Selasa, 12 Juli 2016

Buka Bersama dan Diskusi Alumni YPI Al-Jawahiriyah Campurejo

Beberapa waktu yang lalu, saya diundang untuk hadir dalam acara buka bersama sekaligus diskusi antara alumni dengan pihak pengelola yayasan di mana dulu saya pernah menimba ilmu di situ, Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawahiriyah, Campurejo, Sambit, Ponorogo.

Yayasan Al-Jawahiriyah menaungi beberapa lembaga pendidikan mulai dari tingkat RA, MI, Mts,  sampai Aliyah. Untuk tingkat Mts dan aliyah sekarang statusnya menjadi ma'arif. Adalah KH. Achmad Abrori, MA, sebagai pendiri sekaligus pengasuh yayasan selama bertahun-tahun. Dan sekarang telah dibentuk struktur kepengurusan yang baru di mana Dr. Abid Rohmanu, yang tak lain adalah putra dari pendiri yayasan, sekarang diamanahi sebagai pengasuh.


Pendiri yayasan merasa perlu untuk melakukan regenerasi kepengurusan mengingat usia beliau juga sudah udzur, sehingga sudah menjadi keharusan bagi para generasi muda untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan beliau.

Dalam acara itu, Dr. Abid Rohmanu, sebagai ketua yayasan yang baru menyampaikan banyak hal dalam sambutannya. Di antaranya terkait peran dan fungsi para alumni dalam berkontribusi terhadap keberlangsungan yayasan serta mencoba menguatkan kembali ikatan emosional antara pihak pengelola yayasan dan alumni.


Beliau menyampaikan beberapa poin terkait peran dan fungsi alumni yang di antaranya sebagai berikut:
  1. Alumni sebagai kaatalis, yang dapat memberikan berbagai kritik dan saran yang konstruktif terhadap yayasan. Dengan bervariasinya profesi, pengalaman, serta tingkat pendidikan lanjutan para alumni, maka mereka dapat berkontribusi terhadap yayasan dengan berkomunikasi dengan para pengelola terkait dengan adanya ide, gagasan, kritik, serta saran yang membangun.
  2. Alumni juga berfungsi sebagai branding bagi yayasan, terutama mereka yang berprestasi dan banyak berkontribusi dalam masyarakat. Hal ini secara otomatis dapat menarik minat masyarakat untuk memasukkan anak mereka ke yayasan.
Untuk dapat memaksimalkan peran dan fungsinya, maka perlu adanya pengorganisasian dan koordinasi yang massif antar alumni. Dengan pembentukan sebuah struktur kepengurusan sederhana yang terdiri dari ketua serta wakil koordinator yang didasarkan pada wilayah tempat tinggal, diharapkan para alumni dapat lebih mudah dan maksimal dalam berkontribusi terhadap keberlangsungan hidup yayasan.

Saat ini memang pada kenyataannya, kondisi yayasan, terutama untuk tingkat Mts dan MAnya berada di ujung tanduk. Selain karena tingginya tingkat persaingan dengan sekolah negeri, juga karena faktor internal yang kurang maksimal dalam mengelola lembaga.

Bagaimanapun juga, tidak ada yang menginginkan sebuah medan juang yang telah lama dibangun, tiba-tiba mengalami stagnasi berkepanjangan akibat keputusasaaan. Tidak ada lembaga pendidikan yang benar-benar sempurna. Jikalaupun masih banyak kekurangan itu wajar, toh untuk melakukan sebuah perbaikan juga perlu tahapan dan proses yang tidak sebentar.

Meskipun sudah alumni, ikatan emosional saya dengan yayasan masih sangat kuat. Barangkali teman-teman alumni yang lain juga masih merasakan hal yang sama. Hanya saja, kontribusinya terhadap lembaga belum bisa maksimal.

Melalui tulisan singkat ini, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Ponorogo dan sekitarnya untuk memasukkan putra-putrinya ke Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawahiriyah yang beralamatkan di desa Campurejo, kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Di sana juga disediakan asrama gratis bagi santri putra maupun putri yang rumahnya jauh dari lokasi dan tidak memungkinkan untuk pulang-pergi setiap hari.

Dan kepada semua alumni, baik yang tua maupun yang muda, di mana saja anda berada dan kebetulan membaca tulisan ini, mari bersama-sama melakukan hal, sekecil apa pun, yang sekiranya dapat memberikan sumbangsih kepada yayasan tercinta kita tanpa mengharapkan imbalan apa-apa selain ridho para guru dan Allah subhanahu wa ta'alaa.

0 Komentar Buka Bersama dan Diskusi Alumni YPI Al-Jawahiriyah Campurejo

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top