudah kamu gendong di punggungmu sebelum dikandung istrimu dan digendong orang lain).



"Anakmu itu selalu ikut kemana kau pergi dan apapun yang kau kerjakan, mereka akan sangat tetpengaruhi oleh aktifitasmu kelak setelah terwujud sebagai manusia, maka jika kau lebih banyak mengerjakan pekerjaan yang baik, anak anakmu itu juga akan mudah melakukan pekerjaan baik, sebab telah terbiasa dengan kondisi di mana mereka masih dalam gendonganmu ketika masih berwujud bibit. Demikian juga sebaliknya."

Memang manusia itu akan dipengaruhi oleh lingkungannya nanti, tetapi jika bibit yang kau gendong telah terbiasa dalam kondisi dan situasi baik karena pengaruh amal-amal baikmu, kelak merekapun akan kembali kepada kondisi baik itu ketika bersamamu.

Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita amati, daya tahan seorang anak terhadap pengaruh buruk lingkungannya berbeda-beda. Ada yang mudah sekali ikut-ikutan, ada juga yang kebal. Fakta seperti ini menguatkan argumen di atas, bahwa anak yang tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan merupakan anak yang memang sejak dari bibitnya sudah bagus, begitu pula sebaliknya.

Apabila dikaitkan dengan ilmu psikologi, pernyataan di atas relevan dengan teori hereditas yang meyakini bahwa faktor keturunanlah yang berperan paling dominan dalam membentuk karakter anak, apakah anak itu baik atau buruk, sangat ditentukan oleh pembawaan sejak lahir dari kedua orang tuanya.

Terlepas dari itu, sudah sepantasnya apabila orang tua menginginkan anak yang baik, maka dia harus menjadi teladan kebaikan itu sendiri sedini mungkin. Nantinya, kebiasaan baik itu akan menjadi bibit yang ditransfer ke dalam rahim sang istri hingga melahirkan keturunan-keturunan yang baik pula.

Cara di atas juga merupakan salah satu bagian dari pendidikan untuk anak. Adalah sebuah kesalahan bila kita menuntut anak untuk berbuat baik sedangkan kita sendiri dari awal menanam dan merawat bibit-biibit yang buruk, bukankah begitu kawan? Mari direnungkan...

Sumber: Status FB kang Zaenal Maarif

0 Komentar Cara Rahasia Menularkan Kebaikan pada Anak

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top