Jumat, 01 April 2016

Cara Menerapkan Accelerated Learning dalam Pembelajaran dengan Media Audio-Visual

Selama ini proses belajar yang berlangsung di sekolah maupun program-program yang diselenggarakan cenderung berlangsung dalam suasana yang monoton dan membosankan. Apalagi jika pelajaran tersebut adalah pelajaran sejarah. Baik sejarah umum, ataupun sejarah tentang Islam. Dalam kondisi ini guru hanya menuangkan ilmu pengetahuan ke dalam kepala siswa yang berlaku pasif. Materi yang diajarkan hanya diceramahkan tanpa ada upaya untuk melibatkan potensi siswa untuk berfikir dan memberi respon terhadap pengetahuan yang ditransfer. Sehingga mengakibatkan motivasi belajar dan juga hasil belajar siswa menjadi rendah. Siswa cenderung hanya mendengarkan, dan tidak merespon apapun yang disampaikan guru, karena mereka merasa suasana di dalam kelas membosankan, dan juga mereka merasa seperti dibacakan dongeng.

Agar dapat mengatasi permasalahan tersebut banyak perubahan mendasar yang perlu dilakukan agar dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimilki menjadi kompetensi aktual. Salah satunya adalah menggunakan konsep pembelajaran accelerated learning, yaitu cara untuk menciptakan aktivitas belajar menjadi proses yang menyenangkan. Accelerated Learning merupakan pendekatan yang lebih maju daripada yang digunakan saat ini. Implementasi Accelerated Learning pada proses belajar di sekolah dapat memberikan banyak keuntungan karena menggunakan metode dan media yang bervariasi dan bersifat terbuka serta fleksibel.



Melihat dari beberapa kegiatan yang perlu diupayakan untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, maka pembelajaran yang berpusat pada siswa menjadi salah satu pilihan metode yang akan digunakan. Pembelajaran berpusat pada siswa tidak hanya sekedar memupuk pengetahuan akan tetapi proses perubahan tingkah laku melalui pe-ngalaman belajar. Melalui pengalaman ter-sebut diharapkan dapat terjadi pengembangan berbagai aspek yang terdapat dalam individu, seperti aspek minat, bakat, kemampuan, potensi, dan kecerdasan.

Pembelajaran berpusat pada siswa membangun teori belajar konstruktivisme. Baharuddin & Wahyuni menyatakan prinsip pembel-ajaran dengan teori konstruktivisme melahirkan beberapa model pembelajaran, dimana model tersebut memiliki pandangan yang sama, yaitu siswa akan belajar dengan cara terlibat aktif dalam kegiatan belajar, sehingga pengetahuannya akan dibangun berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Salah satu model pembelajaran yang didasarkan pada konstruk-tivisme adalah accelerated learning. [1]

Menurut Meier accelerated learning memiliki tujuan yaitu menggugah sepenuhnya kemampuan belajar para pelajar, membuat belajar menjadi menyenangkan dan memuaskan bagi mereka, dan memberikan sumbangan sepenuhnya pada kebahagiaan, kecerdasan, kompetensi, dan keberhasilan mereka sebagai manusia.

Prinsip–prinsip pokok yang digunakan dalam melaksanakan accelerated learning menurut Meier:
  1. Belajar adalah berkreasi, bukan mengkonsumsi.
  2. Kerjasama membantu dalam proses pembelajaran.
  3. Pembelajaran berlangsung pada banyak tingkatan secara simultan
  4. Belajar berasal dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri (dengan umpan balik).
  5. Emosi yang positif pasti akan membantu pembelajaran.
  6. Otak menyerap informasi secara langsung dan otomatis.
Beberapa asumsi yang ada di dalam accelerated learning untuk mengoptimalkan pembelajaran, yaitu:
  1. lingkungan belajar yang positif.
  2. keterlibatan pembelajar sepenuhnya.
  3. kerjasama diantara pembelajar.
  4. variasi yang cocok untuk semua gaya belajar.
  5. belajar kontekstual.
Dalam menerapkan accelerated learning Dave Meier menyarankan kepada guru agar mengelola kelas mereka menggunakan pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual).

Ada beberapa media yang apat digunakan dalam model pembelajaran accelerated learning di antaranya adalah media musik dan video atau audiovisual. Musik merupakan bagian dari budaya dan ekspresi manusia yang paling tinggi. Musik dan video dapat mempengaruhi perasaan siswa. Dan perasaan dapat mempengaruhi pembelajaran. Jenis musik dan video yang tepat dapat mengendurkan sekaligus menggugah otak dan seluruh sistem saraf. Musik dan video juga dapat digunakan guru untuk menata suasana hati dan mental siswa dan mendukung suasana belajar.

Dengan adanya musik dan video suasana belajar tidak lagi membosankan dan siswa juga akan menangkap pelajaran lebih cepat, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena musik dan video telah membangkitkan motivasi siswa.

Referensi: Baharuddin,Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: AR-Ruzz Media Group,2007), hal 178-179

0 Komentar Cara Menerapkan Accelerated Learning dalam Pembelajaran dengan Media Audio-Visual

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top