Jumat, 11 Maret 2016

Pesan Singkat Tentang Motivasi Belajar buat Mahasiswa

Sebagai mahasiswa, kita harus yakin bahwa ilmu apa saja yang kita pelajari nantinya akan bermanfaat buat kita. Asalkan apa yang kita pelajari itu bukan sesuatu yang merugikan orang lain dan bertentangan dengan norma dan nilai yang terkandung dalam agama atau masyarakat. Memang, kita tidak tau persis kapan ilmu yang kita pelajari saat ini akan benar-benar kita butuhkan. Terkadang, kita merasa jenuh dan menjadi enggan untuk mempelajari sesuatu hanya karena hasilnya tidak lekas kelihatan. Hal itu memang wajar, mengingat sifat manusia yang cenderung pragmatis dan serba tergesa-gesa, terutama menyangkut hal-hal yang bersifat material. Tapi, akankah kita meniru pola pikir seperti itu? Tidak, itu adalah pola pikir yang konyol.


Sebuah ungkapan inspiratif mengajarkan, beribu-ribu langkah yang kita tempuh pasti kita awali dengan satu langkah yang kemudian terakumulasikan. Sama seperti ketika kita merintis sebuah usaha atau bisnis, pasti ada fase-fase yang harus kita lewati agar usaha kita bisa terus berjalan dan kita meraih kesuksesan di masa depan. Pada awalnya, memang kita harus berusaha ekstra keras dan mengorbankan banyak hal. Kita berjuang menahan segala macam godaan dan rayuan yang akan menghambat jalan panjang kita menuju sebuah menara kesuksesan. Kita perlu mengorbankan waktu, biaya, tenaga, dan hal-hal yang menurut kita berharga, asalkan tidak berkorban nyawa ya, nanti tidak jadi usaha malah menyusahkan keluarga dan tetangga,hehe...

Setelah usaha kita berdiri, artinya kita sudah melewati satu tahap awal, setelah itu kita akan memasuki tahap selanjutnya. Kita akan mulai menyibukkan diri dengan memproduksi komoditas usaha kita. Selain itu, kita juga perlu memasang iklan di sana-sini untuk memperkenalkan produk usaha kita kepada publik. Dalam hal ini, kemampuan membaca peluang dan analisa pasar sangat dibutuhkan. Mungkin kita perlu memasang banner-banner kecil di pohon-pohon yang berderet di pinggir jalan raya, di kampus-kampus, atau di media informasi online seperti internet. Yang penting, jangan pasang iklan di kuburan ya...

Hari berganti bulan, bulan pun berganti tahun, usaha kita semakin lama semakin berkembang dan dikenal banyak orang. Beban kita pun menjadi semakin ringan. Kita tinggal mengelola dengan baik dan terus berinovasi agar tetap kokoh bertahan di tengah persaingan. Sekarang yang lebih berperan adalah pikiran dan keterampilan pengelolaan. Masalah pekerjaan lapangan, mungkin cukup mempercayakan kepada orang lain sampai kita tidak kebagian pekerjaan. Tentu sangat membahagiakan ketika kita bisa berperan menjadi jalan kesuksesan bagi orang lain. Setidaknya, kita ikut berperan menekan angka pengangguran dengan menyediakan lapangan pekerjaan.

Dari perjalanan merintis usaha di atas kita dapat mengambil banyak pelajaran. Salah satu pelajaran yang terpenting adalah bahwa kita harus terus belajar, dengan tekun, sabar, dan konsisten, disertai keyakinan yang kuat bahwa semua itu suatu saat akan mengantarkan kita pada sebuah kesuksesan, baik dalam segi finansial, emosional, intelektual, maupun spiritual.

Bagaimana kita bisa berinovasi jika tanpa belajar? Bagaimana bisa kita mengelola usaha dengan baik kalau tidak belajar? Bagaimana kita bisa menjadi seorang pemimpin bijaksana tanpa belajar? Bagaimana kita berkarya kalau malas belajar? Apakah kita bisa semakin pintar hanya dengan membakar buku dan menjadikan abu sisa pembakarannya sebagai serbuk layaknya kopi yang kemudian kita seduh dengan air lalu meminumnya? Tentu tidak.

Belajar tidak hanya di sekolah formal, tidak hanya di kampus, tidak hanya membaca. Setiap realitas yang ada, baik yang tersirat maupun yang tersurat, adalah pelajaran bagi kita semua.
Sekecil apapun hal baik yang kita lakukan di hari ini akan berdampak bagi kebaikan yang datang pada kita di masa depan. Jadilah pribadi yang mengutamakan kebaikan agar kebaikan diutamakan bagi diri kita ☺. ~Jefferly Helianthusonfri~
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top