Mendikbud : Penilaian Autentik Kurikulum 2013 Disederhanakan

Lagi-lagi, kurikulum 2013 dipersoalkan. Kali ini, bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengeluarkan keputusan untuk mengoreksi Kurikulum 2013 dalam aspek penilaiannya untuk disederhanakan. Beliau menilai bahwa dalam implementasinya, penilaian autentik dinilai terlalu membebani para guru. Namun yang jadi pertanyaan, disederhanakan bagaimana? Atau, seperti apa penyederhanannya? Yang jelas, ini bisa jadi merupakan kabar yang menggembirakan bagi para guru.

Sejak awal, kurikulum 2013 memang menimbulkan kontroversi banyak pihak. Sebagian ada yang menilai bahwa kurikulum 2013 adalah kurikulum prematur, yang seharusnya belum diterapkan, tapi terburu-buru diterapkan. Jadi tidak mengherankan bila dalam perjalanannya muncul banyak masalah dan perlu revisi di sana-sini.


Sebagaimana dilansir antaranews.com 17/04/16 , keputusan peneyderhanaan k-13 itu disampaikan mendikbud saat beliau melakukan inspeksi dalam pelaksanaan pencetakan Kartu Indonesia Pintar di PT Pura Grup Kudus, pada Sabtu malam 16 apri 2016 lalu.

Menurut mendikbud, penilaian autentik yang selama ini dipakai dalam kurikulum 2013 terlalu banyak menyita waktu guru. Sebab itulah perlu dilakukan penyederhanaan demi memudahkan guru dalam melakukan penilaian.

Dalam rangka menyukseskan rencana tersebut, nantinya para guru yang selama ini telah menerapkan kurikulum 2013, akan diikutkan dalam sebuah pelatihan khusus terkait dengan penyederhanaan penilaian tersebut.

Ironis memang, ketika kurikulum 2013 yang masih prematur kemudian dipaksakan untuk diterapkan. Sampai detik ini, entah sudah berapa kali dilakukan revisi, mulai dari buku paket, format RPP, sampai yang terbaru kali ini soal penilaian autentik. Tentunya bagaimana bentuk dan cara penyederhanaannya, perlu dibuatkan juknisnya.

Sejalan dengan itu, diadakan berbagai pelatihan dan workshop untuk memberikan informasi terbaru kepada para guru terkait perubahan dalam tubuh kurikulum 2013. Hal ini tentu saja juga menambah biaya anggaran dan menyita waktu guru.

Memang sih tidak ada yang benar-benar sempurna, apalagi sempurna sejak awal. Semuanya membutuhkan proses agar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Dengan adanya berbagai revisi dan evaluasi terhadap kurikulum 2013 yang saat ini sudah diterapkan di banyak sekolah di negeri ini, kita hanya bisa berharap agar kurikulum baru ini benar-benar mampu berkontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan kita, khususnya dalam pembentukan karakter bangsa. Wallahu a’lam...

0 Komentar Mendikbud : Penilaian Autentik Kurikulum 2013 Disederhanakan

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top