Kamis, 07 April 2016

Pengertian Filsafat Pendidikan

Pengertian Filsafat Pendidikan - Filsafat Pendidikan adalah salah satu anak dari filsafat umum, bisa juga disebut dengan filsafat khusus. Filsafat pendidikan dikatakan sebagai filsafat khusus karena objek kajiannya hanya difokuskan untuk menyelesaikan segala macam permasalahan pendidikan dengan menggunakan asumsi-asumsi dasar dan teori-teori filsafat yang dikontekstualisasikan dengan pendidikan.

Filsafat pendidikan merupakan penjabaran dari gagasan-gagasan para filosof yang dikontekstualisasikan dengan pendidikan. Pandangan para filosof tentang hakikat manusia misalnya, selanjutnya menjadi dasar bagi pelaksanaan dan pengembangan pendidikan yang meliputi metode pembelajaran yang digunakan, pola hubungan antara guru dan peserta didik, dan lain sebagainya. Gagasan filosof yang mana yang diambil, pada akhirnya akan menentukan corak sistem pendidikan yang digunakan. Baca juga: Aliran-aliran Filsafat Pendidikan

Ada banyak filosof yang menawarkan konsep-konsep dan teori-teori terkait dengan pendidikan. Teori-teori yang ditawarkan para filosof itu berfungsi sebagai landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari sistem pendidikan tertentu. Selain itu juga dijadikan sebagai bahan evaluasi dan perbandingan atas temuan konsep-konsep baru dalam dunia pendidikan.

Sebagaimana yang terdapat dalam filsafat umum, dalam filsafat pendidikan juga terdapat aliran-aliran tertentu. Setiap aliran menawarkan konsep dan teori yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Biasanya, masing-masing aliran kokoh mempertahankan ideologinya sebagai yang paling benar. Namun ada juga aliran yang sifatnya mendamaikan dua kubu aliran yang saling bertentangan dengan menawarkan gagasan baru yang merupakan gabungan dari dua ideologi yang saling bertentangan.

Sebagai contoh, aliran Nativisme yang memiliki konsep bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor hereditas bertentangan dengan aliran Empirisme yang menyatakan bahwa faktor hereditas tidak berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Sebagai respon atas pertentangan kudua aliran di atas, maka muncullah aliran Konvergensi yang mendamaikan pertentangan tersebut dengan mengusung konsep bahwa manusia lahir dunia ini telah memiliki bakat atau pembawaan yang terdiri dari baik dan buruk. Selanjutnya, perkembangan anak akan dipengaruhi oleh lingkungannya, baik itu lingkungan keluarga, masyarakat, atau lingkungan sekolah. Intinya, faktor lingkungan dan pembawaan memiliki peran dalam perkembangan anak.

Diantara ruang lingkup filsafat pendidikan adalah rumusan tentang hakikat pendidikan, hakikat manusia, aliran-aliran dalam filasafat pendidikan, hubungan filsafat pendidikan dengan politik, sosial, dan lain sebagainya. Baca juga Teori Pendidikan Klasik, Personal, dan Interaksional

Dari semua paparan dapat disimpulkan bahwa filsafat pendidikan tidak bisa dilepaskan dari filsafat umum, dengan kata lain filsafat pendidikan adalah anak dari filsafat umum. Filsafat pendidikan bagaikan kompas yang menjadi penentu arah sekaligus pedoman bagi pelaksanaan dan pengembangan pendidikan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, mempelajari filsafat pendidikan sangat penting, khususnya bagi para guru, mahasiswa yang mengambil jurusan pendidikan, atau siapa saja yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Dengan mempelajari serta memahami filsafat pendidikan, kita akan memiliki bangunan yang kokoh dalam membangun serta mengembangkan sistem maupun lembaga pendidikan yang kita kelola.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top