Jumat, 08 April 2016

9 Prinsip Motivasi Belajar Menurut Oemar Hamalik

Motivasi Belajar berasal dari dua akar kata, yaitu motivasi dan belajar. Istilah motivasi Belajar kemudian dikenal secara luas dalam dunia pendidikan. Apa pengertian motivasi? Ada banyak tokoh dan pakar yang mendefinisikan motivasi, di antaranya ialah Mc. Donald, yang mengartikan motivasi sebagai suatu perubahan energi yang ada dalam diri seseorang dan ditandai dengan munculnya feeling serta didahului oleh tanggapan terhadap adanya suatu tujuan.

Dalam pernyataan Mc. Donald di atas, ada tiga elemen yang terkandung di dalamnya yang berkaitan dengan motivasi. Pertama, motivasi merupakan titik awal bagi terjadinya perubahan energi dalam diri setiap manusia. Selanjutnya, perkembangan motivasi tersebut akan membawa beberapa perubahan energi dalam sistem “neurophysio-logical” pada manusia. Kedua, bahwa Motivasi ditandai dengan lahirnya sesuatu yang disebut “feeling” atau rasa, atau afeksi. Dalam hal ini, motivasi berkaitan dengan hal-hal kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.

Ketiga, Motivasi merupakan respon dari sebuah aksi, yaitu tujuan. Walaupun Motivasi itu muncul dari dalam diri manusia, namun kemunculannya tersebut disebabkan oleh rangsangan dari unsur lain, yang mana rangsangan itu ialah tujuan yang berkaitan dengan kebutuhan.

Sedangkan pengertian belajar menurut Saiful Bahri Djamarah yaitu serangkaian aktifitas jasmani dan rohani untuk mendapatkan sebuah perubahan pada tingkah laku yang merupakan hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik”. Titik ujung dari proses belajar disebut dengan Hasil Belajar, yang dapat dilihat dari adanya perubahan tingkah laku individu.

Motivasi merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Motivasi menjadi sebab atas terjadinya perubahan energi dalam diri manusia. Dalam konteks belajar, Sardiman mengemukakan bahwa motivasi adalah keseluruhan daya yang berasal dari dalam diri siswa yang menjadi motor penggerak kegiatan belajar, menjamin kontinuitas dari kegiatan belajar, serta memberi arah kegiatan belajar, hingga pada akhirnya tujuan yang hendak dicapai oleh pembelajar dapat diraih.

Motivasi belajar adalah faktor non-intelektual yang memiliki peran untuk melahirkan gairah, semangat, dan rasa senang untuk melaksanakan kegiatan belajar. Jadi berdasarkan definisi tentang motivasi dari beberapa ahli di atas dapat kita katakan bahwa motivasi belajar adalah ibarat motor penggerak yang berasal dari dalam diri seseorang yang memberikan dorongan serta menuntun dan menjaga kontuniutas kegiatan belajar secara sadar/sengaja untuk mencapai suatu tujuan belajar.

Unsur-unsur yang mempengaruhi proses dan hasil belajar dapat anda lihat pada skema di bawah ini:


Oemar Hamalik mengungkapkan Prinsip-prinsip Motivasi Belajar, terutama bagi para guru sebagai berikut:
  1. Prinsip Kebermaknaan. Peserta didik akan termotivasi untuk belajar, jika hal-hal yang dipelajarinya bermakna bagi mereka.
  2. Modelling. Peserta didik bisa lebih mudah memahami apabila guru menggunakan model saat menyampaikan materi pelajaran.
  3. Komunikasi terbuka. Guru harus mengemukakan tujuan, materi yang akan dipelajari, dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan.
  4. Prasyarat. Sebelum memulai proses pembelajaran, salah satu prasyarat yang harusnya dipenuhi guru ialah mengetahui pengetahuan awal yang dimiliki masing-masing Peserta didik.
  5. Novelty. Guru harus pandai menarik perhatian para Peserta didik dengan mengkreasikan hal-hal baru, entah yang berkaitan dengan strategi pembelajaran, media mengajar, jenis tugas yang diberikan, serta kegiatan yang harus dilaksanakan Peserta didik.
  6. Latihan dan praktek yang bersifat aktif serta bermanfaat. Peserta didik akan lebih termotivasi untuk belajar jika mereka secara aktif terlibat langsung dalam latihan/praktek guna mencapai tujuan belajar.
  7. Latihan yang terbagi. Peserta didik akan lebih termotivasi bila bentuk latihan yang diberikan dilaksanakan dipecah ke dalam waktu yang cukup singkat.
  8. Mengurangi paksaan belajar secara sistematis. Pada awal pembelajaran, memacu semangat belajar peserta didik memang perlu diberikan, tapi seiring berjalannya waktu, guru harus melihat bagaimana perkembangan belajar mereka dan selanjutnya guru bisa melatih mereka belajar secara mandiri.
  9. Kondisi kelas yang menyenangkan. Guru harusnya berupaya menciptakan kondisi kelas yang menyenangkan. Hal itu bisa dilakukan dengan cara memberikan reward, memberikan tugas-tugas yang menantang dan menyenangkan, serta menginformasikan hasil pembelajaran yang telah dicapai oleh peserta didik.
Daftar Pustaka
  • Sardiman,Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Grafindo Persada, 2011), hal 73-74
  • Djamarah, S.B, Psikologi Belajar. (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hal 175
  • Sardiman, Interaksi dan Motivasi Bel-ajar Mengajar, hal 75

1 Response to 9 Prinsip Motivasi Belajar Menurut Oemar Hamalik

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top